Eva Hany Hanida
Universitas Negeri Surabaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Pengelolaan dan Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dalam Mendukung Pembiayaan Pembangunan Di Kota Malang Nova Adelia; Nisfatun Choiriyah; Eva Hany Hanida; Revienda Anita Fitrie
Journal Social Society Vol. 6 No. 3 (2026): Juli - September 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/jss.6.3.2026.1355

Abstract

Urgensi penelitian ini terletak pada pentingnya meningkatkan kemandirian fiskal Kota Malang melalui pengelolaan dan optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) guna mendukung pembiayaan pembangunan daerah yang berkelanjutan dan mengurangi ketergantungan terhadap dana transfer pemerintah pusat. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh urgensi penguatan kemandirian fiskal daerah di era desentralisasi, di mana banyak pemerintah daerah, termasuk Kota Malang, masih sangat bergantung pada transfer dari pemerintah pusat untuk membiayai pembangunan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan dan optimalisasi PAD dalam mendukung pembiayaan pembangunan di Kota Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan studi literatur. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan daerah, laporan realisasi anggaran, dokumen resmi pemerintah, publikasi statistik, serta literatur ilmiah yang relevan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi dan penelusuran literatur secara sistematis. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis isi melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PAD Kota Malang mengalami pertumbuhan yang fluktuatif namun cenderung meningkat selama periode 2019–2023, dengan kontribusi terbesar berasal dari pajak daerah. Namun demikian, tingkat kemandirian fiskal masih tergolong rendah karena ketergantungan terhadap dana transfer dari pemerintah pusat masih cukup tinggi. Faktor pendukung optimalisasi PAD meliputi besarnya potensi ekonomi daerah dan penerapan digitalisasi layanan perpajakan, sedangkan faktor penghambat meliputi keterbatasan sistem administrasi dan rendahnya kepatuhan wajib pajak. Oleh karena itu, diperlukan strategi optimalisasi seperti intensifikasi pajak, pengembangan sektor pariwisata, optimalisasi aset daerah, digitalisasi pelayanan, serta diversifikasi sumber pendapatan. Dengan strategi tersebut, diharapkan PAD dapat menjadi sumber utama pembiayaan pembangunan daerah yang berkelanjutan.