Pengelolaan sampah organik di pasar tradisional masih menjadi tantangan dalam sistem persampahan perkotaan, termasuk di Pasar Kangkung Teluk Betung Selatan, Kota Bandar Lampung. Tingginya timbulan limbah organik yang belum dimanfaatkan secara optimal menyebabkan peningkatan beban Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) serta menimbulkan berbagai dampak lingkungan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mengembangkan pengelolaan limbah organik pasar melalui budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF) sebagai upaya pengurangan sampah dari sumber sekaligus meningkatkan nilai ekonomi limbah. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dan edukatif dengan melibatkan pedagang, pengelola pasar, dan mahasiswa melalui empat tahapan, yaitu edukasi pemilahan sampah organik, pelatihan budidaya maggot, pelatihan pemanfaatan dan pemasaran hasil budidaya, serta monitoring dan evaluasi. Kegiatan dilaksanakan melalui penyuluhan, diskusi, praktik langsung, dan pendampingan lapangan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam mengelola sampah organik, penerapan sistem pemilahan sampah berbasis sumber, serta kemampuan mengembangkan budidaya maggot sebagai pengolah limbah dan sumber pakan alternatif bernilai ekonomi. Program ini juga mendukung penerapan ekonomi sirkular melalui pemanfaatan limbah organik menjadi produk yang bermanfaat sekaligus mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPA. Model pengelolaan yang diterapkan berpotensi menjadi alternatif pengelolaan sampah pasar yang berkelanjutan dan dapat direplikasi pada pasar tradisional lainnya.