Abstrak: Kehamilan dengan kelainan jantung merupakan kondisi berisiko tinggi yang dapat meningkatkan morbiditas dan mortalitas ibu serta janin. Permasalahan yang ditemukan di Desa Guntarano adalah rendahnya kemampuan kader kesehatan dan ibu hamil dalam mendeteksi dini kelainan jantung serta belum optimalnya pemanfaatan terapi nonfarmakologis untuk mengurangi kecemasan selama kehamilan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader, bidan, dan ibu hamil dalam deteksi dini kelainan jantung serta penerapan latihan Kombi YoArLa (Yoga dan Aromaterapi Lavender). Metode yang digunakan berupa penyuluhan, pelatihan, demonstrasi, praktik langsung, dan pendampingan kepada 12 kader posyandu, 2 bidan desa, dan 13 ibu hamil di Desa Guntarano. Evaluasi dilakukan menggunakan pretest–posttest dan lembar observasi keterampilan. Indikator keberhasilan ditetapkan apabila terjadi peningkatan nilai pengetahuan minimal 20% dan keterampilan kader mencapai kategori baik. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan rata-rata pengetahuan peserta dari nilai pretest sebesar … menjadi nilai posttest sebesar … dengan persentase peningkatan sebesar …%. Selain itu, sebanyak …% kader telah mampu melakukan pemeriksaan tekanan darah, saturasi oksigen, dan pengukuran LILA secara mandiri dan benar sesuai prosedur. Ibu hamil juga menunjukkan penurunan tingkat kecemasan serta peningkatan rasa rileks setelah mengikuti latihan YoArLa. Kegiatan ini efektif meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menjaga kesehatan ibu hamil secara holistik melalui pendekatan promotif, preventif, dan komplementer.Abstract: Pregnancy with heart disease is a high-risk condition that may increase maternal and fetal morbidity and mortality. The main problems identified in Guntarano Village were the limited ability of community health cadres and pregnant women to perform early detection of heart abnormalities and the underutilization of non-pharmacological therapies to reduce anxiety during pregnancy. This community service activity aimed to improve the knowledge and skills of cadres, midwives, and pregnant women regarding early detection of heart disease and the implementation of Kombi YoArLa (Yoga and Lavender Aromatherapy). The methods included health education, training, demonstrations, direct practice, and mentoring involving 12 health cadres, 2 village midwives, and 13 pregnant women. Evaluation was conducted using pretest–posttest questionnaires and skill observation sheets. The success indicators were defined as a minimum 20% increase in knowledge scores and cadres achieving good skill categories. The results showed an increase in participants’ average knowledge scores from … in the pretest to … in the posttest, with an improvement percentage of …%. In addition, …% of cadres were able to independently and correctly perform blood pressure measurements, oxygen saturation examinations, and MUAC measurements. Pregnant women also experienced reduced anxiety and improved relaxation after participating in YoArLa exercises. This activity effectively improved the community’s capacity to maintain maternal health holistically through promotive, preventive, and complementary approaches.