Perkembangan era digital dan arus globalisasi menuntut kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) untuk senantiasa adaptif, tanpa kehilangan ruh nilai-nilai Al-Qur’an dan Sunnah. Penelitian ini bertujuan menganalisis hakikat, prinsip, landasan, serta implikasi pengembangan kurikulum PAI dalam pembelajaran modern. Pendekatan penelitian bersifat kualitatif dengan metode studi kepustakaan yang melibatkan telaah mendalam terhadap buku, jurnal, dan sumber ilmiah lainnya. Pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi dan teknik analisis isi. Berdasarkan hasil penelitian, kurikulum PAI dinilai bukan hanya sebagai perangkat teknis, melainkan instrumen normatif yang menanamkan nilai spiritual, intelektual, sosial, dan moral. Kurikulum berfungsi sebagai pedoman yang menghubungkan tujuan pendidikan dengan pengalaman belajar nyata, sekaligus sebagai sarana adaptasi terhadap perubahan zaman. Kurikulum PAI diharapkan mampu mengadopsi perkembangan teknologi secara selektif tanpa mengabaikan prinsip-prinsip Al-Qur’an dan Sunnah. Implementasi menekankan peran guru sebagai teladan, fasilitator, dan motivator, serta pemanfaatan media digital untuk memperkaya proses pembelajaran. Evaluasi autentik meliputi aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik menjadi instrumen penting untuk menilai keberhasilan secara holistik. Kesimpulannya, pengembangan kurikulum PAI berperan strategis dalam menyiapkan generasi muslim yang memiliki landasan islami serta kemampuan berpikir kritis, kreativitas dalam pemecahan masalah, dan memiliki kompetensi professional untuk menjawab tantangan zaman, dengan keseimbangan antara ilmu, iman, dan amal.