Anggit Hasna Qomariyyah
Universitas Singaperbangsa Karawang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PERENCANAAN PROGRAM KESETARAAN PAKET C DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN DI PKBM ADITYA KARAWANG Anggit Hasna Qomariyyah; Hinggil Permana; Muchdjabir Wahid
El-Idare: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 12 No 1 (2026): El-Idare
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam Fak. Ilmu Tarbiyah dan Keguruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/elidare.v12i1.35333

Abstract

Perencanaan merupakan bagian penting dalam penyelenggaraan pendidikan karena menjadi dasar dalam menentukan arah, tujuan, dan pelaksanaan program pendidikan. Dalam pendidikan nonformal, khususnya Program Kesetaraan Paket C, perencanaan perlu disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan warga belajar yang beragam agar mutu pendidikan dapat meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis proses perencanaan Program Kesetaraan Paket C dalam meningkatkan mutu pendidikan di PKBM Aditya Karawang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan melibatkan kepala PKBM, tutor, dan warga belajar sebagai informan penelitian. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan Program Kesetaraan Paket C di PKBM Aditya Karawang dilakukan secara sistematis, partisipatif, dan berbasis kebutuhan masyarakat. Perencanaan meliputi identifikasi kebutuhan belajar, identifikasi warga belajar dan tutor, penyusunan perangkat pembelajaran, penyiapan sarana dan prasarana, serta penerapan pembelajaran kombinasi daring dan luring yang menyesuaikan kondisi warga belajar. Keterlibatan berbagai pihak dalam proses perencanaan juga mendukung peningkatan kualitas layanan pendidikan. Namun, fleksibilitas pembelajaran masih menghadapi tantangan berupa rendahnya motivasi sebagian warga belajar. Oleh karena itu, perencanaan program perlu disertai strategi peningkatan motivasi belajar agar mutu pendidikan dapat tercapai secara optimal.