Fita Sabana Rahayu Rumayomi
Universitas Muhammadiyah Purworejo

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Identifikasi Kesulitan Siswa Kelas V dalam Menyelesaikan Soal Pecahan Berdasarkan Perspektif Newman Fita Sabana Rahayu Rumayomi; Titi Anjarini; Ageng Triyono
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 2 (2026): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v6i2.4184

Abstract

Rendahnya kemampuan siswa dalam memahami informasi soal beserta menetapkan langkah penyelesaian menyebabkan kesalahan dalam proses penyelesaian soal matematika pada materi pecahan dilakukan oleh banyak siswa. Studi ini memiliki tujuan guna melakukan identifikasi terhadap tantangan yang dihadapi oleh siswa kelas V terhadap penyelesaian soal cerita pada materi pecahan menurut prosedur Newman. Studi ini mengimplementasikan metode deskriptif kualitatif dan dilakukan di SD Negeri Sindurjan Purworejo di semester pertama tahun ajaran 2025/2026. Subjek yang diteliti terdapat empat siswa yang ditetapkan melalui teknik purposive sampling berlandaskan taraf kemampuan. Pengumpulan data melalui analisis dokumen berupa lembar jawaban siswa, wawancara, serta dokumentasi. Analisis data merujuk pada model Miles dan Huberman yang mencakup tahap mengumpulkan data, mereduksi data, menyajikan data, maupun menarik kesimpulan. Temuan penelitan ini memperlihatkan bahwasanya siswa melakukan kesalahan pada hampir seluruh tahap prosedur Newman, kecuali pada tahap membaca. Persentase kesalahan pada tahapan memahami, transformasi, serta keterampilan proses masing-masing sebesar 75%, sementara kesalahan penulisan jawaban akhir mencapai 100%. Kesalahan dalam keterampilan proses maupun penulisan jawaban akhir adalah yang paling dominan, yang disebabkan oleh minimnya keakuratan siswa dalam melaksanakan perhitungan dan juga tidak melakukan pengecekan terhadap hasil akhir. Hasil ini memperlihatkan diperlukannya pembelajaran yang cenderung berfokus pada keterampilan prosedural, pemahaman konsep, dan ketelitian terhadap penyelesaian soal cerita materi pecahan.