Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Meningkatkan Kegembiraan (Joyful learning) melalui Media Pembelajaran Powtoon pada Materi Gerak dan Gaya Sella Febi Permatasari; Muhammad Solihin; Ayu Wandari
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 2 (2026): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v6i2.4398

Abstract

Rendahnya kegembiraan belajar siswa tidak hanya berdampak pada menurunnya partisipasi dalam pembelajaran, tetapi juga dapat menghambat terciptanya pengalaman belajar yang bermakna. Oleh karena itu, diperlukan upaya perbaikan pembelajaran melalui penggunaan media Powtoon yang mampu menyajikan materi secara menarik, interaktif, dan sesuai dengan karakteristik siswa di era digital. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kegembiraan belajar siswa melalui penerapan media Powtoon pada pembelajaran IPA materi gerak dan gaya. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas dengan model Kemmis dan Taggart yang terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus dengan masing-masing dua kali pertemuan. Subjek penelitian adalah 26 siswa kelas VIII D. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif dengan menghitung persentase kegembiraan belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media pembelajaran berbasis Powtoon mampu meningkatkan kegembiraan belajar siswa secara bertahap pada setiap siklus. Pada tahap pra-siklus, persentase kegembiraan siswa sebesar 61,54% dengan kategori cukup. Setelah diterapkan media Powtoon pada siklus I pertemuan 1 meningkat menjadi 72,12% dengan kategori baik, kemudian meningkat lagi pada pertemuan 2 menjadi 79,81% dengan kategori baik. Pada siklus II pertemuan 1 persentase mencapai 80,77% dengan kategori sangat baik, dan pada pertemuan 2 meningkat menjadi 88,46% dengan kategori sangat baik. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan media pembelajaran berbasis Powtoon efektif dalam meningkatkan kegembiraan belajar siswa pada mata pelajaran IPA materi gerak dan gaya. Penelitian selanjutnya disarankan untuk menggembangkan penggunaan media pembelajaran berbasis pawtoon pada materi IPA lainnya maupun pada pelajaran yang lain.
Pengaruh Penerapan Model Sains Teknologi Masyarakat (STM) terhadap Keterampilan Berpikir Siswa pada Mata Pelajaran IPA Kelas VIII SMPN 04 Tebo Epa Epa; Sugeng Kurniawan; Ayu Wandari
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 2 (2026): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v6i2.4413

Abstract

Pembelajaran IPA di SMP masih didominasi ceramah sehingga konsep sains terasa abstrak dan sulit dikaitkan siswa dengan kehidupan sehari-hari. Kondisi ini berdampak pada rendahnya keterampilan berpikir siswa, terutama pada materi sistem pencernaan yang menuntut kemampuan analisis dan evaluasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model Sains Teknologi Masyarakat terhadap keterampilan berpikir siswa kelas 8 SMP Negeri 04 Tebo. Metode yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan desain pretest-posttest non equivalent control group dan pendekatan kuantitatif. Sampel terdiri dari 25 siswa kelas eksperimen dengan model STM dan 23 siswa kelas kontrol dengan model konvensional, dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan melalui tes keterampilan berpikir, angket, dan wawancara, kemudian dianalisis menggunakan uji normalitas, homogenitas, uji t independen, dan analisis N-Gain. Hasil menunjukkan rata-rata N-Gain kelas eksperimen 0,69 kategori sedang, lebih tinggi dari kelas kontrol 0,50. Uji t menghasilkan nilai signifikansi 0,00 sehingga terdapat perbedaan signifikan antara kedua kelompok. Model STM terbukti efektif meningkatkan keterampilan berpikir siswa karena pembelajaran dikaitkan dengan isu teknologi dan sosial di lingkungan. Disimpulkan bahwa STM dapat menjadi alternatif strategi pembelajaran IPA yang bermakna di SMP. Rekomendasi penelitian lanjutan adalah menguji model STM pada materi dan jenjang berbeda serta mengembangkan instrumen keterampilan berpikir yang lebih spesifik per indikator.