Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Effect Of Smk3 Implementation, Safety Culture And Project Leadership On Ohs Performance In Construction Projects In Dili City, Timor Leste Pedro Maria Lopes Pacheco; Anton Soekiman; Chandra Afriade Siregar
J-ENSITEC (Journal of Engineering and Sustainable Technology) Vol. 12 No. 02 (2026): June 2026
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/j-ensitec.v12i02.17972

Abstract

The construction industry is widely recognized as one of the sectors with the highest levels of occupational risk, particularly in developing countries such as Timor Leste. The implementation of the Occupational Health and Safety Management System (OHSMS/SMK3) in construction projects is often limited to administrative compliance and is not fully supported by a strong safety culture and effective project leadership, resulting in suboptimal Occupational Health and Safety (OHS) performance. Therefore, understanding the interaction among these factors is essential to improving safety outcomes in construction environments. This study aims to analyze the influence of OHSMS implementation, safety culture, and project leadership on OHS performance in construction projects located in Dili City, Timor Leste. The research also examines both direct and indirect relationships among variables, including the mediating role of safety culture and OHSMS implementation. A quantitative research approach was employed using a survey method, in which structured questionnaires were distributed to construction project personnel directly involved in OHS activities. The collected data were analyzed using the Partial Least Square–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) technique to evaluate the measurement and structural models. The findings reveal that OHSMS implementation and safety culture have significant positive effects on OHS performance. Project leadership demonstrates a crucial role in strengthening safety culture and enhancing the implementation of OHSMS, while also exerting an indirect influence on OHS performance through these mediating variables.  Overall, the results emphasize the importance of integrating systematic, cultural, and leadership approaches to achieve sustainable improvements in occupational health and safety performance within construction projects in Timor Leste.
Evaluasi Perencanaan, Pengawasan, dan Administrasi Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Jawa Barat: Pendekatan Project Life Cycle Niawati Niawati; Djoko Pitoyo; Anton Soekiman
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.12799

Abstract

Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) merupakan intervensi pemerintah untuk menekan angka Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) melalui skema pemberdayaan keswadayaan masyarakat, sejalan dengan Instruksi Presiden No. 8 Tahun 2025 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik tahun 2025, terdapat 29,6 juta RTLH, sehingga keberlanjutan program penting untuk mempercepat penanggulangan kemiskinan ekstrem dan meningkatkan taraf hidup masyarakat berpenghasilan rendah. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas perencanaan administratif dan pengawasan Program BSPS di Provinsi Jawa Barat dengan mengadopsi kerangka Project Life Cycle (PLC) dan Project Management Competency Development (PMCD) dari Project Management Institute. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui analisis dokumen perencanaan, pedoman teknis, panduan administratif, verifikasi proposal dan Rencana Anggaran Biaya, observasi lapangan, serta wawancara dengan koordinator wilayah, Tenaga Fasilitator Lapangan, pejabat pembuat komitmen, pemerintah daerah, dan masyarakat penerima bantuan pada tahun 2026. Data dianalisis melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan, kemudian divalidasi dengan triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan tahapan inisiasi dan verifikasi berjenjang, mulai dari pengusulan calon penerima, verifikasi data melalui SIBARU, hingga penetapan oleh Direktorat Jenderal, dengan cakupan 26 kabupaten/kota, 13.645 calon penerima bantuan, 454 Tenaga Fasilitator Lapangan, dan 14 koordinator wilayah. Penerapan PLC secara signifikan mendukung pencapaian target fisik, sedangkan kompetensi TFL berperan dalam manajemen konflik sosial serta pengawasan teknis, administratif, dan keuangan sesuai PMCD. Faktor pendukungnya adalah regulasi dan partisipasi masyarakat, sedangkan kendalanya meliputi keterbatasan kemampuan swadaya dan fluktuasi harga material. Studi ini merekomendasikan digitalisasi dokumen verifikasi dan pelatihan mitigasi risiko bagi TFL untuk memperkuat akuntabilitas pelaksanaan BSPS.