Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MANAJEMEN KEPEMIMPINAN KEPALA MADRASAH BERBASIS KETELADANAN DAN MUSYAWARAH DALAM MENINGKATKAN DISIPLIN GURU:STUDI KASUS DI MA DAARUL HUDA LITAHFIDHIL QUR'AN MALANG Miftahul Hamida; Muhammad Husni
SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah Vol. 3 No. 6 (2026): SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah, Juni 2026
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/sinergi.v3i6.2617

Abstract

This study aims to describe and analyze the leadership management of the madrasah principal grounded in exemplary leadership (uswah hasanah) and consultative leadership (musyawarah/shura) and its impact on improving teacher discipline at MA Daarul Huda Litahfidhil Qur'an Malang. A qualitative approach with a single case study design was employed. Data were collected through participatory observation, in-depth interviews with the principal, vice principals, senior teachers, junior teachers, and educational staff, as well as document analysis over approximately two months. The findings reveal that the principal implements exemplary leadership through three key dimensions: (1) punctuality by arriving before teachers; (2) religious exemplarity through active participation as congregational prayer leader and Tahfidz Al-Qur'an program participant; and (3) professional work ethic and egalitarian social interaction. Consultative leadership is implemented through a structured forum system—daily, weekly, monthly, and annual meetings—which has evolved into an organizational culture of the madrasah. The integration of both leadership patterns produced measurable impacts: improved teacher attendance discipline, enhanced affective commitment in carrying out duties, and the growth of collective responsibility grounded in Islamic values. This study affirms that Islamic values-based leadership management—particularly uswah hasanah and shura—is empirically effective in building a culture of discipline in Islamic educational institutions.
Strategi Penerapan Student-Centered Learning Pada Pembelajaran Bahasa Arab: Studi Kasus Kendala Dan Solusi Bagi Guru Di Ma Daarul Huda Gondanglegi Wetan Malang Miftahul Hamida; Sita Acetylena
Journal on Pustaka Cendekia Informatika Vol. 3 No. 2 (2025): Journal on Pustaka Cendekia Informatika: Volume 3 Nomor 2 June-September Tahun
Publisher : PT Pustaka Cendekia Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70292/pctif.v3i2.127

Abstract

Pembelajaran Bahasa Arab di tingkat Madrasah Aliyah (MA) menuntut pendekatan yang mampu mengakomodasi keberagaman kemampuan linguistik siswa sekaligus mendorong keaktifan belajar secara mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi penerapan Student-Centered Learning (SCL), mengidentifikasi kendala yang dihadapi guru dalam implementasinya, serta menelaah solusi yang diterapkan guru Bahasa Arab di MA Daarul Huda Gondanglegi Wetan Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan guru Bahasa Arab, observasi partisipatif di kelas, dan dokumentasi perangkat pembelajaran. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman, yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dijamin melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan SCL melalui metode Role Playing untuk maharah kalam, Cooperative Learning tipe Jigsaw untuk pembelajaran qawaid, serta pemanfaatan media interaktif berbasis gamifikasi seperti Kahoot dan Wordwall. Kendala utama yang ditemukan meliputi heterogenitas kemampuan awal siswa antara lulusan MTs/Pesantren dan SMP umum, keterbatasan alokasi waktu pembelajaran, serta mentalitas spoon-feeding yang masih mengakar pada sebagian siswa. Sebagai respons, guru menerapkan sistem peer tutoring dengan pembagian kelompok heterogen, strategi flipped classroom sederhana berbasis modul cetak yang dibaca pada jam belajar malam pesantren, dan pembentukan no-blaming culture untuk membangun kepercayaan diri siswa. Temuan ini menegaskan bahwa implementasi SCL yang efektif di madrasah memerlukan adaptasi kontekstual yang cermat terhadap realitas sosio-akademik siswa.