Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Persepsi Konsumen pada Konten IGC dan FGC di Akun Instagram @meccafriedchicken.id Nagiza Akbar; Jefri Audi Wempi
Jurnal JTIK (Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi) Vol 10 No 4 (2026): OCTOBER 2026
Publisher : Lembaga Otonom Lembaga Informasi dan Riset Indonesia (KITA INFO dan RISET) - Lembaga KITA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35870/jtik.v10i4.6876

Abstract

This study aims to understand the engagement rate (ER) gap between Influencer Generated Content (IGC) and Firm Generated Content (FGC) on the Instagram account @meccafriedchicken.id in September 2025 through consumer perceptions. This study uses a descriptive method with a descriptive qualitative approach and a constructivist paradigm. Research data were collected through literature studies, text observations of the Instagram account @meccafriedchicken.id, and semi-structured in-depth interviews with external and internal informants, as well as specialists. The results show that the reason behind the ER gap is that consumers find IGC more appealing because it combines visual and audio stimuli simultaneously. Therefore, consumer perceptions are formed through the visual appearance of the product, the influencer's communication style, and the comprehensive delivery of information. This study concludes that content type and influencer presence significantly influence the process of forming consumer perceptions of a brand on social media
Makna Film “Sore: Istri dari Masa Depan” Ditinjau dari Grande Syntagmatique Christian Metz Nyimas Najla Mumtaz; Jefri Audi Wempi
Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Vol. 9 No. 1 (2026): Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia
Publisher : Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/6a043k28

Abstract

Penelitian ini merupakan studi kasus yang bertujuan untuk membedah proses konstruksi makna pada film Sore: Istri dari Masa Depan melalui pendekatan struktur naratif nonlinear, dengan menerapkan teori Grande Syntagmatique karya Christian Metz. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan kerangka paradigma konstruktivisme sebagai landasan terhadap realitas yang dikaji. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi mendalam yaitu, pemutaran film secara intensif. Kemudian, mengelompokkan adegan berdasarkan delapan jenis syntagmatique Christian Metz. Dari sana, data direduksi dan ditafsirkan secara bertahap untuk mengidentifikasi pola makna sinematik yang dihasilkan. Temuan penelitian menunjukan bahwa sequence biasa adalah sintagma yang paling dominan, yang dalam kasus film ini muncul melalui pengulangan adegan selama 20 kali sepanjang film. Pengulangan ini tidak hanya Menyusun alur cerita, melainkan sekaligus bekerja membangun respons emosional penonton serta mempertegas makna pada film. Selain itu, syntagma pendukung lainnya juga berperan dalam memperkaya lapisan sinematik melalui sudut pandang dan komposisi visual. Temuan ini selaras dengan hasil kajian terdahulu yang menyatakan bahwa penerapan alur non linear beserta pengulangan waktu mampu memperkuat muatan emosional dan kerumitan naratif dalam film.  Penelitian ini menyimpulkan bahwa struktur sintagmatik memiliki kemampuan untuk membedah makna yang berlapis, terlihat dalam pengulangan waktu dan variasi susunan naratif dalam konteks film yang diteliti. Secara teori, studi ini ikut memperkaya kajian semiotika film di Indonesia, khususnya dalam pendekatan konsep Grande Syntagmatique Christian Metz dalam pembacaan struktur naratif non-linear pada konteks perfilman Indonesia