Rehanil jannah
Institut Agama Islam YAPTIP Chadijah Ismail Pasaman Barat, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kredibilitas Dan Persiapan Seorang Mubaligh Rehanil jannah; Rahmanda Putra; Safitri; Nurfayanti; Nursanifah
Jurnal Al-Karim : Jurnal Pendidikan, Psikologi dan Studi Islam Vol. 11 No. 1 (2026): Jurnal Al Karim Edisi Maret 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Institut Agama Islam YAPTIP Chadijah Ismail Pasaman Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70820/alkarim.v11i1.672

Abstract

Penelitian ini menerapkan metode Systematic Literature Review (SLR) untuk menelaah pentingnya kredibilitas dan kesiapan seorang mubaligh dalam melaksanakan aktivitas dakwah. Data penelitian diperoleh dari berbagai sumber kepustakaan, seperti buku, artikel jurnal, skripsi, tesis, serta publikasi ilmiah lain yang berkaitan dengan dakwah Islam, komunikasi dakwah, dan kompetensi mubaligh. Seluruh literatur yang digunakan dipilih berdasarkan relevansi dan keterkaitannya dengan topik penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa mubaligh memiliki peran penting sebagai penyampai ajaran Islam kepada masyarakat. Keberhasilan dakwah tidak hanya ditentukan oleh materi yang disampaikan, tetapi juga oleh tingkat kepercayaan masyarakat terhadap mubaligh tersebut. Kredibilitas seorang mubaligh tercermin dari integritas pribadi, penguasaan ilmu agama, kemampuan berkomunikasi, serta kesesuaian antara perkataan dan perbuatannya. Semakin tinggi kredibilitas yang dimiliki, semakin besar peluang pesan dakwah diterima dan diamalkan oleh jamaah. Selain kredibilitas, kesiapan mubaligh juga menjadi faktor yang sangat menentukan efektivitas dakwah. Kesiapan tersebut mencakup pemahaman yang baik terhadap Al-Qur’an dan Sunnah, keterampilan retorika, akhlak yang terpuji, serta kemampuan memahami kondisi dan kebutuhan masyarakat. Pada era digital saat ini, mubaligh juga dituntut mampu memanfaatkan teknologi dan media sosial sebagai sarana dakwah yang efektif agar pesan keagamaan dapat menjangkau khalayak yang lebih luas. Berdasarkan hasil kajian, dapat disimpulkan bahwa kredibilitas dan kesiapan merupakan dua unsur yang saling berkaitan dalam mendukung keberhasilan dakwah. Dengan bekal ilmu, akhlak, dan kemampuan komunikasi yang baik, seorang mubaligh dapat menyampaikan ajaran Islam secara lebih efektif dan relevan dengan perkembangan zaman.
Mubaligh Berkualitas: Persiapan, Integritas, dan Kompetensi dalam Berdakwah Rehanil jannah; Novialdi; Lasman Azis
Jurnal Al-Karim : Jurnal Pendidikan, Psikologi dan Studi Islam Vol. 10 No. 1 (2025): Jurnal Al Karim Edisi Maret 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Institut Agama Islam YAPTIP Chadijah Ismail Pasaman Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas mubaligh berdasarkan aspek persiapan, integritas, dan kompetensi dalam berdakwah di Kabupaten Pasaman Barat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi fenomenologi untuk menggali pengalaman, pemaknaan, dan kesadaran para mubaligh dalam menjalankan aktivitas dakwah. Informan penelitian dipilih secara purposif dan terdiri atas mubaligh, jamaah, pengurus masjid, penyuluh agama, serta tokoh masyarakat. Data dikumpulkan melalui observasi yang dilaksanakan pada Februari 2025, wawancara mendalam pada Februari 2025, dan dokumentasi berupa catatan ceramah, jadwal kegiatan, foto, video, sertifikat pelatihan, serta konten dakwah digital. Data dianalisis melalui tahapan epoche, horizonalization, pengelompokan unit makna, pengembangan tema, penyusunan deskripsi tekstural dan struktural, serta sintesis esensi pengalaman. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik, member checking, dan pemeriksaan jejak audit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas mubaligh dibentuk oleh keterpaduan antara persiapan yang matang, integritas pribadi, dan kompetensi dakwah. Persiapan meliputi kesiapan spiritual, mental, penguasaan materi, pemilihan dalil, penyusunan sistematika ceramah, dan penyesuaian pesan dengan karakteristik jamaah. Integritas tercermin dalam kejujuran, amanah, kedisiplinan, kesantunan, kepedulian sosial, serta konsistensi antara ucapan dan tindakan. Kompetensi mubaligh meliputi penguasaan ilmu keislaman, kemampuan komunikasi dan retorika, pemahaman sosial budaya, kemampuan menganalisis audiens, serta literasi digital. Penelitian juga menemukan bahwa sebagian mubaligh masih menghadapi keterbatasan dalam sistematika penyusunan materi, verifikasi sumber keagamaan, komunikasi interaktif, pengelolaan waktu, dan pemanfaatan media digital. Tantangan dakwah di Kabupaten Pasaman Barat semakin kompleks karena jamaah tidak hanya membutuhkan penjelasan tentang ibadah, tetapi juga bimbingan mengenai pendidikan keluarga, pergaulan remaja, narkoba, perjudian daring, pinjaman daring, dan penggunaan media sosial. Kebaruan penelitian ini terletak pada pengintegrasian dimensi persiapan, integritas, kompetensi, sensitivitas budaya, dan literasi digital ke dalam kerangka “Mubaligh Berkualitas Terintegrasi”. Penelitian menyimpulkan bahwa mubaligh berkualitas bukan hanya individu yang mampu berbicara dengan baik, tetapi pribadi yang berilmu, berintegritas, adaptif, memahami budaya masyarakat, serta mampu merespons persoalan umat secara kontekstual. Oleh karena itu, diperlukan pembinaan mubaligh yang terstruktur, berkelanjutan, dan kolaboratif melalui pelatihan keilmuan, retorika, verifikasi dalil, analisis audiens, dan literasi digital.