Madian M. Muchlis
Universitas Islam Jakarta

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Hakikat Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam: Prinsip, Landasan, dan Implikasi di Era Digital Rulaila Rulaila; Karyanto Karyanto; Hermi Pardalena; Suharyati Suharyati; Popi Puadah; Madian M. Muchlis
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 5 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i5.2462

Abstract

Perkembangan era digital dan arus globalisasi menuntut kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) untuk senantiasa adaptif, tanpa kehilangan ruh nilai-nilai Al-Qur’an dan Sunnah. Penelitian ini bertujuan menganalisis hakikat, prinsip, landasan, serta implikasi pengembangan kurikulum PAI dalam pembelajaran modern. Pendekatan penelitian bersifat kualitatif dengan metode studi kepustakaan yang melibatkan telaah mendalam terhadap buku, jurnal, dan sumber ilmiah lainnya. Pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi dan teknik analisis isi. Berdasarkan hasil penelitian, kurikulum PAI dinilai bukan hanya sebagai perangkat teknis, melainkan instrumen normatif yang menanamkan nilai spiritual, intelektual, sosial, dan moral. Kurikulum berfungsi sebagai pedoman yang menghubungkan tujuan pendidikan dengan pengalaman belajar nyata, sekaligus sebagai sarana adaptasi terhadap perubahan zaman. Kurikulum PAI diharapkan mampu mengadopsi perkembangan teknologi secara selektif tanpa mengabaikan prinsip-prinsip Al-Qur’an dan Sunnah. Implementasi menekankan peran guru sebagai teladan, fasilitator, dan motivator, serta pemanfaatan media digital untuk memperkaya proses pembelajaran. Evaluasi autentik meliputi aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik menjadi instrumen penting untuk menilai keberhasilan secara holistik. Kesimpulannya, pengembangan kurikulum PAI berperan strategis dalam menyiapkan generasi muslim yang memiliki landasan islami serta kemampuan berpikir kritis, kreativitas dalam pemecahan masalah, dan memiliki kompetensi professional untuk menjawab tantangan zaman, dengan keseimbangan antara ilmu, iman, dan amal.
Higher Order Thinking Skill (HOTS) Analysis of Students of the Institute of Islamic and Arabic Sciences (LIPIA) on Rewriting Ta'bir Books in Book Creator Madian M. Muchlis; Taufik Hidayat; Ili Yanti
Lisanudhad: Jurnal Bahasa, Pembelajaran dan Sastra Arab Vol. 10 No. 1 (2023): Lisanudhad: Jurnal Bahasa, Pembelajaran dan Sastra Arab
Publisher : Department of Arabic Teaching, Faculty Tarbiyah, Universitas Darussalam Gontor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Higher Order Thinking Skill (HOTS ا) is a higher order thinking skill that is not only able to remember, understand and explain, but is able to analyze, evaluate and create a problem. HOTS can not only be seen from the work of the questions but can also be seen from the side of creative ability in Arabic material. Rewriting the book "Ta'bir" in the book creator is one of the abilities to think creatively. The method used in this research is descriptive qualitative method. The data source is taken from students majoring in Idad Lughawi, Language Preparation in the form of project results in book creator. The subjects taken were group 2 with the topic "Birrul Walidain". There are three data analysis techniques, namely data reduction, data presentation and conclusion drawing. The result of the research is that it is known that there are innovations made by students in rewriting the book "Ta'bir" as seen from writing vocabulary explanations, adding pictures, adding exercises and adding audio
Hakikat Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam: Prinsip, Landasan, dan Implikasi di Era Digital Rulaila Rulaila; Karyanto Karyanto; Hermi Pardalena; Suharyati Suharyati; Popi Puadah; Madian M. Muchlis
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 5 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i5.2462

Abstract

Perkembangan era digital dan arus globalisasi menuntut kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) untuk senantiasa adaptif, tanpa kehilangan ruh nilai-nilai Al-Qur’an dan Sunnah. Penelitian ini bertujuan menganalisis hakikat, prinsip, landasan, serta implikasi pengembangan kurikulum PAI dalam pembelajaran modern. Pendekatan penelitian bersifat kualitatif dengan metode studi kepustakaan yang melibatkan telaah mendalam terhadap buku, jurnal, dan sumber ilmiah lainnya. Pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi dan teknik analisis isi. Berdasarkan hasil penelitian, kurikulum PAI dinilai bukan hanya sebagai perangkat teknis, melainkan instrumen normatif yang menanamkan nilai spiritual, intelektual, sosial, dan moral. Kurikulum berfungsi sebagai pedoman yang menghubungkan tujuan pendidikan dengan pengalaman belajar nyata, sekaligus sebagai sarana adaptasi terhadap perubahan zaman. Kurikulum PAI diharapkan mampu mengadopsi perkembangan teknologi secara selektif tanpa mengabaikan prinsip-prinsip Al-Qur’an dan Sunnah. Implementasi menekankan peran guru sebagai teladan, fasilitator, dan motivator, serta pemanfaatan media digital untuk memperkaya proses pembelajaran. Evaluasi autentik meliputi aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik menjadi instrumen penting untuk menilai keberhasilan secara holistik. Kesimpulannya, pengembangan kurikulum PAI berperan strategis dalam menyiapkan generasi muslim yang memiliki landasan islami serta kemampuan berpikir kritis, kreativitas dalam pemecahan masalah, dan memiliki kompetensi professional untuk menjawab tantangan zaman, dengan keseimbangan antara ilmu, iman, dan amal.