Halil Arianto
State University of Makassar

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Error analysis of vocational students in solving linear equation problems Intan Buhati Asfyra; Wayan Rumite; Syamsinar; Halil Arianto
LINEAR: Journal of Mathematics Education Vol. 7 No. 1 (2026): Volume 7 Nomor 1 June 2026
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguran IAIN Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/linear.v7i1.16-30

Abstract

Difficulties in understanding algebraic concepts often lead vocational high school students to make systematic errors in solving linear-equation problems. This study analyzes the types and causes of students’ errors in solving One-Variable Linear Equations (PLSV) and Two-Variable Linear Equation Systems (SPLDV). A qualitative descriptive design was used with purposive sampling involving 25 tenth-grade Fashion Design students at SMKN 6 Palembang who had completed introductory algebra units. Instruments consisted of six problem-solving items on PLSV and SPLDV; their content validity was established through expert review and pilot testing, followed by item refinement. Data were analyzed using Miles and Huberman’s interactive model with a predefined coding scheme developed from literature-based error categories. The analysis included error identification, code assignment, category confirmation through coder agreement checks, data display, and conclusion drawing. Five dominant error types emerged: (1) equation-manipulation errors rooted in procedural “transposing” without conceptual grounding, (2) misapplication of the distributive property and negative signs, (3) modeling errors when translating word problems, (4) integer-operation errors, and (5) failure to connect results to context. The findings show intertwined conceptual and procedural difficulties. Practical implications include structured learning sequences in which teachers first build conceptual schemas through visual representations, then guide students in modeling real-world scenarios using modeling templates, and finally implement reflective routines such as error-analysis sheets and justification prompts to consolidate understanding and reduce algebraic errors.
Analisis Proses Pembelajaran Matematika untuk Siswa Berkebutuhan Khusus di Kelas Inklusi Halil Arianto; Syamsinar Syamsinar; Fadhilah Nur Sa'diyyah
Proximal: Jurnal Penelitian Matematika dan Pendidikan Matematika Vol. 9 No. 2 (2026): Volume 9 Nomor 2 Tahun 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/proximal.v9i2.8611

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi proses pembelajaran matematika untuk siswa penyandang disabilitas (ABK) di kelas inklusi di SD Negeri 6 Lokkasaile Pangkajene, Indonesia. Penelitian ini menjadi penting mengingat meningkatnya implementasi pendidikan inklusif di Indonesia belum sepenuhnya diimbangi dengan kesiapan sumber daya, tenaga pendidik khusus, serta sarana pembelajaran yang memadai, khususnya dalam pembelajaran matematika yang menuntut kemampuan berpikir abstrak. Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan kesenjangan layanan pendidikan dan rendahnya keterlibatan serta pemahaman konsep matematika bagi ABK. Sejalan dengan kebijakan nasional (Permendiknas No. 70/2009, UU No. 8/2016) dan kerangka kerja global Tujuan Pembangunan Berkelanjutan PBB No. 4, penelitian ini mengeksplorasi tantangan sistemik dan strategi praktis untuk pendidikan yang adil. Data dikumpulkan melalui observasi kelas, wawancara semi-terstruktur dengan guru, dan analisis artefak (rencana pelajaran, pekerjaan siswa), dengan analisis tematik yang dilakukan melalui NVivo. Temuan menunjukkan adanya hambatan yang signifikan: (1) ketiadaan Guru Pendidikan Khusus (GPK), yang memaksa pendidik umum untuk menjalankan peran ganda, dan (2) infrastruktur yang tidak memadai, termasuk materi pembelajaran yang seragam dan kurangnya ruang sumber daya, yang menghambat keterlibatan dan penguasaan konsep-konsep matematika oleh ABK. Terlepas dari upaya guru untuk memodifikasi rencana pembelajaran, ABK kesulitan dalam penalaran abstrak dan pemecahan masalah karena dukungan yang terpecah-pecah dan lingkungan yang bising dan ramai. Studi ini mengusulkan solusi berbasis bukti yang berakar pada Universal Design for Learning (UDL), termasuk merekrut GPK, membangun ruang sumber daya multisensorik, dan mengintegrasikan bimbingan teman sebaya. Rekomendasi untuk para pembuat kebijakan menekankan pada pendanaan hibah infrastruktur dan penegakan kepatuhan terhadap standar inklusi, sementara sekolah-sekolah didesak untuk mengadopsi media pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan siswa dan dukungan individual. Dengan mengatasi kesenjangan sistemik ini, studi ini berkontribusi pada strategi lokal untuk meningkatkan pendidikan matematika inklusif di sekolah dasar serta menjembatani kesenjangan antara kebijakan dan praktik pendidikan inklusif.