Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Relevansi Paradigma Filsafat Ilmu Terhadap Perkembangan Metode Penelitian Ilmiah Kontemporer Firanita Putri; Siminto; Yatin Mulyono
PEDAGOGIC: Indonesian Journal of Science Education and Technology Vol. 6 No. 3 (2026): PEDAGOGIC: Indonesian Journal of Science Education and Technology
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54373/ijset.v6i3.5809

Abstract

This study aims to analyze the relevance of the philosophy of science paradigm to the development of contemporary scientific research methods. The study uses a literature study method by examining primary sources in the form of original works by leading philosophers of science and methodologists, as well as secondary sources in the form of articles from national scientific journals indexed by SINTA and international journals indexed by Scopus and Web of Science published in the period 2015–2024. Data are analyzed through a process of identification, classification, comparison, and synthesis of findings to examine the relationship between the philosophy of science paradigm and the development of research methodology. The results of the study show that each research approach, whether quantitative, qualitative, or mixed methods, is based on different ontological, epistemological, and axiological assumptions according to the adopted paradigm. The paradigm shift from positivism to post-positivism, constructivism, and pragmatism also influences how researchers understand reality, acquire knowledge, and determine the research methods used. These findings emphasize that understanding the philosophy of science paradigm plays a crucial role in maintaining the consistency, validity, and meaningfulness of scientific research. Therefore, strengthening paradigmatic literacy is a fundamental need for researchers to produce research that is more reflective, valid, and relevant to contemporary scientific developments.  
Manajemen Prasarana Pendidikan Dalam Meningkatkan Efektivitas Pembelajaran Di Pondok Pesantren Raudhatul Jannah Kota Palangka Raya Ahmad Taufik; Firanita Putri; Sardimi
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Nusantara (JIMNU) Vol. 2 No. 2 (2024): JIMNU - JULI
Publisher : PT. Padang Tekno Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/jimnu.v2i2.289

Abstract

Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui bagaimana proses manajemen prasarana dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran di pondok pesantren Raudhatul Jannah kota Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Hasil yang didapat dari penelitian ini yaitu : (1) Perencanaan prasarana di Pondok Pesantren Raudhatul Jannah Palangka Raya dilakukan dengan rapat kegiatan, dan dilakukan setiap seminggu sekali pada hari kamis, guna memantapkan perencanaan yang dirancang untuk kebutuhan pondok pesantren, dan dilakukan dengan menyesuaikan keperluan santri, unsur yang terlibat dalam perencanaan yakni pihak madrasah dan pihak yayasan. (2) Pengadaan prasarana pendidikan dilakukan dengan menyesuaikan dengan kebutuhan santri, apa yang diperlukan akan dibangun dengan melakukan diskusi bersama pihak yayasan dan pihak madrasah. Pengadaan prasarana juga menyesuaikan  dengan  dana  yang dimiliki, yang berasal  dari sisa uang infaq bulanan, bantuan dari donatur maupun keluarga yayasan, dan usaha kantin dari Pondok Pesantren Raudhatul Jannah sendiri. (3) Penggunaan Prasarana Pendidikan di Pondok Pesantren Raudhatul Jannah diharuskan terpisah antara santri putra dan santri putri. (4) Pemeliharaan Prasarana Pendidikan di Pondok Pesantren Raudhatul Jannah meliputi pembersihan di area pondok pesantren mengandalkan tenaga santri terutama untuk bagian dalam seperti mesjid dan ruang kamar pribadi. Selain itu, untuk pembersihan area luar pondok pesantren memerlukan petugas khusus. (5) Penghapusan Prasarana Pendidikan di Pondok Pesantren Raudhatul Jannah Palangka Raya sudah pernah dilakukan, yaitu penghapusan prasarana berupa dua rumah, satu dapur, satu ruang asrama, dan sepuluh ruang wc