Nyimas Najla Mumtaz
LSPR Institute of Communication and Business

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Makna Film “Sore: Istri dari Masa Depan” Ditinjau dari Grande Syntagmatique Christian Metz Nyimas Najla Mumtaz; Jefri Audi Wempi
Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Vol. 9 No. 1 (2026): Warta Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia
Publisher : Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/6a043k28

Abstract

Penelitian ini merupakan studi kasus yang bertujuan untuk membedah proses konstruksi makna pada film Sore: Istri dari Masa Depan melalui pendekatan struktur naratif nonlinear, dengan menerapkan teori Grande Syntagmatique karya Christian Metz. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan kerangka paradigma konstruktivisme sebagai landasan terhadap realitas yang dikaji. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi mendalam yaitu, pemutaran film secara intensif. Kemudian, mengelompokkan adegan berdasarkan delapan jenis syntagmatique Christian Metz. Dari sana, data direduksi dan ditafsirkan secara bertahap untuk mengidentifikasi pola makna sinematik yang dihasilkan. Temuan penelitian menunjukan bahwa sequence biasa adalah sintagma yang paling dominan, yang dalam kasus film ini muncul melalui pengulangan adegan selama 20 kali sepanjang film. Pengulangan ini tidak hanya Menyusun alur cerita, melainkan sekaligus bekerja membangun respons emosional penonton serta mempertegas makna pada film. Selain itu, syntagma pendukung lainnya juga berperan dalam memperkaya lapisan sinematik melalui sudut pandang dan komposisi visual. Temuan ini selaras dengan hasil kajian terdahulu yang menyatakan bahwa penerapan alur non linear beserta pengulangan waktu mampu memperkuat muatan emosional dan kerumitan naratif dalam film.  Penelitian ini menyimpulkan bahwa struktur sintagmatik memiliki kemampuan untuk membedah makna yang berlapis, terlihat dalam pengulangan waktu dan variasi susunan naratif dalam konteks film yang diteliti. Secara teori, studi ini ikut memperkaya kajian semiotika film di Indonesia, khususnya dalam pendekatan konsep Grande Syntagmatique Christian Metz dalam pembacaan struktur naratif non-linear pada konteks perfilman Indonesia