Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Eksplorasi Rantai Nilai dan Efisiensi Pemasaran Beras di Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan Silviana Putri; Ifan Rizky Kurniyanto; Nurul Arifiyanti; Dwi Martha Yulia
Jurnal Sains Pertanian Vol. 10 No. 1: February, 2026
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Almuslim Bireuen Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51179/jsp.v10i1.3568

Abstract

Beras adalah salah satu pilihan makanan utama masyarakat Indonesia. Secara umum beras diperoleh masyarakat di berbagai toko kelontong/ritel bahkan toko modern. Rantai nilai sebagai suatu pendekatan untuk mengungkap aliran proses input penyaluran produk beras dari petani sebagai produsen awal hingga dapat diperoleh konsumen beras. Pendekatan ini tidak hanya menitikberatkan pada proses, melainkan juga pada nilai yang diperoleh masing-masing aktor. Namun petani sebagai produsen tidak menerima nilai yang tinggi, ini karena perbedaan margin pemasaran yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan eksplorasi rantai nilai beras dan efisiensi pemasaran beras di Kecamatan Burneh sebagai daerah penghasil padi terbesar di Bangkalan. Sampel yang digunakan adalah petani dengan menggunakan probability sampling untuk menentukan petani, sedangkan non-probability sampling untuk penentuan lembaga pemasaran dan konsumen. Hasil temuan ini diperoleht empat saluran pemasaran. Farmer’s share terbanyak terletak pada saluran pemasaran I yaitu petani ke konsumen akhir. Margin pemasaran paling tinggi berada pada saluran pemasaran III, dalam efisiensi pemasaran masing-masing saluran pemasaran menunjukkan efisien. Dengan nilai share yang tinggi pada saluran pemasaran I petani dapat melanjutkan mendistribusikan beras ke konsumen akhir, sehingga share yang diperoleh petani lebih tinggi. Pada fungsi pemasaran, petani dan konsumen menjadi fungsi pertukaran, dan lembaga pemasaran menjadi fungsi pertukaran, distribusi fisik, dan fasilitas.
PREFERENSI WISATAWAN PADA DESTINASI PANTAI TLANGOH KABUPATEN BANGKALAN Ima Komarun Nissaq; Nurul Arifiyanti; Dwi Ratna Hidayati
Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah Vol 20, No 1 (2026): Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47256/kji.v20i1.804

Abstract

ABSTRACTTlangoh Beach, located in Bangkalan Regency, possesses considerable potential for sustainable tourism development. Tourist visitation has varied in recent years, primarily due to inadequate facilities, restricted accessibility, and insufficient information. This study identifies tourist characteristics and analyzes preference structures at Tlangoh Beach. Data were collected through questionnaires administered to 50 respondents selected via accidental sampling. Conjoint analysis and rating scale measurements were employed to assess attributes such as transportation, facilities, natural attractions, and accessibility. The findings indicate that tourism facilities are the most influential attribute (41.9%), with the prayer room (musholla) being the most preferred facility. Most local tourists favor motorcycles as their mode of transportation. The primary natural attraction is the open coastline, while accessibility is largely defined by the availability of directional road signage. It is recommended that management prioritize enhancements to essential facilities, including toilets, prayer rooms, and parking areas. Additionally, providing clear signage and increasing social media promotion are advised. These measures are expected to improve service quality, fulfill visitor needs, and enhance the overall appeal of the destination. Keywords:       Tourist Preferences; Beach Tourism Destination; Tourist Attraction; Tlangoh Beach ABSTRAKPantai Tlangoh salah satu destinasi wisata alam di Kabupaten Bangkalan yang memiliki potensi besar untuk pengembangan pariwisata berkelanjutan. Jumlah kunjungan wisatawan ke destinasi ini menunjukkan fluktuasi yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir, terutama pengaruh dari berkurangnya optimalisasi fasilitas, aksesibilitas, dan informasi yang tersedia. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik wisatawan, dan menganalisis preferensi minat wisatawan di Pantai Tlangoh Kabupaten Bangkalan. Data dikumpulkan melalui kuesioner kepada 50 responden yang dipilih secara accidental sampling dan diolah menggunakan metode analisis konjoin dan pengukuran rating. Atribut yang digunakan terdiri dari transportasi, fasilitas, daya tarik alam dan aksesibilitas. Hasil dari kombinasi preferensi wisatawan menunjukkan bahwa fasilitas wisata menjadi atribut yang paling penting (41.9%) dengan level atribut musholla sebagai pilihan utama pengunjung. Dari segi transportasi, wisatawan lokal lebih memilih menggunakan sepeda motor. Daya tarik utama dari wisata Pantai Tlangoh yaitu Keberadaan garis pantai yang terbuka, sementara aksesibilitas yang diutamakan pengunjung seperti adanya rambu petunjuk jalan. Sehingga rekomendasi yang ditujukan kepada pengelola yaitu dengan memprioritaskan perbaikan fasilitas seperti toilet, musholla, dan area parkir. Selain itu menambahkan rambu petunjuk jalan, dan melakukan promosi melalui media sosial, dengan harapan dapat meningkatkan layanan dan fasilitas untuk memenuhi kebutuhan pengunjung dan meningkatkan daya tarik destinasi wisata. Kata Kunci:      Preferensi Wisatawan; Destinasi Wisata Pantai; Daya Tarik Wisata; Pantai Tlangoh
Strategic priorities for the development of the halal industry in the region: a case study of Bangkalan Regency Isdiana Suprapti; Ririn Kusmawati; Nurul Arifiyanti; Resti Prastika Destiarni
Agriekonomika Vol 14, No 2: October 2025
Publisher : Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture, Universitas Trunojoyo Madura, Indonesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriekonomika.v14i2.33669

Abstract

Bangkalan Regency has the potential to develop the halal industry, supported by a predominantly Muslim population and the growth of MSMEs in the processing sector. However, there has not yet been a mapping of priority areas and flagship commodities that can serve as the basis for formulating a local-based halal industry development strategy. This study aims to determine the strategic priorities for regional halal industry development in Bangkalan Regency. The Analytical Hierarchy Process (AHP) approach was used, involving 17 stakeholders from local government agencies and halal certification support institutions to evaluate five main criteria: human resources, policy support, infrastructure, partnerships, and raw material potential. The analysis results show that human resources are the most dominant factor in determining development priorities, followed by policy support and infrastructure. At the regional level, the districts of Bangkalan, Socah, and Arosbaya are identified as the main priorities based on production capacity and local resource support. These findings emphasize that region-based halal industry development strategies need to prioritize human resource readiness and access to certification as key factors in regional planning.