Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING DALAM MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS VII DI SMPN 2 TELLU SIATTINGE: INDONESIAN LANGUAGE LEARNING BASED ON PROBLEM BASED LEARNING IN DEVELOPING CRITICAL THINKING ABILITIES OF GRADE VII STUDENTS AT SMPN 2 TELLU SIATTINGE Nur Anita Syamsi Safitri; Firna Firana; Atikah Nurul Asdah
AUFKLARUNG: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya Vol. 5 No. 4 (2026): APRIL-MEI TAHUN 2026
Publisher : Education and Talent Development Center of Indonesia (ETDC Indonesia).

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/aufklarung.v5i4.5298

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan metode Problem Based Learning (PBL) serta menganalisis pengembangan kemampuan berpikir kritis siswa kelas VII pada mata pelajaran Bahasa Indonesia di SMPN 2 Tellu Siattinge. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Subjek penelitian terdiri atas 30 siswa kelas VII dan seorang guru Bahasa Indonesia. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan analisis dokumen. Analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan SaldaƱa yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diperiksa melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode Problem Based Learning dilaksanakan melalui lima tahapan utama, yaitu orientasi masalah, pengorganisasian siswa, penyelidikan kelompok, penyajian hasil, serta evaluasi dan refleksi. Penerapan metode tersebut memberikan kontribusi positif terhadap pengembangan kemampuan berpikir kritis siswa yang terlihat pada kemampuan menganalisis informasi, mengevaluasi argumen, menyusun kesimpulan, serta memecahkan masalah dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Selain itu, siswa menunjukkan perubahan sikap belajar berupa meningkatnya keaktifan dalam diskusi, keberanian mengemukakan pendapat, dan kemampuan bekerja sama dalam kelompok. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis masalah mampu menciptakan proses pembelajaran yang lebih aktif, kontekstual, dan berpusat pada siswa sehingga relevan diterapkan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di tingkat SMP.
An Analysis of Environmental Themed Poetry Writing Skills among Eighth Grade Students at SMPN 1 Patimpeng Nur Alizah; Firna Firana; Muhammad Hardiansyah; Anita Candra Dewi
The Future of Education Journal Vol 5 No 2 (2026)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah Yayasan Pendidikan Tumpuan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61445/tofedu.v5i2.1826

Abstract

This study aims to describe students' ability to write environmental-themed poetry, outline the creative process, and identify obstacles faced. The research method used was descriptive with a mixed approach, namely qualitative and quantitative. The subjects were six eighth-grade students at SMPN 1 Patimpeng. Data collection techniques included observation of the learning process, poetry writing tests, and in-depth interviews. The results showed that the average student activity was in the Good category (3.57), with the highest scores in the aspects of readiness and environmental observation, and the lowest scores in the aspects of idea development and language use. Based on the test results, students' abilities were divided into three categories: one student (16.67%) in the Good category, three students (50%) in the Average category, and two students (33.33%) in the Poor category. The main obstacles identified were difficulty in determining titles, constructing beautiful diction, and selecting appropriate figures of speech. Strategies used by students to overcome these difficulties included re-observing the environment, searching for references online, and discussing with teachers and friends. It was concluded that despite the students' high enthusiasm, their mastery of poetic techniques still needs to be improved through intensive practice.