Nur Anita Syamsi Safitri
Universitas Negeri Makassar

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Improving Journalistic Literacy Through Mading Training At State Middle School 24 Makassar Tuti Wijayanti; Fadilah Neyarasmi; Nur Anita Syamsi Safitri; Muhammad Ihlasul Amal; Dedi Risaldi
Vokatek : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 4: Issue 1 (April 2026)
Publisher : Sakura Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61255/vokatekjpm.v4i1.1073

Abstract

This community service program aimed to improve students’ journalistic literacy through wall magazine training at SMP Negeri 24 Makassar. The program employed a participatory approach with a practice-based learning model (learning by doing). The participants consisted of 65 people, including 50 student council members, 5 teacher supervisors, and 10 student teachers from the teaching practice program. The activities were carried out through several stages: preparation, training, mentoring, and evaluation. The training materials covered the basics of journalism, techniques for writing simple news reports and articles, editing, and wall magazine design. The results showed an improvement in students’ understanding of journalistic concepts, their ability to write simple journalistic works, creativity in presenting information, and participation and teamwork in groups. Based on the evaluation, 85% of students were able to write simple news reports using the 5W+1H elements, 80% were able to write articles systematically, and the average score of the wall magazine products reached 84, which was categorized as good. Thus, wall magazine training proved to be effective as a contextual learning medium for improving students’ journalistic literacy and strengthening the literacy culture in the school environment
IMPLEMENTASI SOSIOLINGUISTIK DALAM PEMBELAJARAN TEKS ANEKDOT MELALUI PENDEKATAN KOMUNIKATIF PADA SISWA KELAS X Devi Apyunita; Nur Anita Syamsi Safitri
Panrita: Jurnal Bahasa dan Sastra Daerah serta Pembelajarannya Vol 6, No 1 (2026): PANRITA: Jurnal Bahasa dan Sastra Daerah
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jp.v6i1.86194

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi sosiolinguistik dalam pembelajaran teks anekdot melalui pendekatan komunikatif pada siswa kelas X SMA Negeri 3 Luwu. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data berupa proses pembelajaran teks anekdot yang melibatkan guru dan siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi sosiolinguistik melalui pendekatan komunikatif terlaksana dengan baik. Hal ini terlihat dari penerapan prinsip komunikatif pada tahap pembuka, inti, dan penutup pembelajaran. Aspek sosiolinguistik tampak pada penggunaan variasi bahasa, pemanfaatan humor dan sindiran, strategi berbahasa, serta penerapan kesantunan sesuai konteks sosial. Pendekatan komunikatif mendorong siswa lebih aktif, kreatif, dan kontekstual dalam memahami serta memproduksi teks anekdot. Dengan demikian, pembelajaran ini memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan kompetensi sosiolinguistik siswa secara efektif @font-face {font-family:"Cambria Math"; panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:auto; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-536870145 1107305727 0 0 415 0;}p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-unhide:no; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; margin:0cm; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-ansi-language:EN-US; mso-fareast-language:EN-US;}.MsoChpDefault {mso-style-type:export-only; mso-default-props:yes; font-size:10.0pt; mso-ansi-font-size:10.0pt; mso-bidi-font-size:10.0pt;}div.WordSection1 {page:WordSection1;}
VARIASI BAHASA, CAMPUR KODE, DAN FUNGSI SOSIAL TUTURAN DALAM CERPEN ANAK PEREMPUAN: KAJIAN SOSIOLINGUISTIK: LANGUAGE VARIATION, CODE MIXING, AND SOCIAL FUNCTION OF SPEECH IN THE SHORT STORY OF GIRLS: A SOCIOLINGUISTIC STUDY Devi Apyunita; Nur Anita Syamsi Safitri
AUFKLARUNG: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya Vol. 5 No. 2 (2026): DESEMBER-JANUARI TAHUN 2026
Publisher : Education and Talent Development Center of Indonesia (ETDC Indonesia).

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/aufklarung.v5i2.5124

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan variasi bahasa, fenomena campur kode, serta fungsi sosial tuturan dalam cerpen Anak Perempuan karya Fitria Astuti Lestari melalui pendekatan sosiolinguistik. Kajian ini dilandasi oleh pandangan bahwa bahasa dalam karya sastra tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi antartokoh, tetapi juga sebagai media representasi realitas sosial dan budaya yang melatarbelakangi kehidupan penuturnya. Dengan demikian, analisis bahasa dalam cerpen menjadi penting untuk memahami hubungan antara bahasa dan konteks sosial. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik analisis isi (content analysis) menurut Klaus Krippendorff: 2018, yang memungkinkan peneliti mengkaji makna tuturan secara mendalam, sistematis, dan kontekstual. Data penelitian berupa tuturan tokoh dalam cerpen yang dianalisis berdasarkan teori variasi bahasa, campur kode, dan fungsi bahasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) variasi bahasa yang ditemukan meliputi ragam informal, formal, serta penggunaan leksikon kultural yang mencerminkan latar sosial dan identitas tokoh; (2) campur kode terjadi antara bahasa Indonesia dan unsur bahasa Jawa yang digunakan secara alami dalam interaksi antartokoh; serta (3) fungsi tuturan mencakup fungsi direktif, representatif, dan ekspresif yang memperlihatkan dinamika relasi sosial dalam lingkup keluarga. Temuan ini menegaskan bahwa penggunaan bahasa dalam cerpen tidak bersifat netral, melainkan sarat makna sosial dan budaya yang merefleksikan kehidupan masyarakat secara kontekstual dan autentik
SUBSTITUSI FONEM DALAM PEMEROLEHAN FONOLOGI ANAK USIA 2 TAHUN: STUDI KASUS SUBJEK TUNGGAL: Phoneme Substitution in the Acquisition of Phonology in 2-Year-Old Children: A Single-Subject Case Study Nur Anita Syamsi Safitri
AUFKLARUNG: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya Vol. 5 No. 2 (2026): DESEMBER-JANUARI TAHUN 2026
Publisher : Education and Talent Development Center of Indonesia (ETDC Indonesia).

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/aufklarung.v5i2.5253

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis bentuk-bentuk substitusi fonem dalam tuturan anak usia 2 tahun 1 bulan dalam konteks komunikasi sehari-hari. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan jenis studi kasus subjek tunggal. Data berupa tuturan lisan anak yang dikumpulkan melalui observasi naturalistik, teknik simak-catat, dan rekam dalam interaksi sehari-hari di lingkungan keluarga yang menggunakan bahasa Indonesia dan bahasa Makassar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa bentuk substitusi fonem yang bersifat sistematis, meliputi: (1) substitusi fonem bilabial (/m/ dan /b/) yang bersifat dua arah, (2) substitusi fonem velar nasal (/ŋ/) menjadi /h/, serta (3) substitusi fonem alveolar ke velar (/t/ menjadi /k/) yang disertai penguatan bunyi. Temuan ini menunjukkan bahwa sistem fonologi anak belum stabil dan ditandai oleh penggunaan berbagai strategi dalam produksi bunyi. Secara keseluruhan, substitusi fonem dalam tuturan anak merupakan bagian dari proses normal dalam pemerolehan bahasa yang dipengaruhi oleh kemudahan artikulasi, perkembangan kemampuan motorik bicara, serta lingkungan kebahasaan. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam memahami pola substitusi fonem pada anak usia dini dalam konteks bilingual.
IMPLEMENTASI METODE PEMBELAJARAN KOMUNIKATIF DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA: STUDI KASUS DI MADRASAH TSANAWIYAH JANGKALI: IMPLEMENTATION OF COMMUNICATIVE LEARNING METHODS IN INDONESIAN LANGUAGE LEARNING: A CASE STUDY AT JANGKALI TSANAWIYAH MADRASAH Nur Anita Syamsi Safitri; Fidya Ramadani; Atikah Nurul Asdah
AUFKLARUNG: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya Vol. 5 No. 4 (2026): APRIL-MEI TAHUN 2026
Publisher : Education and Talent Development Center of Indonesia (ETDC Indonesia).

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/aufklarung.v5i4.5280

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi metode pembelajaran komunikatif dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di MTs Jangkali, Kabupaten Bone. Fokus penelitian mencakup perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, hambatan yang dihadapi guru, serta strategi yang digunakan untuk mengatasi berbagai kendala selama proses pembelajaran berlangsung. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi yang melibatkan guru Bahasa Indonesia sebagai informan utama. Keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik, sedangkan analisis data menggunakan model interaktif yang meliputi kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan pembelajaran komunikatif dilakukan dengan mengembangkan materi Bahasa Indonesia menjadi berbagai aktivitas yang memungkinkan siswa menggunakan bahasa dalam konteks yang bermakna dan dekat dengan kehidupan mereka. Pelaksanaan pembelajaran diwujudkan melalui kegiatan diskusi kelompok, simulasi, wawancara, dan presentasi yang mendorong keterlibatan aktif siswa dalam proses komunikasi. Penelitian juga menemukan beberapa hambatan, yaitu keterbatasan waktu pembelajaran, perbedaan kemampuan berbahasa siswa, pengelolaan kelas, dan keterbatasan sarana pendukung. Untuk mengatasi hambatan tersebut, guru menerapkan strategi berupa perencanaan kegiatan yang terstruktur, pembelajaran bertahap sesuai karakteristik siswa, penguatan aturan pembelajaran, serta pemanfaatan lingkungan madrasah sebagai sumber belajar. Temuan penelitian menunjukkan bahwa implementasi metode pembelajaran komunikatif pada konteks madrasah berkembang melalui integrasi aktivitas berbahasa, pendidikan karakter, dan pemanfaatan lingkungan sosial-keagamaan sebagai sumber belajar yang mendukung proses komunikasi siswa.
PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING DALAM MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS VII DI SMPN 2 TELLU SIATTINGE: INDONESIAN LANGUAGE LEARNING BASED ON PROBLEM BASED LEARNING IN DEVELOPING CRITICAL THINKING ABILITIES OF GRADE VII STUDENTS AT SMPN 2 TELLU SIATTINGE Nur Anita Syamsi Safitri; Firna Firana; Atikah Nurul Asdah
AUFKLARUNG: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pembelajarannya Vol. 5 No. 4 (2026): APRIL-MEI TAHUN 2026
Publisher : Education and Talent Development Center of Indonesia (ETDC Indonesia).

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/aufklarung.v5i4.5298

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan metode Problem Based Learning (PBL) serta menganalisis pengembangan kemampuan berpikir kritis siswa kelas VII pada mata pelajaran Bahasa Indonesia di SMPN 2 Tellu Siattinge. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Subjek penelitian terdiri atas 30 siswa kelas VII dan seorang guru Bahasa Indonesia. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan analisis dokumen. Analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diperiksa melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode Problem Based Learning dilaksanakan melalui lima tahapan utama, yaitu orientasi masalah, pengorganisasian siswa, penyelidikan kelompok, penyajian hasil, serta evaluasi dan refleksi. Penerapan metode tersebut memberikan kontribusi positif terhadap pengembangan kemampuan berpikir kritis siswa yang terlihat pada kemampuan menganalisis informasi, mengevaluasi argumen, menyusun kesimpulan, serta memecahkan masalah dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Selain itu, siswa menunjukkan perubahan sikap belajar berupa meningkatnya keaktifan dalam diskusi, keberanian mengemukakan pendapat, dan kemampuan bekerja sama dalam kelompok. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis masalah mampu menciptakan proses pembelajaran yang lebih aktif, kontekstual, dan berpusat pada siswa sehingga relevan diterapkan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di tingkat SMP.
SINTAKSIS DALAM BAHASA INDONESIA BERSPEKTIF GENDER: KAJIAN PADA NARASI FILM INDONESIA KONTEMPORER Shafariana Shafariana; Johar Amir; Nur Anita Syamsi Safitri; Tuti Wijayanti
Wahana Literasi: Journal of Language, Literature, and Linguistics Vol 5, No 2 (2025)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/wl.v5i2.84576

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran konstruksi sintaksis dalam merepresentasikan dan menegosiasikan ideologi gender dalam dialog film Indonesia kontemporer. Berbeda dari kajian sebelumnya yang berfokus pada aspek leksikal, tematik, dan naratif, penelitian ini menempatkan sintaksis sebagai unit analisis utama untuk memahami relasi kuasa dan posisi gender pada tataran mikro. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis wacana kritis berbasis gender. Data berupa dialog dari lima film Indonesia kontemporer yang dianalisis melalui klasifikasi dan interpretasi pola sintaksis, meliputi kalimat aktif, pasif, imperatif, serta variasi negatif dan interogatif. Hasil menunjukkan bahwa konstruksi sintaksis membentuk pola sistematis dalam representasi gender. Kalimat aktif mendominasi dan menempatkan perempuan sebagai agen, meskipun sering bersifat terbatas. Kalimat pasif mengaburkan agen dan merepresentasikan subordinasi, sedangkan kalimat imperatif mencerminkan relasi kuasa yang dominatif maupun negosiatif. Secara lintas film, ditemukan tiga tipologi representasi: progresif, konservatif, dan ambivalen, yang menunjukkan kompleksitas konteks. Temuan ini menegaskan sintaksis sebagai perangkat ideologis sekaligus menunjukkan pergeseran menuju pendekatan kontekstual dan dialektis.