ABSTRACT The ability to regulate oneself is one of the factors that influences the quality of students’ behavior in responding to academic and social demands within the school environment. When this capacity is not adequately developed, various maladaptive behaviors may emerge, ranging from difficulties in managing emotions to a lack of responsibility toward school tasks and regulations. In this context, group counseling is considered to have the potential to facilitate the development of self-control through interaction, reflection, and peer support. This study was conducted to examine the effect of group counseling services on the self-control of tenth-grade students in the Motorcycle Engineering Program at SMKN 2 Lingsar, West Lombok. The study involved 21 students selected through purposive sampling and employed a quantitative pre-experimental approach using a one-group pretest-posttest design. Data were collected using a self-control questionnaire and analyzed through a paired sample t-test. The findings revealed an increase in the mean score from 61.86 in the pretest to 65.24 in the posttest. Statistical analysis yielded a t-value of 2.209, exceeding the critical t-value of 2.086 at the 5% significance level. These findings indicate that the learning experiences fostered through group dynamics contributed to the improvement of students’ ability to regulate behavior, manage emotions, and make more responsible decisions. The study further expands empirical evidence that self-control is not merely a factor influencing student behavior but can also be enhanced through structured group counseling interventions. ABSTRAK Kemampuan mengendalikan diri menjadi salah satu faktor yang berpengaruh terhadap kualitas perilaku siswa dalam menghadapi tuntutan akademik maupun sosial di sekolah. Ketika kemampuan tersebut belum berkembang secara optimal, berbagai bentuk perilaku kurang adaptif dapat muncul, mulai dari kesulitan mengelola emosi hingga rendahnya tanggung jawab terhadap tugas dan aturan sekolah. Dalam konteks tersebut, layanan konseling kelompok dipandang memiliki potensi untuk memfasilitasi proses pengembangan self-control melalui interaksi, refleksi, dan dukungan antarpeserta. Kajian ini diarahkan untuk menelaah pengaruh layanan konseling kelompok terhadap kontrol diri siswa kelas X Teknik Sepeda Motor (TSM) SMKN 2 Lingsar Lombok Barat. Penelitian melibatkan 21 siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dan dilaksanakan melalui rancangan one group pretest-posttest dalam pendekatan kuantitatif pre-experimental. Data diperoleh menggunakan angket kontrol diri dan dianalisis dengan uji paired sample t-test. Perubahan skor terlihat dari peningkatan rata-rata hasil pengukuran, yaitu dari 61,86 pada tahap pretest menjadi 65,24 pada tahap posttest. Analisis statistik menghasilkan nilai t hitung sebesar 2,209 yang melampaui t tabel 2,086 pada taraf signifikansi 5%. Temuan tersebut memperlihatkan bahwa pengalaman belajar yang terbentuk melalui dinamika kelompok berkontribusi terhadap berkembangnya kemampuan siswa dalam mengarahkan perilaku, mengelola emosi, dan mempertimbangkan tindakan secara lebih bertanggung jawab. Hasil ini memperluas bukti empiris bahwa self-control tidak hanya berperan sebagai faktor yang memengaruhi perilaku siswa, tetapi juga dapat dikembangkan melalui intervensi konseling kelompok yang terstruktur.