Keterlambatan pengembalian rekam medis rawat inap di RSU Bhakti Husada Banyuwangi mencapai 33,82% hal tersebut masih jauh dari target standart pengembalian rekam medis rawat inap 100% setelah pasien pulang. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis penyebab keterlambatan pengembalian rekam medis rawat inap di Rumah Sakit Umum Bhakti Husada Banyuwangi. Jenis penelitian yang dilakukan yaitu kualitatif deskriptif. Subjek penelitian antara lain 3 perawat, 1 bidan, 1 petugas assembling dan 1 kepala rekam medis. Perawat dan bidan dalam subjek penelitian ini berperan sebagai informan utama yang terlibat langsung dalam proses pengembalian rekam medis rawat inap, sedangkan petugas assembling sebagain informan pendukung yang menerima pengembalian rekam medis serta kepala rekam medis yang bertugas mengevaluasi kegiatan pengelolaan rekam medis. Pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Hasil analisis keterlambatan waktu pengembalian rekam medis rawat inap yaitu kurangnya pengetahuan perawat dan bidan terhadap standart waktu dan Standar Operasional Prosedur (SOP) pengembalian rekam medis, ketidakdisiplinan dokter dan perawat dalam mengisi rekam medis, ketidaklengkapan pengisian rekam medis pasien rawat inap, belum adanya reward, belum optimalnya pemberian punishment serta kurangnya sosialisasi SOP. Saran dalam penelitian ini yaitu perlu dibuatnya SOP pengisian rekam medis, memberikan pemahaman kepada perawat dan bidan terkait standart waktu dan SOP pengembalian rekam medis melalui sosialisasi, melakukan sosialisasi SOP secara rutin minimal satu bulan sekali setiap awal bulan, mengadakan reward dan mempertimbangkan punishment agar memberikan efek jera kepada perawat dan bidan supaya lebih disiplin dalam mengembalikan berkas.