Tri Utami
Program Studi Pendidikan Profesi Ners, Universitas Muhammadiyah Sukabumi

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PROGRAM PENDAMPINGAN PELAJAR MUHAMMADIYAH SE KOTA SUKABUMI DALAM UPAYA ANTI BULLYING DAN PENCEGAHAN KEKERASAN SEKSUAL Tri Utami; Burhanuddin Basri; Dhinny Novryanthi; Nabila Alifia Achsan; Siti Andiani; Mutia Safira Ramadhani
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 3 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i3.38860

Abstract

Abstrak: Bullying dan kekerasan seksual merupakan masalah serius yang memengaruhi 25% pelajar di Indonesia, berdampak pada kesehatan mental dan fisik remaja. Kurangnya pendampingan dan pemahaman mengenai anti-bullying serta pencegahan kekerasan seksual menjadi penyebab utama, terutama di kalangan pelajar Muhammadiyah Kota Sukabumi. Program pendampingan pelajar Muhammadiyah se-Kota Sukabumi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan keterampilan pelajar dalam mencegah bullying serta kekerasan seksual melalui pendekatan Islami. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan konseling sebaya, workshop interaktif, melibatkan 86 pelajar di SD Aisyiyah kota sukabumi, SMP Aisyiyah kota sukabumi, dan MTS Muhammadiyah kota Sukabumi. Sistem evaluasi menggunakan pre-test dan post-test dengan 33 pertanyaan kuesioner terstruktur serta observasi perilaku untuk mengukur peningkatan pengetahuan tentang pengenalan bullying, mekanisme pelaporan, batas persetujuan seksual, dan dukungan psikososial. Hasilnya dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif guna menilai efektivitas program. Hasilnya, pengetahuan peserta meningkat signifikan, seperti pemahaman anti-bullying dari 42% menjadi 96%, dan pencegahan kekerasan seksual dari 55% menjadi 91%. Sebanyak 94% peserta merasa program sangat bermanfaat, dengan 89% puas terhadap materi dan pendampingan.Abstract: Bullying and sexual violence are serious problems affecting 25% of students in Indonesia, impacting the mental and physical health of adolescents. The lack of mentoring and understanding regarding anti-bullying and sexual violence prevention is a major cause, especially among Muhammadiyah students in Sukabumi City. This Muhammadiyah student mentoring program across Sukabumi City aims to enhance students' awareness and skills in preventing bullying and sexual violence through an Islamic approach. The methods used include socialization, peer counseling training, and interactive workshops, involving 121 students from SD Aisyiyah Sukabumi City, SMP Aisyiyah Sukabumi City, and MTS Muhammadiyah Sukabumi City. The evaluation system employs pre-test and post-test with structured questionnaires as well as behavioral observations to measure improvements in knowledge about bullying recognition, reporting mechanisms, sexual consent boundaries, and psychosocial support. The results are analyzed quantitatively and qualitatively to assess program effectiveness. The results show a significant increase in participants' knowledge, such as anti-bullying understanding from 45% to 88%, and sexual violence prevention from 55% to 91%. As many as 94% of participants found the program highly beneficial, with 89% satisfied with the materials and mentoring. This program is expected to continue through integration into the Muhammadiyah school curriculum and collaboration with local child protection agencies.
PROGRAM PENDIDIKAN PRANIKAH TERPADU UNTUK REMAJA MUHAMMADIYAH SEBAGAI LANGKAH PENCEGAHAN STUNTING DI KOTA SUKABUMI Burhanuddin Basri; Tri Utami; Erna Safariyah; Zainal Abidinsah; Marcella Oktaviana; Aqila Nur Sagita; Rini Alamsyah Hidayat
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 3 (2025): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i3.30995

Abstract

Abstrak: Stunting adalah masalah gizi serius yang memengaruhi 30% anak di Indonesia, berdampak pada perkembangan fisik dan kognitif mereka. Kurangnya pemahaman mengenai gizi dan kesehatan reproduksi menjadi salah satu penyebabnya, terutama di kalangan remaja Muhammadiyah di Kota Sukabumi. Program pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran remaja Muhammadiyah mengenai stunting, kesehatan reproduksi, dan kesiapan mental dalam pernikahan. Metode yang digunakan termasuk sosialisasi, penyuluhan, dan kampanye media sosial, melibatkan 86 remaja di SMP/SMA/SMK Muhammadiyah Sukabumi. Sistem evaluasi yang digunakan adalah pre-test dan post-test dengan kuesioner terstruktur untuk mengukur peningkatan pengetahuan remaja Muhammadiyah terkait kesehatan reproduksi, gizi, peran keluarga, dan pencegahan stunting. Hasilnya dianalisis secara kuantitatif guna menilai efektivitas program pendidikan pranikah terpadu. Hasilnya, pengetahuan peserta meningkat signifikan, seperti tentang pendidikan seksual komprehensif dari 50% menjadi 90%, dan perilaku seksual pranikah dari 65% menjadi 92%. Sebanyak 92% peserta merasa kegiatan ini sangat bermanfaat, dengan 95% puas dengan materi yang disampaikan. Program ini diharapkan dapat berlanjut melalui integrasi ke kurikulum sekolah dan kerjasama dengan tenaga kesehatan lokal.Abstract: Stunting is a serious nutritional problem that affects 30% of children in Indonesia, affecting their physical and cognitive development. Lack of understanding about nutrition and reproductive health is one of the causes, especially among Muhammadiyah teenagers in Sukabumi City. This community service program aims to increase awareness of Muhammadiyah teenagers about stunting, reproductive health, and mental readiness for marriage. The methods used include socialization, counseling, and social media campaigns, involving 86 teenagers in Muhammadiyah Junior High Schools/Senior High Schools/Vocational High Schools in Sukabumi. The evaluation system used is a pre-test and post-test with a structured questionnaire to measure the increase in knowledge of Muhammadiyah teenagers regarding reproductive health, nutrition, family roles, and stunting prevention. The results were analyzed quantitatively to assess the effectiveness of the integrated premarital education program. As a result, participants' knowledge increased significantly, such as about comprehensive sexual education from 50% to 90%, and premarital sexual behavior from 65% to 92%. As many as 92% of participants felt that this activity was very useful, with 95% satisfied with the material presented. This program is expected to continue through integration into the school curriculum and collaboration with local health workers.