Abstrak: Bencana banjir berpotensi menimbulkan dampak psikologis pada masyarakat akibat tekanan lingkungan dan perubahan kondisi kehidupan pascabencana. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mendukung pemulihan kesehatan mental masyarakat melalui skrining kesehatan mental. Metode yang digunakan meliputi skrining menggunakan instrumen PHQ-9, GAD-7, dan MMYS pada 28 masyarakat dewasa dan 2 remaja dengan mitra Puskesmas Pauh, disertai wawancara singkat dan edukasi kesehatan mental. Evaluasi dilakukan melalui analisis hasil skrining dan observasi partisipasi masyarakat. Hasil menunjukkan 50,0% masyarakat mengalami depresi ringan, 14,3% depresi sedang, dan 17,9% depresi berat. Selain itu, 48,1% masyarakat mengalami kecemasan ringan dan 40,7% kecemasan sedang, dengan tingkat partisipasi mencapai 100%. Skrining kesehatan mental efektif dalam deteksi dini dan meningkatkan kesadaran masyarakat pascabencana. Kegiatan berkelanjutan diperlukan untuk mendukung pemulihan kesehatan mental masyarakat. Abstract: Flood disasters can cause psychological impacts on communities due to environmental stress and changes in post-disaster living conditions. This community service activity aimed to support mental health recovery through mental health screening. The methods included screening using PHQ-9, GAD-7, and MMYS instruments among 28 adults and 2 adolescents in collaboration with the Pauh Public Health Center, accompanied by brief interviews and mental health education. Evaluation was conducted through analysis of screening results and observation of community participation. The results showed that 50.0% of participants experienced mild depression, 14.3% moderate depression, and 17.9% severe depression. In addition, 48.1% experienced mild anxiety and 40.7% moderate anxiety, with 100% participation rate. Mental health screening proved effective for early detection and increasing community awareness. Continuous programs are needed to support post-disaster mental health recovery.