Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Pendidikan Nilai Solidaritas Sosial Melalui Kegiatan Edukasi Inklusi Rahma Aulia Irmiati; Nur Khasanah
Analysis Vol 3 No 2 (2025)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65311/j.analysis.v3i2.1695

Abstract

Pendidikan inklusif memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai sosial seperti empati, solidaritas, dan kepedulian terhadap sesama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pendidikan nilai solidaritas sosial melalui kegiatan Edukasi Inklusi dan Difabel (EKSKLUSIF) yang diselenggarakan oleh UKM F Literasi Pendidikan di SLB Negeri Pekalongan, serta dampaknya terhadap pembentukan karakter sosial peserta didik berkebutuhan khusus. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman, meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan EKSKLUSIF efektif menanamkan nilai-nilai solidaritas sosial melalui interaksi kolaboratif antara mahasiswa dan siswa, mencakup empati, kepedulian sosial, gotong royong, dan kesetaraan. Implementasi nilai-nilai tersebut tercermin dalam setiap tahap kegiatan, mulai dari ice breaking, pengenalan materi, praktik menanam, hingga sesi refleksi, sehingga memberikan pengalaman belajar yang kontekstual dan aplikatif. Kegiatan ini mencerminkan prinsip solidaritas organik Émile Durkheim, di mana perbedaan peran dan kemampuan peserta saling melengkapi untuk membangun kohesi sosial. Dampak kegiatan dirasakan oleh siswa melalui peningkatan rasa percaya diri, penerimaan, dan kebersamaan, serta bagi mahasiswa melalui peningkatan kesadaran sosial, moral, dan kemampuan membangun lingkungan inklusif. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan pendidikan nilai solidaritas sosial berbasis praktik dan interaksi langsung sebagai model pendidikan karakter inklusif yang efektif.
Transformasi Digital Assessment Dalam Pendidikan Agama Islam: Peluang Dan Tantangan Pada Era Society 5.0 Aulia Damayanti; Hikmah Ramadhani; Rahma Aulia Irmiati; Muntaqo Fadli; Muhammad Zufar Sabiq; Ridho Riyadi
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1509

Abstract

Perkembangan teknologi pada era Society 5.0 mendorong perubahan dalam sistem evaluasi pembelajaran, termasuk pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Digital assessment menjadi salah satu inovasi yang mampu mendukung pelaksanaan penilaian secara lebih efektif, efisien, objektif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep, peluang, tantangan, implementasi, serta strategi pengembangan digital assessment dalam pembelajaran PAI pada era Society 5.0. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research). Data diperoleh dari berbagai sumber sekunder berupa buku, artikel ilmiah, jurnal, prosiding, dan dokumen akademik yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan teknik deskriptif kualitatif melalui proses reduksi, pengelompokan, interpretasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil kajian menunjukkan bahwa digital assessment mampu meningkatkan kualitas evaluasi pembelajaran melalui pemanfaatan berbagai platform digital, seperti Google Forms, Quizizz, Kahoot, Learning Management System (LMS), dan aplikasi pendukung lainnya. Teknologi tersebut memfasilitasi penilaian pada ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik, mempercepat pemberian umpan balik, meningkatkan motivasi belajar, serta menyediakan data yang akurat sebagai dasar pengambilan keputusan pembelajaran. Namun, implementasinya masih menghadapi kendala berupa keterbatasan infrastruktur, rendahnya kompetensi digital guru dan peserta didik, kesulitan mengukur aspek afektif dan spiritual, risiko integritas akademik, serta keamanan data. Oleh karena itu, penguatan literasi digital, penyediaan sarana pendukung, pengembangan asesmen autentik, dan integrasi nilai-nilai Islam menjadi strategi penting untuk mewujudkan sistem evaluasi PAI yang inovatif, berkarakter, dan relevan dengan tuntutan pendidikan abad ke-21.