Nurul Agista Khoirunnisa
Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Rekonstruksi Teologi Islam Menuju Paradigma Humanistik-Transformatif: Kritik atas Dikotomi Wahyu dan Eksistensialitas dalam Krisis Epistemologis Kontemporer Arika zulfa; Zahwa Aulia Putri Taufiq; Nurul Agista Khoirunnisa; Ali Hasan Siswanto
QAYID : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 2 No. 1 (2026): 2026
Publisher : PT. Hassan Group Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/qd.v2i1.791

Abstract

Krisis epistemologis dalam teologi Islam kontemporer semakin mengemuka seiring ketidakmampuannya merespons kompleksitas eksistensial manusia modern secara integratif. Teologi normatif cenderung menekankan otoritas wahyu secara tekstual, sementara dimensi pengalaman subjektif dan kesadaran eksistensial manusia kurang mendapatkan ruang epistemik yang memadai. Di sisi lain, psikologi humanistik-eksistensial yang dipelopori oleh Carl Rogers menawarkan pendekatan berbasis pengalaman dan aktualisasi diri, namun minim pijakan transendental. Kesenjangan penelitian (research gap) terletak pada absennya kerangka integratif yang mampu mendialogkan teologi Islam, khususnya paradigma teologi kritis dan transformatif, dengan psikologi humanistik secara konseptual dan operasional. Artikel ini menggunakan pendekatan teoritis interdisipliner dengan memadukan analisis teologis, filosofis, dan psikologis. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif-konseptual berbasis studi kepustakaan dengan pendekatan hermeneutik-kritis dan sintesis konseptual. Argumen utama yang diajukan adalah bahwa dikotomi antara wahyu dan eksistensialitas merupakan akar krisis epistemologis yang menghambat fungsi transformatif teologi Islam. Oleh karena itu, diperlukan rekonstruksi paradigma menuju model Teologi Humanistik-Transformatif Integratif yang menggabungkan wahyu, rasio, dan pengalaman eksistensial dalam kerangka teo-antroposentris. Kontribusi ilmiah artikel ini terletak pada formulasi paradigma teologi baru yang tidak hanya normatif, tetapi juga emansipatoris, terapeutik, dan relevan dengan dinamika psikologis manusia modern. Paradigma ini diharapkan memperkaya pengembangan studi teologi Islam kontemporer sekaligus membuka ruang integrasi yang lebih produktif dengan disiplin psikologi.   Abstrak Krisis epistemologis dalam teologi Islam kontemporer semakin mengemuka seiring ketidakmampuannya merespons kompleksitas eksistensial manusia modern secara integratif. Teologi normatif cenderung menekankan otoritas wahyu secara tekstual, sementara dimensi pengalaman subjektif dan kesadaran eksistensial manusia kurang mendapatkan ruang epistemik yang memadai. Di sisi lain, psikologi humanistik-eksistensial yang dipelopori oleh Carl Rogers menawarkan pendekatan berbasis pengalaman dan aktualisasi diri, namun minim pijakan transendental. Kesenjangan penelitian (research gap) terletak pada absennya kerangka integratif yang mampu mendialogkan teologi Islam, khususnya paradigma teologi kritis dan transformatif, dengan psikologi humanistik secara konseptual dan operasional. Artikel ini menggunakan pendekatan teoritis interdisipliner dengan memadukan analisis teologis, filosofis, dan psikologis. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif-konseptual berbasis studi kepustakaan dengan pendekatan hermeneutik-kritis dan sintesis konseptual. Argumen utama yang diajukan adalah bahwa dikotomi antara wahyu dan eksistensialitas merupakan akar krisis epistemologis yang menghambat fungsi transformatif teologi Islam. Oleh karena itu, diperlukan rekonstruksi paradigma menuju model Teologi Humanistik-Transformatif Integratif yang menggabungkan wahyu, rasio, dan pengalaman eksistensial dalam kerangka teo-antroposentris. Kontribusi ilmiah artikel ini terletak pada formulasi paradigma teologi baru yang tidak hanya normatif, tetapi juga emansipatoris, terapeutik, dan relevan dengan dinamika psikologis manusia modern. Paradigma ini diharapkan memperkaya pengembangan studi teologi Islam kontemporer sekaligus membuka ruang integrasi yang lebih produktif dengan disiplin psikologi. Kata kunci: teologi Islam, teologi transformatif, teologi kritis, psikologi humanistik, eksistensialitas, epistemologi integratif, teo-antroposentris