Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keunggulan komoditas, struktur rantai pasok, peran pelaku usaha, serta model bisnis agribisnis jagung di Kawasan Transmigrasi Tobadak, Kabupaten Mamuju Tengah. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif dengan teknik purposive sampling. Analisis dilakukan menggunakan Location Quotient (LQ) untuk mengidentifikasi komoditas basis, analisis rantai pasok untuk mengkaji aliran produk, informasi, dan finansial, serta Business Model Canvas (BMC) untuk mengevaluasi model bisnis agribisnis jagung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jagung merupakan komoditas basis dengan nilai rata-rata LQ > 1 selama periode 2020–2024. Namun demikian, fluktuasi nilai LQ menunjukkan bahwa keunggulan komparatif jagung masih dipengaruhi oleh produktivitas, akses input produksi, dan dinamika permintaan pasar. Struktur rantai pasok jagung masih didominasi oleh saluran distribusi yang panjang dengan keterlibatan beberapa perantara, sehingga menyebabkan rendahnya farmer’s share, tingginya margin pemasaran, dan lemahnya posisi tawar petani. Selain itu, model bisnis agribisnis jagung masih bersifat konvensional dan belum optimal dalam memanfaatkan elemen strategis BMC, terutama pada aspek value proposition, channels, customer relationship, dan key partners. Penelitian ini mengusulkan pengembangan model bisnis berbasis koperasi sebagai pusat integrasi distribusi, pemasaran kolektif, dan informasi pasar guna meningkatkan efisiensi rantai pasok dan daya saing agribisnis jagung. Secara ilmiah, penelitian ini berkontribusi pada pengembangan pendekatan integratif yang menghubungkan analisis keunggulan wilayah, rantai pasok, dan model bisnis dalam sistem agribisnis berbasis kawasan. Secara praktis, hasil penelitian dapat menjadi dasar dalam penguatan kelembagaan petani, digitalisasi informasi pasar, dan pengembangan kebijakan agribisnis jagung yang lebih berorientasi pasar dan berkelanjutan.