Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Matematika dalam Keabadian: Antara Realitas Alam dan Konstruksi Pikiran Manusia ELVINA ASMI; Leni Agus Meria; Maradona Maradona
Proximal: Jurnal Penelitian Matematika dan Pendidikan Matematika Vol. 9 No. 2 (2026): Exploring Mathematics through Education, Modeling, Finance, and Cultural Perspe
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/proximal.v9i2.8432

Abstract

Matematika merupakan disiplin ilmu yang memiliki karakter unik karena berada pada persimpangan antara realitas alam dan konstruksi pikiran manusia. Kajian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hakikat keabadian matematika melalui analisis konseptual terhadap hubungan antara pola-pola alam dan proses kognitif manusia dalam membangun pengetahuan matematika. Penelitian ini menjadi urgen untuk dilakukan guna memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang matematika sebagai entitas yang menjembatani realitas empiris dan konstruksi konseptual. Kajian ini diharapkan tidak hanya memperkaya diskursus filsafat matematika, tetapi juga memberikan implikasi yang lebih luas bagi pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kepustakaan (library research), yang memanfaatkan berbagai sumber literatur ilmiah terkait filsafat matematika, konstruktivisme, dan fenomena matematis dalam alam. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara sistematis. Hasil kajian menunjukkan bahwa matematika tidak dapat dipahami secara parsial sebagai entitas yang sepenuhnya ditemukan maupun sepenuhnya diciptakan. Pola-pola matematis yang konsisten dalam alam, seperti spiral Fibonacci dan struktur fraktal, menunjukkan adanya keteraturan objektif yang dapat dimodelkan secara matematis. Di sisi lain, konsep-konsep matematika berkembang melalui proses abstraksi, generalisasi, dan simbolisasi yang merupakan aktivitas kognitif manusia. Keabadian matematika terletak pada kemampuannya mempertahankan konsistensi dan relevansi lintas ruang dan waktu, yang merupakan hasil sintesis antara stabilitas hukum alam dan struktur logika dalam pikiran manusia. Dengan demikian, matematika dapat dipahami sebagai entitas yang menjembatani antara dunia empiris dan konseptual. Temuan ini memberikan implikasi bahwa pembelajaran matematika tidak hanya perlu menekankan aspek prosedural, tetapi juga pemahaman filosofis untuk memperkaya cara pandang terhadap matematika sebagai bagian dari realitas dan konstruksi intelektual manusia. Dengan demikian, matematika dapat diposisikan secara lebih utuh sebagai sarana memahami dunia sekaligus sebagai hasil konstruksi intelektual manusia yang terus berkembang.
Implementasi Implementasi Pendekatan Multisensori Dalam Pembelajaran Matematika: Analisis Efektivitas Gaya Belajar Visual, Auditori, Dan Kinestetik Terhadap Siswa Elvina Asmi; Mutia Eliza; Leni Agus Meria; Maradona Maradona
Venn: Journal of Sustainable Innovation on Education, Mathematics and Natural Sciences Vol. 5 No. 3 (2026): Riset Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/venn.v5i3.448

Abstract

Mathematics is an abstract and hierarchical discipline, which often poses challenges to students’ understanding. Many students experience difficulties not solely due to the complexity of the subject matter, but rather because the instructional strategies employed are not aligned with their individual learning characteristics. The diversity of students’ learning characteristics demands adaptive and inclusive instructional approaches. This study aims to analyze the effectiveness of implementing a multisensory approach in mathematics learning from the perspective of visual, auditory, and kinesthetic learning styles. The study used a quasi-experimental design with a pretest–posttest control group design. The subjects were eighth-grade students at SMPN 27 Kerinci, consisting of 9 students in the experimental class and 8 students in the control class. The research instrument was a mathematics learning achievement test administered before and after the treatment. The results showed a significant difference between the learning outcomes of students taught using a multisensory approach and conventional learning. The average increase in learning outcomes in the experimental class was higher than in the control class, with the N-Gain value in the medium category, while the control class was in the low category. The results of the independent sample t-test showed a significance value less than 0.05, indicating that the multisensory approach was proven effective in improving mathematics learning outcomes.