Tenaga rekam medis memiliki peran penting dalam sistem pelayanan kesehatan dengan mengelola data medis pasien. Seiring dengan meningkatnya jumlah pasien dan permasalahan data medis, beban kerja tenaga rekam medis semakin tinggi. Beban kerja yang berat ini dapat mempengaruhi kepuasan kerja tenaga rekam medis, yang pada akhirnya dapat berdampak menurunnya efektivitas sistem rekam medis dan berdampak negatif pada pelayanan kesehatan secara keseluruhan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara beban kerja dan kepuasan kerja tenaga rekam medis di Rumah Sakit Bhayngkara Pusdik Sabhara Porong. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif. Populasi penelitian terdiri dari 11 tenaga rekam medis dan menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner, wawancara serta mencakup data primer yang diperoleh dari responden dan data sekunder dari studi dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) – Partial Least Squares (PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa beban kerja memiliki pengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja dengan koefisien jalur sebesar 0,086, yang mengindikasikan bahwa beban kerja yang tinggi berhubungan dengan penurunan kepuasan kerja. Tenaga rekam medis dalam rentang usia 20-29 tahun dan dengan masa kerja kurang dari 5 tahun menunjukkan tingkat kepuasan yang lebih tinggi, dengan koefisien jalur -0,122 dan 0,14 pada masing-masing. Berdasarkan analisis tersebut, disarankan agar manajemen Rumah Sakit Bhayangkara Puusdik Sabhara Porong mengelola beban kerja tenaga rekam medis sesuai dengan kompetensinya untuk mengurangi tekanan kerja. Selain itu pemberian reward dan kompensasi yang sesaui dengan prestasi dan masa kerja perlu ditingkatkan untuk meningkatkan kepuasan kerja.