Syamsinar Syamsinar
State University of Makassar

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Proses Pembelajaran Matematika untuk Siswa Berkebutuhan Khusus di Kelas Inklusi Halil Arianto; Syamsinar Syamsinar; Fadhilah Nur Sa'diyyah
Proximal: Jurnal Penelitian Matematika dan Pendidikan Matematika Vol. 9 No. 2 (2026): Volume 9 Nomor 2 Tahun 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/proximal.v9i2.8611

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi proses pembelajaran matematika untuk siswa penyandang disabilitas (ABK) di kelas inklusi di SD Negeri 6 Lokkasaile Pangkajene, Indonesia. Penelitian ini menjadi penting mengingat meningkatnya implementasi pendidikan inklusif di Indonesia belum sepenuhnya diimbangi dengan kesiapan sumber daya, tenaga pendidik khusus, serta sarana pembelajaran yang memadai, khususnya dalam pembelajaran matematika yang menuntut kemampuan berpikir abstrak. Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan kesenjangan layanan pendidikan dan rendahnya keterlibatan serta pemahaman konsep matematika bagi ABK. Sejalan dengan kebijakan nasional (Permendiknas No. 70/2009, UU No. 8/2016) dan kerangka kerja global Tujuan Pembangunan Berkelanjutan PBB No. 4, penelitian ini mengeksplorasi tantangan sistemik dan strategi praktis untuk pendidikan yang adil. Data dikumpulkan melalui observasi kelas, wawancara semi-terstruktur dengan guru, dan analisis artefak (rencana pelajaran, pekerjaan siswa), dengan analisis tematik yang dilakukan melalui NVivo. Temuan menunjukkan adanya hambatan yang signifikan: (1) ketiadaan Guru Pendidikan Khusus (GPK), yang memaksa pendidik umum untuk menjalankan peran ganda, dan (2) infrastruktur yang tidak memadai, termasuk materi pembelajaran yang seragam dan kurangnya ruang sumber daya, yang menghambat keterlibatan dan penguasaan konsep-konsep matematika oleh ABK. Terlepas dari upaya guru untuk memodifikasi rencana pembelajaran, ABK kesulitan dalam penalaran abstrak dan pemecahan masalah karena dukungan yang terpecah-pecah dan lingkungan yang bising dan ramai. Studi ini mengusulkan solusi berbasis bukti yang berakar pada Universal Design for Learning (UDL), termasuk merekrut GPK, membangun ruang sumber daya multisensorik, dan mengintegrasikan bimbingan teman sebaya. Rekomendasi untuk para pembuat kebijakan menekankan pada pendanaan hibah infrastruktur dan penegakan kepatuhan terhadap standar inklusi, sementara sekolah-sekolah didesak untuk mengadopsi media pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan siswa dan dukungan individual. Dengan mengatasi kesenjangan sistemik ini, studi ini berkontribusi pada strategi lokal untuk meningkatkan pendidikan matematika inklusif di sekolah dasar serta menjembatani kesenjangan antara kebijakan dan praktik pendidikan inklusif.
Pengaruh Kemandirian Belajar Dan Motivasi Berprestasi Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Syamsinar Syamsinar; Halil Arianto Halil
Proximal: Jurnal Penelitian Matematika dan Pendidikan Matematika Vol. 9 No. 2 (2026): Volume 9 Nomor 2 Tahun 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/proximal.v9i2.8615

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kemandirian belajar dan motivasi berprestasi terhadap hasil belajar matematika siswa di SMA PGRI Kabupaten Gowa. Hasil penelitian diharapkan memberikan kontribusi bagi pengembangan pembelajaran matematika, khususnya dalam meningkatkan kemandirian belajar serta motivasi berprestasi siswa. Dengan demikian, peningkatan kedua aspek tersebut diharapkan dapat mendukung pencapaian hasil belajar matematika siswa secara lebih optimal.Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA PGRI Sungguminasa yang berjumlah 51 siswa, sedangkan sampel penelitian adalah seluruh anggota populasi yang diambil melalui teknik sampling jenuh. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala kemandirian belajar, skala motivasi berprestasi, dan dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial. Berdasarkan hasil analisis data menggunakan statistik deskriptif, diperoleh bahwa kemandirian belajar memiliki nilai rata-rata sebesar 37,29 yang berada pada kategori sedang dari 51 sampel, dengan nilai terendah 23 dan nilai tertinggi 50. Untuk motivasi berprestasi, diperoleh nilai rata-rata sebesar 46,09 yang berada pada kategori tinggi dari 51 sampel, dengan nilai terendah 34 dan nilai tertinggi 58. Sementara itu, untuk hasil belajar matematika diperoleh nilai rata-rata sebesar 87,04 yang berada pada kategori tinggi dari 51 sampel, dengan nilai terendah 75 dan nilai tertinggi 99. Hasil analisis statistik inferensial (regresi linier berganda) menunjukkan bahwa Fhitung > Ftabel (4,300 > 2,560). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kemandirian belajar dan motivasi berprestasi berpengaruh terhadap hasil belajar matematika siswa.
The “Cek Khodam” Phenomenon on Tiktok In Online Media Discourse: An Islamic Legal Perspective Qudratullah Qudratullah; Putri Diesy Fitriani; Mizanurafi’ Ghifarhadi Prasiefa; Syamsinar Syamsinar; Mohammad Harith Amlus
Mawaddah: Jurnal Hukum Keluarga Islam Vol 3 No 2 (2025): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52496/mjhki.v3i2.66

Abstract

This study examines the “Cek Khodam” phenomenon on TikTok by analyzing its construction in online media discourse and its implications from an Islamic legal perspective. Existing studies on digital culture tend to emphasize virality and user engagement, while limited attention has been given to how mystical digital content is framed in the media and evaluated through Islamic jurisprudence, indicating a significant research gap. This research employs a qualitative approach using library research, with data drawn from online news articles published in Indonesian media during June–July 2024. The study applies Robert N. Entman’s framing model to explore how the phenomenon is defined, interpreted, and morally evaluated in digital narratives. The findings reveal that “Cek Khodam” is framed as both entertainment and controversy, reflecting the commodification of spiritual beliefs in digital culture. From an Islamic legal perspective, the phenomenon raises concerns related to gharar, deception, and unverifiable spiritual claims. These practices can be critically examined through sadd al-dharī‘ah and contradict the objectives of maqāṣid al-sharī‘ah, particularly in preserving intellect and faith. This study contributes by integrating media framing analysis with ushul fiqh, offering a novel framework for regulating digital religious content.