Novialdi
Institut Agama Islam YAPTIP Chadijah Ismail Pasaman Barat, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Teknik Membimbing Diskusi untuk Membangun Pembelajaran Partisipatif Raihan Laswari Rehan; Iswandi Iswandi; Novialdi; Mita Fitria
Jurnal Al-Karim : Jurnal Pendidikan, Psikologi dan Studi Islam Vol. 11 No. 1 (2026): Jurnal Al Karim Edisi Maret 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Institut Agama Islam YAPTIP Chadijah Ismail Pasaman Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70820/alkarim.v11i1.642

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji teknik membimbing diskusi dalam membangun pembelajaran partisipatif. Diskusi merupakan salah satu strategi pembelajaran yang dapat mendorong peserta didik untuk aktif bertanya, menyampaikan pendapat, menanggapi gagasan, dan membangun pemahaman secara bersama. Namun, dalam praktiknya, diskusi belum selalu berjalan efektif karena masih ditemukan peserta didik yang pasif, dominasi peserta didik tertentu, kurangnya keterampilan guru dalam memfasilitasi diskusi, serta lemahnya budaya dialog di kelas. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan menelaah berbagai literatur relevan berupa buku, artikel jurnal, dan hasil penelitian yang membahas diskusi pembelajaran, pembelajaran partisipatif, dialog kelas, dan peran guru sebagai fasilitator. Data dianalisis melalui tahapan identifikasi, seleksi, klasifikasi, dan sintesis literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik membimbing diskusi meliputi tahap persiapan, pelaksanaan, dan penutup. Pada tahap persiapan, guru merumuskan tujuan, memilih topik, menyusun pertanyaan pemantik, dan menetapkan aturan diskusi. Pada tahap pelaksanaan, guru mengelola alur diskusi, memberi kesempatan berbicara secara merata, mengarahkan peserta didik pasif, mengendalikan peserta didik dominan, serta melakukan klarifikasi gagasan. Pada tahap penutup, guru membimbing peserta didik menyusun kesimpulan dan melakukan refleksi. Penelitian ini menegaskan bahwa teknik membimbing diskusi merupakan keterampilan pedagogis penting bagi guru dalam menciptakan pembelajaran yang aktif, demokratis, dialogis, dan partisipatif.Bottom of Form
Mubaligh Berkualitas: Persiapan, Integritas, dan Kompetensi dalam Berdakwah Rehanil jannah; Novialdi; Lasman Azis
Jurnal Al-Karim : Jurnal Pendidikan, Psikologi dan Studi Islam Vol. 10 No. 1 (2025): Jurnal Al Karim Edisi Maret 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Institut Agama Islam YAPTIP Chadijah Ismail Pasaman Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas mubaligh berdasarkan aspek persiapan, integritas, dan kompetensi dalam berdakwah di Kabupaten Pasaman Barat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi fenomenologi untuk menggali pengalaman, pemaknaan, dan kesadaran para mubaligh dalam menjalankan aktivitas dakwah. Informan penelitian dipilih secara purposif dan terdiri atas mubaligh, jamaah, pengurus masjid, penyuluh agama, serta tokoh masyarakat. Data dikumpulkan melalui observasi yang dilaksanakan pada Februari 2025, wawancara mendalam pada Februari 2025, dan dokumentasi berupa catatan ceramah, jadwal kegiatan, foto, video, sertifikat pelatihan, serta konten dakwah digital. Data dianalisis melalui tahapan epoche, horizonalization, pengelompokan unit makna, pengembangan tema, penyusunan deskripsi tekstural dan struktural, serta sintesis esensi pengalaman. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik, member checking, dan pemeriksaan jejak audit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas mubaligh dibentuk oleh keterpaduan antara persiapan yang matang, integritas pribadi, dan kompetensi dakwah. Persiapan meliputi kesiapan spiritual, mental, penguasaan materi, pemilihan dalil, penyusunan sistematika ceramah, dan penyesuaian pesan dengan karakteristik jamaah. Integritas tercermin dalam kejujuran, amanah, kedisiplinan, kesantunan, kepedulian sosial, serta konsistensi antara ucapan dan tindakan. Kompetensi mubaligh meliputi penguasaan ilmu keislaman, kemampuan komunikasi dan retorika, pemahaman sosial budaya, kemampuan menganalisis audiens, serta literasi digital. Penelitian juga menemukan bahwa sebagian mubaligh masih menghadapi keterbatasan dalam sistematika penyusunan materi, verifikasi sumber keagamaan, komunikasi interaktif, pengelolaan waktu, dan pemanfaatan media digital. Tantangan dakwah di Kabupaten Pasaman Barat semakin kompleks karena jamaah tidak hanya membutuhkan penjelasan tentang ibadah, tetapi juga bimbingan mengenai pendidikan keluarga, pergaulan remaja, narkoba, perjudian daring, pinjaman daring, dan penggunaan media sosial. Kebaruan penelitian ini terletak pada pengintegrasian dimensi persiapan, integritas, kompetensi, sensitivitas budaya, dan literasi digital ke dalam kerangka “Mubaligh Berkualitas Terintegrasi”. Penelitian menyimpulkan bahwa mubaligh berkualitas bukan hanya individu yang mampu berbicara dengan baik, tetapi pribadi yang berilmu, berintegritas, adaptif, memahami budaya masyarakat, serta mampu merespons persoalan umat secara kontekstual. Oleh karena itu, diperlukan pembinaan mubaligh yang terstruktur, berkelanjutan, dan kolaboratif melalui pelatihan keilmuan, retorika, verifikasi dalil, analisis audiens, dan literasi digital.