Perkembangan bahasa pada anak tunarungu berimplikasi langsung terhadap potensi akademik dalam proses belajar mengajar. Selama ini, mitra di sekolah menghadapi tantangan akibat keterbatasan penguasaan bahasa isyarat, kerumitan materi struktur kalimat Subjek, Predikat, Objek, dan Keterangan (SPOK), serta keterbatasan media bantu visual interaktif yang berakibat pada minimnya interaksi efektif antara guru dan siswa di kelas. Kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan keterampilan praktis guru melalui pelatihan pengajaran menggunakan media interaktif berbasis website struktur SPOK sebagai teknologi asistif. Metode pelaksanaan pengabdian ini menggunakan pendekatan luring yang meliputi metode ceramah, seminar, demonstrasi fitur, uji coba, serta pendampingan langsung. Kegiatan ini diikuti oleh 40 peserta yang terdiri dari kepala sekolah, staf, guru pendamping kelas, serta siswa tunarungu dan tunanetra di SLB Negeri 1 Gowa. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelaksanaan PKM ini memberikan dampak positif signifikan bagi peningkatan kompetensi literasi digital guru. Guru memperoleh pengetahuan baru, keterampilan praktis dalam mengoperasikan media alternatif teknologi asistif berbasis website, serta kapasitas mendampingi siswa berkebutuhan khusus secara interaktif. Faktor pendukung utama program ini adalah tingginya minat teknologi dan partisipasi aktif para guru, sementara faktor penghambat yang diidentifikasi meliputi ketidakstabilan kapasitas internet dan perlunya penanganan yang lebih intensif pada demonstrasi langsung bersama siswa berkebutuhan khusus.