Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Ketersediaan Obat Life-Saving dengan Outcome Pasien Trauma di IGD Serly Sani Mahoklory; Rosida Rosida
JIMAD : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 4 (2026): JIMAD : Jurnal Ilmiah Multidisiplin (July)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Background: Trauma is one of the leading causes of death worldwide, especially among people of productive age. Rapid treatment in the emergency department (ED) greatly determines patient outcomes. One important factor is the availability of life-saving drugs, such as adrenaline, tranexamic acid, antibiotics, opioid analgesics, and intravenous fluids. Objective: This study aims to determine the relationship between the availability of life-saving drugs and the outcome of trauma patients in the ED. Methods: This study used an observational analytical design with a cross-sectional approach. The study sample consisted of trauma patients who came to the ED during the study period. The availability of life-saving drugs was measured using a logistics checklist, while patient outcomes were assessed based on initial stabilization status, level of need for further care, and mortality rates. Analysis was performed using the Chi-square test with a 95% confidence level. Results: The results showed a significant relationship between the availability of life-saving drugs and the outcome of trauma patients (p < 0.05). Patients with quick access to life-saving drugs were more likely to stabilize and survive than patients who did not receive immediate medication. Conclusion: The availability of life-saving drugs in the ED is closely related to trauma patient outcomes. Optimizing logistics management and emergency pharmacy availability is very important for improving the quality of ED services. Keywords: Trauma, ED, Life-Saving Drugs, Patient Outcomes ABSTRAK Latar Belakang: Trauma merupakan salah satu penyebab utama kematian di dunia, terutama pada usia produktif. Penanganan cepat di Instalasi Gawat Darurat (IGD) sangat menentukan outcome pasien. Salah satu faktor penting adalah ketersediaan obat life-saving, seperti adrenalin, traneksamat, antibiotik, opioid analgesik, dan cairan intravena.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara ketersediaan obat life-saving dengan outcome pasien trauma di IGD. Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian adalah pasien trauma yang datang ke IGD dalam periode penelitian. Ketersediaan obat life-saving diukur menggunakan checklist logistik, sedangkan outcome pasien dilihat berdasarkan status stabilisasi awal, tingkat kebutuhan perawatan lanjutan, serta angka mortalitas. Analisis menggunakan uji Chi-square dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara ketersediaan obat life-saving dengan outcome pasien trauma (p < 0,05). Pasien dengan akses cepat terhadap obat-obatan life-saving memiliki kemungkinan lebih besar untuk stabil dan bertahan hidup dibandingkan pasien yang tidak segera mendapat obat. Kesimpulan: Ketersediaan obat life-saving di IGD berhubungan erat dengan outcome pasien trauma. Optimalisasi manajemen logistik dan ketersediaan farmasi emergensi sangat penting untuk meningkatkan kualitas layanan IGD. Kata Kunci: Trauma, IGD, Obat Life-Saving, Outcome Pasien
Implementasi Layanan Home Care Dalam Meningkatkan Kualitas Hidup Pasien Di Masyarakat Andi Kamal M. Sallo; Marlin Eppang; Rosida Rosida
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Juni)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Home care services represent an innovative approach in healthcare delivery aimed at improving patients' quality of life, particularly for individuals with chronic illnesses, elderly patients, and those requiring post-hospital care. This community service program (PKM) aims to implement home care services to enhance the quality of life of patients within the community. The methods used include health education, home visits, patient condition monitoring, and family empowerment in providing self-care. The target group consists of communities with limited access to healthcare services in the assisted areas. The results indicate an improvement in family knowledge regarding patient care, increased treatment adherence, and better health conditions and quality of life among patients. The implementation of home care services has proven to be an effective holistic approach to improving patient well-being in the community. Keywords: Home Care, Quality Of Life, Patient, Community Service, Community Health ABSTRAK Pelayanan kesehatan berbasis rumah (home care) merupakan salah satu inovasi dalam sistem pelayanan kesehatan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien, khususnya pasien dengan penyakit kronis, lansia, serta pasien pasca perawatan di fasilitas kesehatan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk mengimplementasikan layanan home care sebagai upaya meningkatkan kualitas hidup pasien di masyarakat. Metode yang digunakan meliputi edukasi kesehatan, kunjungan rumah, pemantauan kondisi pasien, serta pemberdayaan keluarga dalam perawatan mandiri. Sasaran kegiatan adalah masyarakat dengan keterbatasan akses layanan kesehatan di wilayah binaan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman keluarga terhadap perawatan pasien, peningkatan kepatuhan pengobatan, serta perbaikan kondisi kesehatan dan kualitas hidup pasien. Implementasi layanan home care terbukti efektif sebagai pendekatan holistik dalam meningkatkan kesejahteraan pasien di masyarakat. Kata Kunci: Home Care, Kualitas Hidup, Pasien, Pengabdian Masyarakat, Kesehatan Komunitas