Khairul Abdillah Harahap
UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Model Pendidikan Karakter Berbasis Pemikiran Islam Klasik: Analisis Komparatif Ibnu Miskawaih, Al-Ghazali, dan Ibnu Sina Khairul Abdillah Harahap; Nelly Setia Wati
Annual Conference on Islamic Early Childhood Education (ACIECE) Vol. 9 (2025): The 9th Annual Conference On Islamic Early Childhood Education
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganalisis fondasi filosofis pendidikan anak dalam tradisi pemikiran Islam klasik melalui kajian komparatif terhadap tiga tokoh utama, yakni Ibn Miskawaih, Al-Ghazali, dan Ibn Sina. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif hermeneutik-komparatif, penelitian ini menginvestigasi secara sistematis dimensi moral, intelektual, dan spiritual dalam konsepsi pendidikan mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga pemikir menempatkan pembentukan moral pada fase usia dini sebagai aspek fundamental, yang dilakukan melalui pembiasaan perilaku, keteladanan, serta integrasi perkembangan rasional, emosional, dan spiritual. Sintesis analitis menghasilkan lima prinsip utama pendidikan karakter dalam perspektif Islam klasik, yaitu: uswah (keteladanan), ta’dib (pembiasaan moral), tawazun (keseimbangan), istiqamah (kemandirian dan konsistensi moral), serta ruhaniyah (spiritualitas). Kelima prinsip ini membentuk kerangka konseptual holistik yang menunjukkan relevansi tinggi terhadap paradigma pendidikan kontemporer seperti social-emotional learning dan pendidikan berbasis nilai. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dengan menawarkan model integratif yang menjembatani etika moral Islam klasik dan praktik pedagogik modern. Implikasi temuan menegaskan bahwa rekontekstualisasi pemikiran klasik dapat memperkuat dimensi moral dan spiritual dalam sistem pendidikan modern.
Relevansi Konsep Pendidikan Anak Menurut Abdullah Nashih Ulwan terhadap Pendidikan Karakter Islam Modern Khairul Abdillah Harahap; Muh. Wasith Achadi; Bahtiar Arbi
Al-Qalam: Jurnal Kajian Islam dan Pendidikan Vol 17 No 2 (2025): Al-Qalam: Jurnal Kajian Islam Dan Pendidikan
Publisher : LP2M Universitas Islam Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47435/al-qalam.v17i2.4243

Abstract

The purpose of this study is to examine the relevance of Abdullah Nashih Ulwan’s concept of child education in Tarbiyat al-Aulad fi al-Islam to the development of modern Islamic character education. Ulwan emphasizes the importance of balanced development encompassing faith, morality, intellect, social awareness, and physical growth as the foundation for forming a holistic Islamic personality (syakhshiyyah islamiyyah). Employing a qualitative-descriptive approach through literature analysis, this study explores Ulwan’s five educational methods: exemplary behavior, advice and guidance, habituation, supervision, and educational punishment. The findings indicate that Ulwan’s educational principles remain relevant to contemporary character education models, such as those proposed by Thomas Lickona, which integrate cognitive, emotional, and behavioral dimensions. In the digital era, Ulwan’s educational values can be implemented through the ethical use of digital media, strengthening the moral roles of teachers and parents, and designing curricula that integrate spiritual and social dimensions. This study contributes to the academic discourse on Islamic moral education and provides a theoretical foundation for future research on the application of Ulwan’s ideas in technology-based learning environments