Nuraeni Nuraeni
Program Studi Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi Universitas Pendidikan Mandalika

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH KONSELING KELOMPOK TERHADAP KONTROL DIRI (SELF CONTROL) PADA SISWA KELAS X SMK Nuraeni Nuraeni; Rizal Pramudiansah
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v6i3.11270

Abstract

ABSTRACT The ability to regulate oneself is one of the factors that influences the quality of students’ behavior in responding to academic and social demands within the school environment. When this capacity is not adequately developed, various maladaptive behaviors may emerge, ranging from difficulties in managing emotions to a lack of responsibility toward school tasks and regulations. In this context, group counseling is considered to have the potential to facilitate the development of self-control through interaction, reflection, and peer support. This study was conducted to examine the effect of group counseling services on the self-control of tenth-grade students in the Motorcycle Engineering Program at SMKN 2 Lingsar, West Lombok. The study involved 21 students selected through purposive sampling and employed a quantitative pre-experimental approach using a one-group pretest-posttest design. Data were collected using a self-control questionnaire and analyzed through a paired sample t-test. The findings revealed an increase in the mean score from 61.86 in the pretest to 65.24 in the posttest. Statistical analysis yielded a t-value of 2.209, exceeding the critical t-value of 2.086 at the 5% significance level. These findings indicate that the learning experiences fostered through group dynamics contributed to the improvement of students’ ability to regulate behavior, manage emotions, and make more responsible decisions. The study further expands empirical evidence that self-control is not merely a factor influencing student behavior but can also be enhanced through structured group counseling interventions. ABSTRAK Kemampuan mengendalikan diri menjadi salah satu faktor yang berpengaruh terhadap kualitas perilaku siswa dalam menghadapi tuntutan akademik maupun sosial di sekolah. Ketika kemampuan tersebut belum berkembang secara optimal, berbagai bentuk perilaku kurang adaptif dapat muncul, mulai dari kesulitan mengelola emosi hingga rendahnya tanggung jawab terhadap tugas dan aturan sekolah. Dalam konteks tersebut, layanan konseling kelompok dipandang memiliki potensi untuk memfasilitasi proses pengembangan self-control melalui interaksi, refleksi, dan dukungan antarpeserta. Kajian ini diarahkan untuk menelaah pengaruh layanan konseling kelompok terhadap kontrol diri siswa kelas X Teknik Sepeda Motor (TSM) SMKN 2 Lingsar Lombok Barat. Penelitian melibatkan 21 siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dan dilaksanakan melalui rancangan one group pretest-posttest dalam pendekatan kuantitatif pre-experimental. Data diperoleh menggunakan angket kontrol diri dan dianalisis dengan uji paired sample t-test. Perubahan skor terlihat dari peningkatan rata-rata hasil pengukuran, yaitu dari 61,86 pada tahap pretest menjadi 65,24 pada tahap posttest. Analisis statistik menghasilkan nilai t hitung sebesar 2,209 yang melampaui t tabel 2,086 pada taraf signifikansi 5%. Temuan tersebut memperlihatkan bahwa pengalaman belajar yang terbentuk melalui dinamika kelompok berkontribusi terhadap berkembangnya kemampuan siswa dalam mengarahkan perilaku, mengelola emosi, dan mempertimbangkan tindakan secara lebih bertanggung jawab. Hasil ini memperluas bukti empiris bahwa self-control tidak hanya berperan sebagai faktor yang memengaruhi perilaku siswa, tetapi juga dapat dikembangkan melalui intervensi konseling kelompok yang terstruktur.
HUBUNGAN ANTARA SELF-ESTEEM DENGAN KEMAMPUAN MENGELOLA EMOSI PADA SISWA KELAS VIII Novian Fachri; Ni Ketut Alit Suarti; Nuraeni Nuraeni
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v6i4.14338

Abstract

ABSTRACT Emotion management is an important aspect of supporting students’ adjustment and social interaction in the school environment. One psychological aspect related to this ability is self-esteem, which refers to an individual’s evaluation of their own worth and abilities. This study aimed to determine the relationship between self-esteem and emotion management ability among eighth-grade students at SMP Salafiyah Darul Falah in the 2025/2026 academic year. This study employed a quantitative approach with a correlational research design. The sample consisted of 97 students selected using simple random sampling. Data were collected using self-esteem and emotion management questionnaires and analyzed using the Pearson Product Moment correlation test with the assistance of SPSS. The results showed a correlation coefficient of 0.676 with a significance value of 0.000 (p < 0.05). These results indicate a positive and significant relationship between self-esteem and emotion management ability, with the strength of the relationship categorized as strong. The findings indicate that higher levels of students’ self-esteem tend to be associated with better emotion management ability. These findings may serve as a basis for schools and guidance and counseling teachers to develop services that support the strengthening of students’ self-esteem and emotion management ability. ABSTRAK Kemampuan mengelola emosi merupakan aspek penting dalam mendukung penyesuaian diri dan interaksi sosial siswa di lingkungan sekolah. Salah satu aspek psikologis yang berkaitan dengan kemampuan tersebut adalah self-esteem, yaitu penilaian individu terhadap keberhargaan dan kemampuan dirinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self-esteem dengan kemampuan mengelola emosi pada siswa kelas VIII SMP Salafiyah Darul Falah Tahun Pelajaran 2025/2026. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Sampel penelitian berjumlah 97 siswa yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan melalui angket self-esteem dan angket kemampuan mengelola emosi, kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar 0,676 dengan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05). Nilai tersebut menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara self-esteem dengan kemampuan mengelola emosi, dengan tingkat hubungan berada pada kategori kuat. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi self-esteem siswa, semakin baik kecenderungan kemampuan siswa dalam mengelola emosinya. Hasil penelitian dapat menjadi dasar bagi sekolah dan guru BK dalam mengembangkan layanan yang mendukung penguatan self-esteem dan kemampuan mengelola emosi siswa.