Narmin Narmin
Jurusan Kebidanan, Poltekkes Kemenkes Palu

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

DETEKSI DINI KELAINAN JANTUNG DAN LATIHAN KOMBI YOARLA (YOGA DAN AROMATERAPI LAVENDER) PADA IBU HAMIL Hastuti Usman; Niluh Nita Silfia; Narmin Narmin
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 3 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i3.39468

Abstract

Abstrak: Kelainan jantung pada kehamilan merupakan kondisi berisiko tinggi yang dapat meningkatkan morbiditas dan mortalitas ibu maupun janin. Rendahnya kemampuan kader kesehatan dalam melakukan deteksi dini serta tingginya kecemasan ibu hamil menjadi permasalahan yang ditemukan di Desa Guntarano. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader, bidan, dan ibu hamil dalam deteksi dini kelainan jantung serta penerapan latihan Kombi YoArLa (Yoga dan Aromaterapi Lavender). Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, pelatihan, demonstrasi, praktik langsung, dan pendampingan kepada 12 kader posyandu, 2 bidan desa, dan 13 ibu hamil. Evaluasi dilakukan menggunakan pretest-posttest dan lembar observasi keterampilan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta, ditandai dengan meningkatnya kategori pengetahuan baik dari 25,9% menjadi 81,5%. Keterampilan kader dalam melakukan pemeriksaan tekanan darah, saturasi oksigen, dan pengukuran Lingkar Lengan Atas (LILA) juga meningkat, dengan 88,9% kader mampu melakukan pemeriksaan secara mandiri dan benar setelah pelatihan. Selain itu, 92,6% ibu hamil menyatakan merasa lebih rileks dan nyaman setelah mengikuti latihan Kombi YoArLa, serta 81,5% mampu mempraktikkannya secara mandiri di rumah. Kegiatan ini efektif meningkatkan kapasitas masyarakat dalam deteksi dini kelainan jantung pada kehamilan sekaligus mendukung kesehatan fisik dan psikologis ibu hamil melalui pendekatan promotif, preventif, dan komplementer.Abstract: Heart defects during pregnancy are high-risk conditions that can increase morbidity and mortality in both mothers and fetuses. The limited ability of community health workers to perform early detection, coupled with high levels of anxiety among pregnant women, are issues identified in Guntarano Village. This community service activity aims to improve the knowledge and skills of health workers, midwives, and pregnant women in the early detection of heart defects and the implementation of the Kombi YoArLa (Yoga and Lavender Aromatherapy) exercise. The methods used included health education, training, demonstrations, hands-on practice, and mentoring for 12 Posyandu health workers, 2 village midwives, and 13 pregnant women. Evaluation was conducted using pretest-posttest assessments and skill observation sheets. The results of the activity showed an increase in participants’ knowledge, as indicated by a rise in the “good” knowledge category from 25.9% to 81.5%. The volunteers’ skills in checking blood pressure, oxygen saturation, and measuring upper arm circumference (UAC) also improved, with 88.9% of volunteers able to perform these checks independently and correctly after the training. Additionally, 92.6% of pregnant women reported feeling more relaxed and comfortable after participating in the Kombi YoArLa exercises, and 81.5% were able to practice them independently at home. The program effectively enhanced community capacity for early detection of heart abnormalities during pregnancy while promoting the physical and psychological well-being of pregnant women through promotive, preventive, and complementary approaches. 
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT TENTANG PENGOLAHAN DAN MANFAAT PEMBERIAN JUS DAUN KELOR PADA IBU HAMIL DALAM PENCEGAHAN STUNTING Niluh Nita Silfia; Sri Restu Tampali; Narmin Narmin
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 3 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i3.39027

Abstract

Abstrak: Stunting masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat di Indonesia yang berkaitan erat dengan status gizi ibu hamil. Salah satu upaya pencegahan yang dapat dilakukan adalah pemanfaatan pangan lokal bergizi, seperti daun kelor (Moringa oleifera). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai manfaat daun kelor dan pengolahan jus daun kelor sebagai bentuk intervensi gizi bagi ibu hamil. Metode yang digunakan meliputi edukasi, pelatihan, dan pendampingan kepada kader posyandu dan ibu hamil di Desa Guntarano. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui pre-test dan post-test sebsar. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan kader dan ibu hamil sebesar 45% mengenai cara pengolahan jus daun kelor, serta meningkatnya pemanfaatan daun kelor sebagai sumber pangan lokal bergizi. Dengan demikian, pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan pengolahan jus daun kelor dapat menjadi salah satu strategi yang efektif dalam mendukung upaya pencegahan stunting sejak masa kehamilan.Abstract: Stunting remains a public health issue in Indonesia that is closely linked to the nutritional status of pregnant women. One preventive measure that can be taken is the use of nutritious local foods, such as moringa leaves (Moringa oleifera). This community service activity aims to increase public knowledge about the benefits of moringa leaves and the processing of moringa leaf juice as a form of nutritional intervention for pregnant women. The methods used include education, training, and mentoring for posyandu cadres and pregnant women in the village of Guntarano. The activity was evaluated through pre- and post-tests. The results of the activity showed a 45% increase in the knowledge of health workers and pregnant women regarding how to process moringa leaf juice, as well as an increase in the utilization of moringa leaves as a nutritious local food source. Thus, community empowerment through training in moringa leaf juice processing can be an effective strategy in supporting efforts to prevent stunting starting from thepregnancy period.