Rendahnya tingkat health literacy (HL) di kalangan mahasiswa menjadi tantangan dalam upaya peningkatan kesehatan masyarakat, termasuk di lingkungan pesantren. Dukungan sosial diperkirakan menjadi faktor pengaruh tingkat HL. Tujuan penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara dukungan sosial dengan tingkat HL. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional, melibatkan 171 mahasantri yang dipilih melalui stratified random sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner Health Literacy Survey-Europe-16 Questions (HLS-EU-Q16) dan Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS). Analisis data menggunakan uji chi square. Hasil: Sebanyak 60,23% responden memiliki dukungan sosial yang baik. sebanyak 50,88% responden memiliki HL yang baik, sedangkan 49,12% lainnya memiliki HL kurang baik. Terdapat hubungan signifikan antara dukungan sosial dan tingkat health literacy (ρ = 0,011). Mahasantri dengan dukungan sosial yang baik memiliki kemungkinan 2,346 kali lebih besar untuk memiliki health literacy yang baik dibandingkan santri dengan dukungan sosial kurang baik. Diskusi: Tingkat dukungan sosial yang baik berhubungan dengan tingkat health literacy mahasantri yang baik, begitu pun sebaliknya. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara dukungan sosial dengan health literacy. Oleh karena itu, diperlukan upaya penguatan jaringan dukungan sosial dan program edukasi kesehatan guna meningkatkan tingkat health literacy mahasantri.Kata Kunci: dukungan sosial, health literacy, mahasantri, pesantren. Social Support as A Reinforcing Factor for Health Literacy among MahasantriABSTRACTLow levels of health literacy (HL) among university students pose a significant challenge to public health promotion efforts, including within Islamic boarding school (pesantren) environments. Social support is anticipated to be an influential factor in determining HL levels. Objective: This study aims to analyze the correlation between social support and health literacy levels. Methods: A descriptive quantitative design with a cross-sectional approach was employed, involving 171 mahasantri (Islamic boarding school university students) selected through stratified random sampling. Research instruments included the Health Literacy Survey-Europe-16 Questions (HLS-EU-Q16) and the Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS). Data were analyzed using the chi-square test. Results: The findings revealed that 60.2% of respondents perceived good social support. The average health literacy score among respondents was 12.76 (95% CI, SD 3.33). Furthermore, a significant correlation was found between social support and health literacy levels (ρ = 0.011). Mahasantri with good social support were 2.346 times more likely to possess adequate health literacy compared to those with poorer social support. Discussion: Higher levels of social support are correlated with better health literacy among mahasantri, and vice versa. Conclusion: There is a significant correlation between social support and health literacy. Consequently, efforts to strengthen social support networks and implement health education programs are essential to enhance health literacy levels among mahasantri.Keywords: Social Support, Health Literacy, Mahasantri, Pesantren