Penelitian ini mengkaji balaghah kinayah dalam hadis Umm Zarʿ dengan fokus pada representasi ungkapan tidak langsung dalam tuturan perempuan yang terdapat dalam hadis tersebut. Hadis Umm Zarʿ yang diriwayatkan oleh ʿĀʾisha binti Abī Bakr dan tercatat dalam Ṣaḥīḥ al-Bukhārī (no. 5189) serta Ṣaḥīḥ Muslim (no. 2448) merupakan salah satu teks hadis yang kaya dengan unsur retorika dan citra bahasa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-analitis dengan pendekatan kepustakaan. Data diambil dari teks primer hadis dan didukung oleh kitab syarah hadis klasik serta karya-karya balaghah Arab. Data dianalisis menggunakan kerangka teori ilmu bayan, khususnya tipologi kinayah sebagaimana dirumuskan oleh ulama balaghah klasik seperti ʿAbd al-Qāhir al-Jurjānī dan al-Khaṭīb al-Qazwīnī. Analisis juga menerapkan kriteria operasional untuk membedakan kinayah dari majāz, istiʿārah, ungkapan idiomatik, dan simbol budaya umum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hadis ini memuat beberapa bentuk kinayah, yaitu kinayah ʿan ṣifah, kinayah ʿan mawṣūf, dan kinayah ʿan nisbah, dengan kinayah ʿan ṣifah sebagai kecenderungan dominan dalam korpus yang dianalisis. Ungkapan seperti ʿaẓīm al-ramād, rafīʿ al-ʿimād, dan qarīb al-bayt min al-nādī memperlihatkan bagaimana tokoh-tokoh perempuan yang direpresentasikan dalam hadis menggunakan simbol budaya, citra indrawi, dan penanda sosial untuk menyampaikan pujian maupun celaan secara tidak langsung. Kontribusi penelitian ini terletak pada pembacaan kinayah sebagai strategi komunikasi dalam representasi tuturan perempuan pada Hadis Umm Zarʿ, bukan sebagai generalisasi luas terhadap seluruh wacana perempuan Arab klasik.
Copyrights © 2026