Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PEMETAAN AWAL KEBERLANJUTAN BUDIDAYA NILA KOLAM AIR DERAS BERORIENTASI PASAR PEMANCINGAN DI DESA SIGERONGAN, LOMBOK BARAT Bagus Dwi Hari Setyono; Rizky Regina Kawirian; Syawalina Fitria; Rangga Idris Affandi; Muhammad Sumsanto; Laily Fitriani Mulyani; Meci Salsabila; Iva Naya Sulistya; Lalu Irfan Hadi Nugraha; Marsya Andini
Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia Vol 6 No 1 (2026): Jurnal Pengabdian Perikanan Indonesia
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppi.v6i1.9962

Abstract

Artikel ini menyajikan tahap pemetaan awal dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang menelaah keberlanjutan usaha budidaya nila kolam air deras berorientasi pasar kolam pemancingan di Desa Sigerongan, Lombok Barat. Kegiatan ini dirancang untuk mengidentifikasi faktor teknis, pasar, dan modal kerja yang membentuk kelangsungan usaha serta menyusun prioritas tindak lanjut bagi fase pendampingan berikutnya. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi lapangan, dan telaah dokumen dengan melibatkan pembudidaya, pengelola kolam pemancingan, dan pemasok pakan. Usaha mitra mengoperasikan 9 kolam aktif pada lahan 5 are, memanfaatkan air sungai dan irigasi, serta menyalurkan sekitar 80% penjualan ke segmen pemancingan. Pada siklus terakhir, panen dilakukan bertahap sebanyak 300–500 ekor dengan total sekitar 300 kg, bobot 700 g–1,5 kg per ekor, survival rate 99%, FCR 1,1–1,3, dan harga jual Rp30.000/kg. Namun demikian, diagnosis juga menunjukkan adanya risiko musiman terhadap kualitas air, belum rutinnya pemantauan kualitas air, praktik grading yang masih terbatas, risiko distribusi ikan hidup, persaingan harga, serta lemahnya pencatatan teknis dan administrasi usaha. Luaran utama kegiatan ini ialah peta awal keberlanjutan usaha yang menegaskan bahwa kelangsungan budidaya ditentukan oleh keterkaitan antara stabilitas produksi, kesesuaian ukuran dan vitalitas ikan dengan permintaan pasar pemancingan, serta kelenturan pembayaran pakan berbasis kepercayaan. Tindak lanjut prioritas meliputi penguatan pencatatan kualitas air, penambahan aerasi, perencanaan panen, dan penataan dokumentasi transaksi.