Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Strategi Pengembangan UMKM Marbule Martabak & Drink Melalui Pendampingan Legalitas Usaha Talitha Ferina Aileen Fauzi; Valencia Martha; Gracia Nathania; Muhammad Thio Faza Saidina; Budi Setiawan
Journal of Micro, Small and Medium Enterprises Vol. 2 No. 3 (2026): January
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/umkm.v2i3.1005

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran strategis sebagai pilar utama dalam stabilitas perekonomian nasional, namun dalam praktiknya masih menghadapi berbagai tantangan fundamental, khususnya terkait aspek legalitas dan formalitas usaha. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengembangan UMKM Marbule Martabak & Drink melalui program pendampingan legalitas usaha sebagai upaya sistematis untuk meningkatkan daya saing, perlindungan hukum, dan keberlanjutan bisnis di pasar yang kompetitif. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus, di mana data dikumpulkan melalui teknik wawancara mendalam kepada pemilik usaha, observasi lapangan secara langsung, serta studi dokumentasi yang komprehensif. Proses pendampingan dilakukan secara terstruktur dan integratif, meliputi aktivasi akun pada sistem Online Single Submission (OSS), optimalisasi Nomor Induk Berusaha (NIB) sebagai identitas resmi, pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI) untuk perlindungan merek dagang dan logo, pengurusan sertifikasi halal guna menjamin standar kualitas produk, serta penguatan aspek pemasaran melalui strategi rebranding dan pemanfaatan media sosial secara efektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendampingan legalitas mampu meningkatkan pemahaman pemilik UMKM secara signifikan terhadap pentingnya formalisasi usaha, memperkuat kepastian hukum, serta meningkatkan kredibilitas dan kepercayaan konsumen terhadap produk yang ditawarkan. Selain itu, kepemilikan legalitas yang lengkap membuka peluang lebih besar bagi pelaku usaha dalam mengakses sumber pembiayaan formal perbankan serta berbagai program pemberdayaan pemerintah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendampingan legalitas yang terintegrasi dengan strategi pengembangan pemasaran merupakan fondasi strategis dalam mentransformasi UMKM dari usaha informal menjadi entitas bisnis yang profesional, legal, dan memiliki keberlanjutan jangka panjang.
Analisis Kemudahan Akses, Informasi, dan Orientasi Wisatawan dalam Meningkatkan Pelayanan di Kampung Wisata Tematik Ranca Indah Gabriella Hidayat; Diana Michiko; Muhammad Thio Faza Saidina; Tania Jayadiputri; Budi Setiawan
Jurnal Pariwisata dan Perhotelan Vol. 3 No. 2 (2026): February
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pjpp.v3i2.5814

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peningkatan kualitas layanan pada destinasi pariwisata berbasis masyarakat melalui kemudahan akses, ketersediaan informasi, dan orientasi wisatawan. Ketiga aspek tersebut berperan penting dalam membentuk pengalaman, kepuasan, serta keberlanjutan pengelolaan destinasi. Berbagai studi menunjukkan bahwa aksesibilitas, informasi digital, sistem penunjuk arah, serta tata kelola berbasis masyarakat menjadi faktor utama dalam meningkatkan daya saing desa wisata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran akses, informasi, dan orientasi wisatawan dalam meningkatkan layanan di Kampung Wisata Tematik Ranca Indah, Tangerang Selatan. Penelitian dilaksanakan pada Februari hingga Maret 2026 dengan pendekatan kualitatif. Data primer diperoleh melalui wawancara mendalam dengan Ketua Kampung Wisata dan Ketua Pokdarwis, serta didukung oleh observasi dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas layanan dipengaruhi oleh akses masuk dan keluar yang terintegrasi, identitas destinasi yang jelas, ketersediaan informasi layanan, serta penataan elemen orientasi di dalam kawasan. Program seperti pembuatan logo, penyusunan SOP wisata, penetapan aturan pengunjung, dan pemasangan banner terbukti meningkatkan visibilitas, alur layanan, dan kesiapan pengelolaan. Hal ini menunjukkan bahwa optimalisasi ketiga aspek tersebut mampu meningkatkan citra destinasi dan kenyamanan wisatawan.