Jurnal Al-Karim : Jurnal Pendidikan, Psikologi dan Studi Islam
Vol. 10 No. 1 (2025): Jurnal Al Karim Edisi Maret 2025

Mubaligh Berkualitas: Persiapan, Integritas, dan Kompetensi dalam Berdakwah

Rehanil jannah (Institut Agama Islam YAPTIP Chadijah Ismail Pasaman Barat, Indonesia)
Novialdi (Institut Agama Islam YAPTIP Chadijah Ismail Pasaman Barat, Indonesia)
Lasman Azis (Institut Agama Islam YAPTIP Chadijah Ismail Pasaman Barat, Indonesia)



Article Info

Publish Date
17 May 2025

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas mubaligh berdasarkan aspek persiapan, integritas, dan kompetensi dalam berdakwah di Kabupaten Pasaman Barat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi fenomenologi untuk menggali pengalaman, pemaknaan, dan kesadaran para mubaligh dalam menjalankan aktivitas dakwah. Informan penelitian dipilih secara purposif dan terdiri atas mubaligh, jamaah, pengurus masjid, penyuluh agama, serta tokoh masyarakat. Data dikumpulkan melalui observasi yang dilaksanakan pada Februari 2025, wawancara mendalam pada Februari 2025, dan dokumentasi berupa catatan ceramah, jadwal kegiatan, foto, video, sertifikat pelatihan, serta konten dakwah digital. Data dianalisis melalui tahapan epoche, horizonalization, pengelompokan unit makna, pengembangan tema, penyusunan deskripsi tekstural dan struktural, serta sintesis esensi pengalaman. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik, member checking, dan pemeriksaan jejak audit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas mubaligh dibentuk oleh keterpaduan antara persiapan yang matang, integritas pribadi, dan kompetensi dakwah. Persiapan meliputi kesiapan spiritual, mental, penguasaan materi, pemilihan dalil, penyusunan sistematika ceramah, dan penyesuaian pesan dengan karakteristik jamaah. Integritas tercermin dalam kejujuran, amanah, kedisiplinan, kesantunan, kepedulian sosial, serta konsistensi antara ucapan dan tindakan. Kompetensi mubaligh meliputi penguasaan ilmu keislaman, kemampuan komunikasi dan retorika, pemahaman sosial budaya, kemampuan menganalisis audiens, serta literasi digital. Penelitian juga menemukan bahwa sebagian mubaligh masih menghadapi keterbatasan dalam sistematika penyusunan materi, verifikasi sumber keagamaan, komunikasi interaktif, pengelolaan waktu, dan pemanfaatan media digital. Tantangan dakwah di Kabupaten Pasaman Barat semakin kompleks karena jamaah tidak hanya membutuhkan penjelasan tentang ibadah, tetapi juga bimbingan mengenai pendidikan keluarga, pergaulan remaja, narkoba, perjudian daring, pinjaman daring, dan penggunaan media sosial. Kebaruan penelitian ini terletak pada pengintegrasian dimensi persiapan, integritas, kompetensi, sensitivitas budaya, dan literasi digital ke dalam kerangka “Mubaligh Berkualitas Terintegrasi”. Penelitian menyimpulkan bahwa mubaligh berkualitas bukan hanya individu yang mampu berbicara dengan baik, tetapi pribadi yang berilmu, berintegritas, adaptif, memahami budaya masyarakat, serta mampu merespons persoalan umat secara kontekstual. Oleh karena itu, diperlukan pembinaan mubaligh yang terstruktur, berkelanjutan, dan kolaboratif melalui pelatihan keilmuan, retorika, verifikasi dalil, analisis audiens, dan literasi digital.

Copyrights © 2025






Journal Info

Abbrev

alkarim

Publisher

Subject

Religion Humanities Education Environmental Science Social Sciences Other

Description

Jurnal Al-KArim: adalah Jurnal Pendidikan, Psikologi dan Studi Keislaman dengan kajian multi-disipliner, terbit dua (2) kali dalam setahun (Maret dan September), yang dikelola oleh P3M Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI-YAPTIP) Pasaman Barat. Redaksi menerima tulisan yang relevan, selama mengikuti ...