Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Implementasi dan Tantangan Pengurusan Legalitas Usaha Pada UMKM Sektor Kuliner: Studi Kasus Gorengan Nusantara di Ruko Maggriore, Gading Serpong Aditya Riski Putra Septyadi; Diana Michiko; Felix Effny; Salwa Alzena Salsabila; Budi Setiawan
Jurnal Pariwisata dan Perhotelan Vol. 3 No. 1 (2025): November
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pjpp.v3i1.5243

Abstract

This study aims to analyze the implementation and challenges of business legality fulfillment in culinary MSMEs through a case study of Gorengan Nusantara located in Ruko Maggriore, Gading Serpong, and to evaluate the effectiveness of technical assistance in supporting the licensing process. The research employed a qualitative approach using a case study design. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation during November–December 2025. Observations focused on operational activities and administrative readiness, interviews explored the owner’s experiences and perceptions regarding business legality, and documentation included licensing records and supporting files.The results show that Gorengan Nusantara initially did not possess business legality for the new venture due to time constraints and limited managerial capacity, despite the owner having prior experience with the OSS system. Through structured technical assistance, the MSME successfully obtained a new Business Identification Number (NIB) via the OSS–Amdalnet system. The assistance played a crucial role in determining the appropriate Indonesian Standard Industrial Classification (KBLI), completing environmental screening requirements, and navigating digital licensing procedures. Furthermore, the trademark application as part of Intellectual Property Rights (IPR) registration was submitted on 20 November 2025 and is currently under substantive examination. Although the certificate has not yet been issued, the proof of application provides initial legal protection for the business identity. Overall, the findings demonstrate that technical and administrative assistance significantly improves MSME compliance with business legality requirements by reducing procedural errors, enhancing understanding of digital licensing systems, and accelerating the legalization process. This study highlights the importance of structured assistance programs in strengthening MSME readiness within Indonesia’s digital licensing framework.
Analisis Kemudahan Akses, Informasi, dan Orientasi Wisatawan dalam Meningkatkan Pelayanan di Kampung Wisata Tematik Ranca Indah Gabriella Hidayat; Diana Michiko; Muhammad Thio Faza Saidina; Tania Jayadiputri; Budi Setiawan
Jurnal Pariwisata dan Perhotelan Vol. 3 No. 2 (2026): February
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pjpp.v3i2.5814

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peningkatan kualitas layanan pada destinasi pariwisata berbasis masyarakat melalui kemudahan akses, ketersediaan informasi, dan orientasi wisatawan. Ketiga aspek tersebut berperan penting dalam membentuk pengalaman, kepuasan, serta keberlanjutan pengelolaan destinasi. Berbagai studi menunjukkan bahwa aksesibilitas, informasi digital, sistem penunjuk arah, serta tata kelola berbasis masyarakat menjadi faktor utama dalam meningkatkan daya saing desa wisata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran akses, informasi, dan orientasi wisatawan dalam meningkatkan layanan di Kampung Wisata Tematik Ranca Indah, Tangerang Selatan. Penelitian dilaksanakan pada Februari hingga Maret 2026 dengan pendekatan kualitatif. Data primer diperoleh melalui wawancara mendalam dengan Ketua Kampung Wisata dan Ketua Pokdarwis, serta didukung oleh observasi dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas layanan dipengaruhi oleh akses masuk dan keluar yang terintegrasi, identitas destinasi yang jelas, ketersediaan informasi layanan, serta penataan elemen orientasi di dalam kawasan. Program seperti pembuatan logo, penyusunan SOP wisata, penetapan aturan pengunjung, dan pemasangan banner terbukti meningkatkan visibilitas, alur layanan, dan kesiapan pengelolaan. Hal ini menunjukkan bahwa optimalisasi ketiga aspek tersebut mampu meningkatkan citra destinasi dan kenyamanan wisatawan.