Perkembangan teknologi pada era Society 5.0 mendorong perubahan dalam sistem evaluasi pembelajaran, termasuk pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Digital assessment menjadi salah satu inovasi yang mampu mendukung pelaksanaan penilaian secara lebih efektif, efisien, objektif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep, peluang, tantangan, implementasi, serta strategi pengembangan digital assessment dalam pembelajaran PAI pada era Society 5.0. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research). Data diperoleh dari berbagai sumber sekunder berupa buku, artikel ilmiah, jurnal, prosiding, dan dokumen akademik yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan teknik deskriptif kualitatif melalui proses reduksi, pengelompokan, interpretasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil kajian menunjukkan bahwa digital assessment mampu meningkatkan kualitas evaluasi pembelajaran melalui pemanfaatan berbagai platform digital, seperti Google Forms, Quizizz, Kahoot, Learning Management System (LMS), dan aplikasi pendukung lainnya. Teknologi tersebut memfasilitasi penilaian pada ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik, mempercepat pemberian umpan balik, meningkatkan motivasi belajar, serta menyediakan data yang akurat sebagai dasar pengambilan keputusan pembelajaran. Namun, implementasinya masih menghadapi kendala berupa keterbatasan infrastruktur, rendahnya kompetensi digital guru dan peserta didik, kesulitan mengukur aspek afektif dan spiritual, risiko integritas akademik, serta keamanan data. Oleh karena itu, penguatan literasi digital, penyediaan sarana pendukung, pengembangan asesmen autentik, dan integrasi nilai-nilai Islam menjadi strategi penting untuk mewujudkan sistem evaluasi PAI yang inovatif, berkarakter, dan relevan dengan tuntutan pendidikan abad ke-21.