Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Development of a Local-Culture-Based Arabic Conversation Book to Support Junior High School Students’ Mahārah Kalām Bambang Irawan; Renti Yasmar; Arini Salsabila; Fathul Ulum; Muhamad Turki
Arabiyatuna: Jurnal Bahasa Arab Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/jba.v10i1.16207

Abstract

Mahārah Kalām learning at the junior secondary school level still faces fundamental challenges, particularly students’ low confidence, limited fluency, and difficulty in expressing simple ideas orally in Arabic. These problems are closely related to the dominance of reading, translation, and vocabulary memorisation in classroom practices, as well as the limited availability of Arabic conversation books that provide communicative, contextual, and locally relevant speaking activities. This study aims to develop a local-culture-based Arabic conversation book to support meaningful Mahārah Kalām learning for junior high school students. The study employed a research and development approach using the ADDIE model, combined with a convergent parallel mixed methods design. The data were collected through needs analysis, classroom observation, teacher interviews, student responses, expert validation, and a limited trial involving 13 students, one Arabic teacher, one material expert, and one instructional design expert. The needs analysis revealed the necessity of contextual dialogues, familiar local themes, guided speaking practice, role-play activities, and culturally relevant visual materials. The developed book integrates Situbondo local culture into vocabulary, dialogue models, speaking tasks, and role-play scenarios. Expert validation indicated that the product was feasible in terms of content and design, while the limited trial showed positive student and teacher responses regarding acceptability, clarity, and practicality. This study suggest that a locally culture-based Arabic conversation book can serve as an alternative communicative teaching material to improve Mahārah Kalām learning in Indonesian junior secondary schools.
Balaghah Kinayah dalam Hadis Umm Zarʿ: Analisis Ungkapan Tidak Langsung dalam Representasi Tuturan Perempuan Fatkhul Ulum; Bambang Irawan
‘A Jamiy : Jurnal Bahasa dan Sastra Arab Vol 15, No 1 (2026): Kajian Bahasa, Sastra dan Pembelajaran Bahasa Arab
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/ajamiy.15.1.47-66.2026

Abstract

Penelitian ini mengkaji balaghah kinayah dalam hadis Umm Zarʿ dengan fokus pada representasi ungkapan tidak langsung dalam tuturan perempuan yang terdapat dalam hadis tersebut. Hadis Umm Zarʿ yang diriwayatkan oleh ʿĀʾisha binti Abī Bakr dan tercatat dalam Ṣaḥīḥ al-Bukhārī (no. 5189) serta Ṣaḥīḥ Muslim (no. 2448) merupakan salah satu teks hadis yang kaya dengan unsur retorika dan citra bahasa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-analitis dengan pendekatan kepustakaan. Data diambil dari teks primer hadis dan didukung oleh kitab syarah hadis klasik serta karya-karya balaghah Arab. Data dianalisis menggunakan kerangka teori ilmu bayan, khususnya tipologi kinayah sebagaimana dirumuskan oleh ulama balaghah klasik seperti ʿAbd al-Qāhir al-Jurjānī dan al-Khaṭīb al-Qazwīnī. Analisis juga menerapkan kriteria operasional untuk membedakan kinayah dari majāz, istiʿārah, ungkapan idiomatik, dan simbol budaya umum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hadis ini memuat beberapa bentuk kinayah, yaitu kinayah ʿan ṣifah, kinayah ʿan mawṣūf, dan kinayah ʿan nisbah, dengan kinayah ʿan ṣifah sebagai kecenderungan dominan dalam korpus yang dianalisis. Ungkapan seperti ʿaẓīm al-ramād, rafīʿ al-ʿimād, dan qarīb al-bayt min al-nādī memperlihatkan bagaimana tokoh-tokoh perempuan yang direpresentasikan dalam hadis menggunakan simbol budaya, citra indrawi, dan penanda sosial untuk menyampaikan pujian maupun celaan secara tidak langsung. Kontribusi penelitian ini terletak pada pembacaan kinayah sebagai strategi komunikasi dalam representasi tuturan perempuan pada Hadis Umm Zarʿ, bukan sebagai generalisasi luas terhadap seluruh wacana perempuan Arab klasik.