Nida'ul Munafiah
University of Singaperbangsa Karawang

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

EARLY CHILDHOOD FORMAL EDUCATION INSTITUTIONS IN INDONESIA: GETTING TO KNOW KINDERGARTEN (TK), AISYIAH BUSTHANUL ATHFAL (ABA) AND RAUDHATUL ATHFAL (RA) Nida'ul Munafiah; Lukman Lukman
Pelangi Jurnal Pemikiran dan Penelitian Islam Anak Usia Dini Vol. 5 No. 1 (2023): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini - IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/pelangi.v5i1.1242

Abstract

Pendidikan formal adalah jalur pendidikan yang terstruktur dan berjenjang yang terdiri atas pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi. Lembaga pendidikan anak usia dini formal di Indonesia yang dikenal masyarakat pada umumnya yaitu Taman Kanak – kanak (TK), Raudhotul Athfal (RA), dan Aisyiah Bustanul Athfal (ABA). Tujuan penelitian ini untuk memaparkan perbedaan dan persamaan Taman Kanak-kanak, Raudhatul Athfal dan Aisyah Bustanul Athfal. Hasil penelitian ini yaitu ketiga lembaga memiliki peran yang sama dalam dunia pendidikan anak usia dini yaitu sama-sama bertujuan mendidik, membimbing dan menstimulasi kemampuan anak usia dini supaya berkembang lebih maksimal. Hanya saja TK merupakan output dari Departemen Pendidikan Nasional yang bersifat umum dan diperuntukan bagi seluruh pemeluk agama, ABA juga merupakan output dari Departemen Pendidikan Nasional tetapi merupakan lembaga swasta yang didirikan oleh pergerakan wanita Aisyiah dibawah organisasi Muhammadiyah. Sedangkan RA merupakan output dari Kementrian Agama yang yang didirikan oleh organisasi Nahdhatul Ulama diketuai oleh K. H. Hasyim Asy’ari.
PENGGUNAAN MEDIA KOTAK PINTAR NUTRISI SEBAGAI MEDIA PENGENALAN MAKANAN 4 SEHAT 5 SEMPURNA PADA ANAK USIA DINI Anisa Fahmawati; Nida'ul Munafiah
Pelangi Jurnal Pemikiran dan Penelitian Islam Anak Usia Dini Vol. 6 No. 2 (2024): September
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini - IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/pelangi.v6i2.2888

Abstract

Artikel ini berfokus pada implementasi pengenalan makanan 4 sehat 5 sempurna. Penting untuk anak usia dini dapat menanamkan motivasi hidup sehat karena mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak dimasa depan. Tujuan adanya kegiatan pengenalan makanan 4 sehat 5 sempurna adalah agar menumbuhkan kesadaran pada siswa akan pentingnya mengkonsumsi makanan bergizi melalui media Kotak Pintar Nutrisi, sehingga siswa termotivasi untuk membentuk kebiasaan hidup sehat sejak dini. Metode yang dilakukan menggunakan metode kualitatif dan dalam pelaksanaan pembelajaran melalui beberapa tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Tahap pertama yaitu perencanaan meliputi kunjungan dan pertemuan dengan yang terkait. Pelaksanaan yang dilakukan melalui kegiatan yang interaktif dalam memahami manfaat makanan 4 sehat 5 sempurna. Evaluasi dilakukan setelah pembelajaran dan mengidentifikasi pemahaman siswa tentang makanan sehat. Hasil dari kegiatan dilihat dari menambahnya pemahaman siswa akan hidup sehat dan menambahkan motivasi anak dalam belajar hal baru.
EARLY CHILDHOOD FORMAL EDUCATION INSTITUTIONS IN INDONESIA: GETTING TO KNOW KINDERGARTEN (TK), AISYIAH BUSTHANUL ATHFAL (ABA) AND RAUDHATUL ATHFAL (RA) Nida'ul Munafiah; Lukman Lukman
Pelangi Jurnal Pemikiran dan Penelitian Islam Anak Usia Dini Vol. 5 No. 1 (2023): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini - IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/pelangi.v5i1.1242

Abstract

Pendidikan formal adalah jalur pendidikan yang terstruktur dan berjenjang yang terdiri atas pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi. Lembaga pendidikan anak usia dini formal di Indonesia yang dikenal masyarakat pada umumnya yaitu Taman Kanak – kanak (TK), Raudhotul Athfal (RA), dan Aisyiah Bustanul Athfal (ABA). Tujuan penelitian ini untuk memaparkan perbedaan dan persamaan Taman Kanak-kanak, Raudhatul Athfal dan Aisyah Bustanul Athfal. Hasil penelitian ini yaitu ketiga lembaga memiliki peran yang sama dalam dunia pendidikan anak usia dini yaitu sama-sama bertujuan mendidik, membimbing dan menstimulasi kemampuan anak usia dini supaya berkembang lebih maksimal. Hanya saja TK merupakan output dari Departemen Pendidikan Nasional yang bersifat umum dan diperuntukan bagi seluruh pemeluk agama, ABA juga merupakan output dari Departemen Pendidikan Nasional tetapi merupakan lembaga swasta yang didirikan oleh pergerakan wanita Aisyiah dibawah organisasi Muhammadiyah. Sedangkan RA merupakan output dari Kementrian Agama yang yang didirikan oleh organisasi Nahdhatul Ulama diketuai oleh K. H. Hasyim Asy’ari.
PENGGUNAAN MEDIA KOTAK PINTAR NUTRISI SEBAGAI MEDIA PENGENALAN MAKANAN 4 SEHAT 5 SEMPURNA PADA ANAK USIA DINI Anisa Fahmawati; Nida'ul Munafiah
Pelangi Jurnal Pemikiran dan Penelitian Islam Anak Usia Dini Vol. 6 No. 2 (2024): September
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini - IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/pelangi.v6i2.2888

Abstract

Artikel ini berfokus pada implementasi pengenalan makanan 4 sehat 5 sempurna. Penting untuk anak usia dini dapat menanamkan motivasi hidup sehat karena mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak dimasa depan. Tujuan adanya kegiatan pengenalan makanan 4 sehat 5 sempurna adalah agar menumbuhkan kesadaran pada siswa akan pentingnya mengkonsumsi makanan bergizi melalui media Kotak Pintar Nutrisi, sehingga siswa termotivasi untuk membentuk kebiasaan hidup sehat sejak dini. Metode yang dilakukan menggunakan metode kualitatif dan dalam pelaksanaan pembelajaran melalui beberapa tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Tahap pertama yaitu perencanaan meliputi kunjungan dan pertemuan dengan yang terkait. Pelaksanaan yang dilakukan melalui kegiatan yang interaktif dalam memahami manfaat makanan 4 sehat 5 sempurna. Evaluasi dilakukan setelah pembelajaran dan mengidentifikasi pemahaman siswa tentang makanan sehat. Hasil dari kegiatan dilihat dari menambahnya pemahaman siswa akan hidup sehat dan menambahkan motivasi anak dalam belajar hal baru.