Oktarizka Reviandani
Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jawa Timur, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Tata Kelola Kolaboratif dalam Pelaksanaan Program Padat Karya di Kecamatan Semampir Kota Surabaya Lutfiatul Laili Arrohmati; Oktarizka Reviandani
Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Vol. 8 No. 6 (2026): RESLAJ: Religion Education Social Laa Roiba Journal
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/reslaj.v8i6.9413

Abstract

Labor-intensive programs are one of the strategies employed by the Surabaya city government to alleviate poverty in Surabaya. Labor-intensive programs are initiatives that aim to empower poor communities by utilizing natural resources, labor, and local technology. The main objective of these labor-intensive programs is to increase income and provide employment opportunities for poor communities. This study aims to analyze and describe in depth the collaborative governance in the implementation of the labor-intensive program in Semampir District, Surabaya City, using Ansell and Gash's (2008) theory, which includes four variables: (1) initial conditions; (2) institutional design; (3) facilitative leadership; and (4) collaborative process. This study employs a qualitative descriptive research method with informant selection using purposive sampling. The results indicate that: (1) The initial conditions of the program exhibit an imbalance of power, resources, and knowledge, making it difficult for the community to access information. (2) Institutional design, which includes active stakeholder participation, limited forums, and basic rules, has been implemented effectively. (3) Facilitative leadership, carried out by the Mayor of Surabaya and the Regional Development Planning Agency (Bappedalitbang), involves planning and organizing community-based work programs. (4) The collaborative process conducted by each stakeholder is sufficiently effective. Although collaborative governance in the implementation of labor-intensive programs in Semampir subdistrict faces a number of challenges, collaboration between various actors can accelerate the achievement of program objectives.
Implementasi Kebijakan Analisis Jabatan dan Analisis Beban Kerja di Biro Organisasi Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur Rahmita Dwi Yunisa; Oktarizka Reviandani
Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and Advanced Vol. 3 No. 2 (2025): Future Academia : The Journal of Multidisciplinary Research on Scientific and A
Publisher : Yayasan Sagita Akademia Maju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61579/future.v3i2.415

Abstract

Pemerintah menyadari adanya perubahan yang terjadi di setiap instansi, dan terus berupaya untuk memperbaharui sistem birokrasi. Salah satu langkah yang diambil adalah penerapan kebijakan terkait Analisis Jabatan dan Analisis Beban Kerja. Dalam Peraturan Badan Kepegawaian Negara Nomor 9 Tahun 2022 tentang Tata Cara Pelaksanaan Penyusunan Kebutuhan Aparatur Sipil Negara (ASN), Pasal 2 ayat (1) menyebutkan bahwa "Penyusunan kebutuhan jumlah dan jenis Jabatan ASN dilaksanakan berdasarkan Analisis Jabatan dan Analisis Beban Kerja. " Kedua analisis ini menjadi landasan penting dalam menentukan kebutuhan ASN yang sesuai dengan kondisi pekerjaan dan struktur organisasi yang ada. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana implementasi kebijakan analisis jabatan dan analisis beban kerja dilaksanakan di Biro Organisasi Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan analisis jabatan dan analisis beban kerja di Biro Organisasi telah berjalan optimal dan efektif.
Strategi BAPPEDA Gresik dalam Mengatasi Eror Sistem pada Aplikasi SEPEKAN Reisabilla Davia Az Zahra; Ananda Zulfaa Fadhilah; Muhammad Rizki Febrian; Oktarizka Reviandani
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 5 No. 9: Agustus 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v5i9.18145

Abstract

Seiring meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap pelayanan yang cepat dan mudah, pemerintah terus melakukan inovasi melalui pengembangan sistem informasi berbasis digital. BAPPEDA Kabupaten Gresik telah menerapkan SPBE melalui pengembangan sistem SEPEKAN (Sistem Informasi Rekomendasi Perizinan Layanan Kelitbangan). Namun dalam praktiknya, pelaksanaan sistem SEPEKAN masih menghadapi beberapa kendala bagi penggunanya. Sebagai pelayanan perizinan online KKN, survey, PKL, penelitian, hingga riset di Kabupaten Gresik, kendala yang muncul mencakup rendahnya kepuasan kualitas sistem hingga eror sistem. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi yang dilakukan oleh Bappeda Kabupaten Gresik dalam mengatasi eror sistem pada aplikasi SEPEKAN dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Penelitian dianalisis menggunakan pendekatan manajemen strategik Fred R.David (2011) dengan tiga indikator meliputi, formulais strategi, implementasi strategi, dan evaluasi strategi. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, serta dokumentasi. Informan dipilih menggunakan Teknik purposive sampling. Data dianalisis melalui model interaktif Miles Huberman (2014). Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang dilakukan BAPPEDA Kabupaten Gresik dalam mengatasi eror sistem pada aplikasi SEPEKAN telah mencakup tahapan formulasi, implementasi, dan evaluasi strategi. Namun, pelaksanaannya masih belum optimal karena keterbatasan kapasitas teknis internal, ketergantungan pada pihak eksternal, serta belum terpenuhinya kualitas layanan secara maksimal.