Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

DINAMIKA SOCIAL PROTECTION POLICY: KEBIJAKAN PEMBERLAKUAN PEMBATASAN KEGIATAN MASYARAKAT (PPKM) ERA PANDEMI COVID-19 DI INDONESIA Revienda Anita Fitrie; Vidya Imanuari Pertiwi; Ghulam Maulana Ilman; Monalisa -
Journal Publicuho Vol 5, No 2 (2022): May-July
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35817/jpu.v5i2.25408

Abstract

This article aims to explore the dynamics of the Policy for the Enforcement of Community Activity Restrictions (PPKM) as a form of Social Protection Policy. The increase in Covid-19 cases in Indonesia requires the government to take quick action through the Emergency PPKM policy. Indonesia's entry into the 2nd wave of Covid-19 was marked by a significant increase in new additional cases in early July 2021. The implementation of this PPKM then gave rise to various vertical and horizontal dynamics and conflicts in the public sphere which are interesting for further review. This study uses descriptive qualitative methods with secondary data collection techniques. Data acquisition is also supported through search results from Google Mobility and Google Trends to strengthen the analysis results. The results of this study explain that the PPKM policy was officially taken by the government to suppress the spread of Covid-19 in Indonesia. Its application has proven to be effective in suppressing community mobility. The implementation of PPKM led to panic buying, increased demand for health products, to health facilities such as hospitals and health centers. The implementation of PPKM raises pros and cons, starting from the acceleration of vaccination, the use of the Peduli Protect application, integrated social welfare data to the emergence of the airport mafia. keywords: Covid-19; PPKM; Social Protection Policy; 
Analysis of the #KaburAjaDulu Phenomenon in the Context of Migration of Indonesian Banyuwangi Workers Abroad: Analisis Fenomena #KaburAjaDulu dalam Konteks Migrasi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) Banyuwangi ke Luar Negeri Adam Jamal; Revienda Anita Fitrie
JATI EMAS (Jurnal Aplikasi Teknik dan Pengabdian Masyarakat) Vol. 9 No. 3 (2025): Jati Emas (Jurnal Aplikasi Teknik dan Pengabdian Masyarakat)
Publisher : DPD Jatim Perkumpulan Dosen Indonesia Semesta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The hashtag #KaburAjaDulu emerged as a social phenomenon that received significant public attention in response to economic and social conditions at the local and national levels, particularly related to limited job opportunities. This study aims to analyze this recently viral phenomenon in relation to the trend of Indonesian migrant workers (TKI), especially TKI from Banyuwangi, going abroad. The analysis was conducted using a quantitative approach, to examine official statistical data regarding the number and distribution of TKI before and after the hashtag #KaburAjaDulu. Secondary data was obtained from the Banyuwangi Regency Manpower, Transmigration, and Industry Office. The results of the analysis are expected to provide a comprehensive picture of the relationship between the #KaburAjaDulu phenomenon and the dynamics of labor migration from Banyuwangi. This study aims to provide policy recommendations for the government in managing labor migration effectively. Thus, it is expected to contribute to understanding the administrative and social aspects behind the mobility of TKI from Banyuwangi in the context of regional development and public administration.
Manajemen Konflik Sebagai Indikator Efektivitas Penguatan Diri: Perbedaan Antara Pola Pikir dalam Mengelola Emosional Antara Gen z dan Gen Milenial dalam Perspektif SDGs Afifah Fatmala Nurlianti; Vella Elfanny Meisyacharis; Albaitul Khoiridah Fitriani; Hieronimus Febian Jona Hendrawan; Revienda Anita Fitrie; Nuh Krama Hadianto
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.8268

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya konflik interpersonal di era digital yang dipicu oleh tingginya intensitas interaksi daring serta adanya perbedaan pola pengelolaan emosi antar generasi, khususnya Generasi Z dan Milenial. Perkembangan teknologi komunikasi yang pesat turut memperluas ruang interaksi sosial, namun di sisi lain juga meningkatkan potensi kesalahpahaman dan konflik akibat keterbatasan ekspresi emosional dalam komunikasi digital. Permasalahan utama dalam penelitian ini terletak pada belum optimalnya pemahaman mengenai bagaimana kedua generasi tersebut mengelola konflik dan emosi dalam konteks sosial yang semakin kompleks dan dinamis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran manajemen konflik dan kecerdasan emosional sebagai indikator penguatan diri, serta mengkaji perbedaan strategi yang digunakan oleh Generasi Z dan Milenial dalam perspektif Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya yang berkaitan dengan kesejahteraan mental dan pembangunan masyarakat yang inklusif. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi, melalui teknik wawancara mendalam terhadap enam informan yang dipilih secara purposif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Generasi Z cenderung menggunakan strategi menghindar serta regulasi emosi berbasis refleksi diri dalam menghadapi konflik. Sementara itu, Generasi Milenial lebih mengedepankan pendekatan kolaboratif dan komunikasi terbuka untuk menyelesaikan permasalahan interpersonal. Temuan ini menegaskan bahwa kemampuan dalam mengelola konflik dan emosi memiliki kontribusi signifikan terhadap kesehatan mental individu, peningkatan kohesi sosial, serta mendukung terciptanya masyarakat yang inklusif, harmonis, dan berkelanjutan sesuai dengan tujuan pembangunan global.
Peran Kontribusi Sektor Bawang Merah Terhadap Pendapatan Daerah di Kecamatan Sukomoro Kabupaten Nganjuk Inaya Regita Cahyani; Keysia Jessika Intansari; Eva Hany Fanida; Revienda Anita Fitrie
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.8485

Abstract

Pembangunan ekonomi wilayah tidak dapat dilepaskan dari kontribusi sektor primer, terutama pada daerah yang memiliki keunggulan komparatif dalam komoditas tertentu. Bawang merah merupakan salah satu komoditas hortikultura bernilai strategis yang menjadi tumpuan perekonomian di Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk. Penelitian ini dirancang untuk menelaah dinamika perkembangan produksi bawang merah sekaligus mengukur seberapa besar kontribusinya terhadap penerimaan ekonomi daerah. Pendekatan yang diterapkan bersifat kualitatif dengan desain deskriptif-analitis, di mana seluruh data bersumber dari dokumen resmi institusional, mencakup publikasi Badan Pusat Statistik serta laporan dari instansi pemerintah terkait. Proses analisis dilaksanakan melalui tiga tahapan, yakni analisis deskriptif untuk menggambarkan kondisi faktual, analisis kontribusi untuk mengukur proporsi ekonomi, serta analisis kebijakan untuk mengevaluasi respons regulasi yang berlaku. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa selama periode 2022–2025, volume produksi bawang merah di wilayah kajian menunjukkan tren pertumbuhan yang konsisten, yang dipicu oleh ekspansi areal tanam dan peningkatan efisiensi budidaya. Proporsi kontribusi komoditas ini terhadap PDRB subsektor pertanian berkisar antara 32 hingga 35 persen per tahun, menegaskan posisinya sebagai penggerak utama perekonomian lokal. Lebih jauh, aktivitas agribisnis bawang merah turut memicu efek berganda pada sektor-sektor pendukung, seperti perdagangan hasil pertanian, jaringan distribusi, dan industri berbasis olahan. Di sisi lain, kerentanan terhadap fluktuasi harga pasar dan ketergantungan monokultur menjadi persoalan struktural yang memerlukan perhatian serius. Guna menjamin keberlanjutan ekonomi jangka panjang, kebijakan yang berorientasi pada diversifikasi usaha, mekanisme stabilisasi harga, dan penguatan rantai nilai melalui pengembangan industri hilir perlu diprioritaskan secara terencana.
Analisis Strategi Manajemen Konflik Operasional Ojek Online di Kawasan Terminal Purabaya (Bungurasih), Surabaya Ryno Dwi Bachtiar; Monica Natalia Irene; Aisyah Lailatul Isnaini; Aril Maulana; Revienda Anita Fitrie
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.8534

Abstract

Penelitian ini menganalisis strategi manajemen konflik operasional antara ojek online dan ojek pangkalan di kawasan Terminal Purabaya atau Bungurasih, Surabaya. Fenomena disrupsi digital dalam sektor transportasi telah mengubah pola layanan, sistem persaingan, serta cara masyarakat mengakses moda perjalanan. Perubahan tersebut tidak hanya menghadirkan kemudahan bagi pengguna, tetapi juga menimbulkan ketegangan antara pengemudi ojek online dan ojek pangkalan yang telah lama beroperasi di sekitar terminal. Konflik yang muncul bersifat multidimensional karena berkaitan dengan perebutan ruang operasional, persaingan ekonomi, perbedaan sistem kerja, serta lemahnya pengaturan dan pengawasan dari pihak berwenang. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kasus, penelitian ini menelaah berbagai perspektif teori konflik untuk memahami akar persoalan dan merumuskan strategi penyelesaian yang lebih tepat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penanganan konflik tidak cukup dilakukan melalui larangan atau tindakan sepihak, melainkan memerlukan pendekatan kolaboratif, adil, dan berkelanjutan. Strategi yang dapat diterapkan meliputi penetapan zonasi operasional yang jelas, penguatan regulasi, pengawasan yang konsisten, dialog antar pihak, serta integrasi sistem transportasi agar masing-masing kelompok memiliki ruang kerja yang tertata. Selain itu, pemberdayaan ojek pangkalan juga penting dilakukan melalui pelatihan layanan, adaptasi teknologi, dan peningkatan kapasitas ekonomi. Dengan strategi tersebut, konflik dapat dikelola secara lebih konstruktif sehingga tercipta sistem transportasi yang tertib, inklusif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi, tanpa mengabaikan keberadaan pelaku transportasi konvensional yang masih memiliki peran sosial dan ekonomi bagi masyarakat sekitar terminal.
Manajemen Konflik Digital dalam Perspektif SDGs 16: Studi Kasus Eskalasi dan Resolusi Konflik SEAblings vs KNetz Rahma Fitriyani; Vannisha Rafa Naura Harina; Yusrotul Widad Sugiyanto; Herdiyanto Fransiskus Samosir; Revienda Anita Fitrie; Nuh Krama Hadianto
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.8543

Abstract

Konflik digital di media sosial semakin kompleks dan sulit dikendalikan, terutama ketika melibatkan perbedaan identitas budaya serta mekanisme algoritma yang mempercepat eskalasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola eskalasi konflik digital antara komunitas SEAblings dan KNetz, mengidentifikasi faktor-faktor yang memicu konflik, serta menilai strategi penyelesaian yang digunakan dalam perspektif manajemen konflik dan Sustainable Development Goal (SDG) 16, berfokus pada perdamaian, keadilan, dan kelembagaan yang tangguh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus yang dipadukan dengan netnografi. Data dikumpulkan melalui observasi non-partisipatif dan dokumentasi digital pada platform X (Twitter), TikTok, Instagram, dan Telegram selama periode puncak eskalasi konflik, yaitu tanggal 9 hingga 11 Februari 2026. Sumber data meliputi unggahan, komentar, dan tangkapan layar yang dianalisis menggunakan analisis tematik dari Braun dan Clarke. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik SEAblings vs KNetz mengalami eskalasi dalam tiga fase cepat: fase pemicu, fase penyebaran viral, serta fase polarisasi dan aksi kolektif. Faktor-faktor yang memicu konflik meliputi identitas kelompok yang kuat, anonimitas di media sosial, algoritma platform yang memprioritaskan konten provokatif, serta keterbatasan mediasi lintas batas. Strategi resolusi yang muncul sangat terbatas dan didominasi oleh gaya kompetisi, sementara upaya rekonsiliasi seperti permintaan maaf tenggelam oleh banjir konten konflik. Dari perspektif SDG 16, konflik ini melanggar prinsip perdamaian, keadilan, dan kelembagaan yang tangguh karena menghasilkan kekerasan verbal tanpa sanksi, ketidakadilan prosedural, serta kegagalan platform digital dalam mencegah eskalasi. Penelitian ini merekomendasikan perlunya pengembangan mekanisme mediasi lintas platform dan lintas negara, serta reformasi algoritma yang mendorong rekonsiliasi agar target SDG 16 dapat tercapai di era digital.
Legitimasi Kekuasaan dan Ketidakpercayaan Publik terhadap Kepala Daerah : Studi Kasus Demonstrasi Warga Pati dalam Perspektif Manajemen Konflik dan SDGs 16 Maura Alayya Nusantari; Intan Aurellia Evania; Felia Noorlibna Badzlin; Rangga Naim Ansori; Revienda Anita Fitrie; Nuh Krama Hadianto
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.8649

Abstract

Krisis legitimasi kekuasaan kepala daerah menjadi isu penting dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah karena memengaruhi kepercayaan publik dan stabilitas sosial. Penelitian ini bertujuan menganalisis krisis legitimasi kekuasaan kepala daerah di Kabupaten Pati, mengidentifikasi faktor penyebab menurunnya kepercayaan masyarakat, serta mengkaji konflik sosial yang muncul melalui aksi demonstrasi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur. Data diperoleh dari jurnal ilmiah, buku, dokumen kebijakan, dan pemberitaan media yang dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa krisis legitimasi dipicu oleh kebijakan pemerintah yang dinilai kurang transparan, minim partisipasi publik, serta dianggap tidak berpihak pada kepentingan masyarakat. Kondisi tersebut memunculkan ketidakpercayaan publik yang ditandai dengan demonstrasi berulang, berkembangnya narasi negatif terhadap pemerintah daerah, dan lemahnya komunikasi antara pemerintah dengan masyarakat. Konflik yang terjadi meliputi konflik kepentingan, konflik komunikasi, dan potensi konflik horizontal antarkelompok masyarakat. Dalam perspektif manajemen konflik, penanganan yang dilakukan pemerintah masih cenderung reaktif dan belum mengedepankan dialog, mediasi, serta partisipasi masyarakat secara inklusif. Penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan transparansi kebijakan, peningkatan partisipasi publik dalam proses pengambilan keputusan, serta perbaikan komunikasi pemerintah daerah untuk memulihkan legitimasi dan kepercayaan masyarakat. Upaya tersebut diharapkan mampu menciptakan tata kelola pemerintahan daerah yang lebih demokratis, responsif, dan selaras dengan prinsip pembangunan berkelanjutan, khususnya SDGs 16 tentang perdamaian, keadilan, dan kelembagaan yang tangguh.
PENGUATAN KEMANDIRIAN FISKAL MELALUI DIVERSIFIKASI PAD: STUDI STRUKTUR PENDAPATAN KABUPATEN SLEMAN 2019–2024 Ahmad Dwi Rifani; Zahra Auryn Cintany Anaka Puspita Cahyono; Eva Hany Fanida; Revienda Anita Fitrie
AS-SIYASAH : Jurnal Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Vol 11, No 1 (2026): (MEI) AS SIYASAH - JURNAL ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
Publisher : UPT Publikasi Dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/as.v11i1.23487

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji struktur pendapatan daerah sekaligus menilai tingkat kemandirian dan ketergantungan fiskal Kabupaten Sleman selama periode 2019–2024. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan memanfaatkan data sekunder berupa laporan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Analisis dilakukan dengan menghitung rasio kemandirian fiskal, yaitu perbandingan antara Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan total pendapatan daerah, serta rasio ketergantungan fiskal yang dihitung dari perbandingan Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) terhadap total pendapatan daerah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PAD mengalami peningkatan yang cukup signifikan, terutama setelah masa pandemi. Namun, peningkatan tersebut belum mampu secara optimal meningkatkan kemandirian fiskal daerah. Tingkat kemandirian fiskal masih berada pada kategori sedang, sedangkan ketergantungan terhadap dana transfer pusat tetap tinggi. Hal ini mengindikasikan bahwa struktur pendapatan daerah masih didominasi oleh dana transfer dari pemerintah pusat. Selain itu, fluktuasi PAD yang lebih tinggi dibandingkan TKDD menunjukkan bahwa sumber pendapatan daerah masih cukup rentan terhadap perubahan kondisi ekonomi. Dengan demikian, peningkatan PAD secara nominal belum cukup untuk mewujudkan kemandirian fiskal yang berkelanjutan. Diperlukan strategi yang lebih komprehensif, seperti diversifikasi sumber PAD, peningkatan kualitas pengelolaan keuangan daerah, serta pengurangan ketergantungan terhadap dana transfer pusat secara bertahap.
ANALISIS PENERIMAAN PAJAK DAN RETRIBUSI DAERAH TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) BATAM Mila Rahmawati; Bunga Fryscilla Fedora Nadeak; Revienda Anita Fitrie; Eva Hany Fanida
SULTAN ADAM: Jurnal Hukum dan Sosial Vol 4 No 1 (2026): Januari-Juni 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/sultan.v4i1.1761

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi pajak daerah dan retribusi daerah terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Batam pada tahun 2022. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan untuk memahami struktur fiskal Kota Batam, yang sangat bergantung pada pajak dan retribusi untuk mendukung pembangunannya. Pendekatan deskriptif kuantitatif digunakan, dengan memanfaatkan data sekunder dari Laporan Keuangan Pemerintah Kota Batam tahun 2022 dan Direktorat Jenderal Perbendaharaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan pajak memberikan kontribusi yang signifikan, yaitu sebesar 80,62% dari total PAD, dengan sektor properti dan pariwisata sebagai penyumbang utama. Sebaliknya, iuran daerah berkontribusi sebesar 7,40% terhadap PAD, yang mengindikasikan adanya potensi perbaikan di sektor iuran, terutama pasca pandemi. Komponen PAD lainnya, seperti Pengelolaan Aset Daerah yang Dipisahkan dan PAD Hukum Lainnya, masing-masing berkontribusi sebesar 0,81% dan 11,15%. Studi ini menyimpulkan bahwa kemandirian fiskal Batam sangat bergantung pada penerimaan pajak, dengan kebutuhan untuk mengoptimalkan pengumpulan pungutan melalui peningkatan kepatuhan dan digitalisasi. Rekomendasi untuk perbaikan di masa depan juga disertakan.
KETIDAKSTABILAN HARGA BAWANG MERAH DAN KONDISI PENDAPATAN PETANI DI KABUPATEN NGANJUK Faylla Apriliana Putri; Anisa; Eva Hany Fanida; Revienda Anita Fitrie
SULTAN ADAM: Jurnal Hukum dan Sosial Vol 4 No 1 (2026): Januari-Juni 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/sultan.v4i1.1884

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh ketidakstabilan harga bawang merah terhadap pendapatan petani di Kabupaten Nganjuk. Kabupaten Nganjuk merupakan salah satu sentra produksi bawang merah di Provinsi Jawa Timur, sehingga komoditas ini menjadi sumber pendapatan utama bagi sebagian besar petani. Namun, harga bawang merah di tingkat pasar sering mengalami fluktuasi yang dapat memengaruhi tingkat pendapatan petani. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif sederhana. Data yang digunakan meliputi data primer dan data sekunder yang diperoleh melalui wawancara dengan petani bawang merah serta dokumentasi dari instansi terkait seperti Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Nganjuk. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan hubungan antara perubahan harga bawang merah, tingkat produksi, serta pendapatan petani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketidakstabilan harga bawang merah memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pendapatan petani. Ketika harga bawang merah mengalami kenaikan, pendapatan petani cenderung meningkat karena penerimaan hasil penjualan dapat menutupi biaya produksi dan memberikan keuntungan. Sebaliknya, ketika harga mengalami penurunan, pendapatan petani ikut menurun dan dalam beberapa kondisi tidak mampu menutupi biaya produksi. Oleh karena itu, stabilitas harga menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan usaha tani dan meningkatkan kesejahteraan petani bawang merah di Kabupaten Nganjuk.
Co-Authors Adam Jamal Afida Ayu Azalia Afifah Fatmala Nurlianti Ahmad Dwi Rifani Ahmad Fikri Naufal Akbar Aisyah Lailatul Isnaini Albaitul Khoiridah Fitriani Alfin Fadhil Pradana Aliyah Rifdatul Nabilah Amanda Adzkiyah Andi Farera Angeli Haura Diva Khansa Anggi Ayu Wulandari Anggi Defira Marchegiani Anggita Cahyani Setyoningrum Anggita Nanda Ayu Kusuma Anisa Annisa Rizma Ramadhani Aril Maulana Arshafa Rayya Maulidya Astin Khoiriyah Astrella Vanindya Sheren Attina Aulia Rahma Aulia Putri Ayunda Putri Athamevia Azalea Zahwa Rishavaila Bunga Fryscilla Fedora Nadeak Cahaya Fatihah Cahya Amalia Zahra Cahyo Bagus Alvian Daffa Mauludie Al Daufir Eka Nurul Amalia Emmanuel Jessica Priskila Eva Hany Fanida Eva Hany Hanida Faylla Apriliana Putri Fazrul Ilham Syahreza Felia Noorlibna Badzlin Galuh Refal Tianta Haliza Firdausy Nuzula Hellen Qurotul Nurassifa Herdiyanto Fransiskus Samosir Hieronimus Febian Jona Hendrawan Hilman Rizkillah Sya'bi Ilham Firdaus Pranoto Ilman, Ghulam Maulana Inaya Regita Cahyani Indira Anggun Septianingrum Intan Aurellia Evania Intan Nia Putri Ivena Callista Putri Izza Naura Mawaddah Joceline Larissa Pratama Ginting Karina Putri Wahyudin Ken Maulida Musthika Tirta Suci Keysia Jessika Intansari Kirani Felita June Legina Ayu Puspita Levina Linadi Maharani Putri Nurwidya Marini Muharwati Maura Alayya Nusantari Melda Fadiyah Hidayat Mila Rahmawati Monalisa - Monica Natalia Irene Muhammad Chairil Umam Muhammad Nabil Hibatullah Muhammad Thariq Ilham Fahmi Nabila Naswa Zahra Rhohima Nadia Ayu Ardiani Naflah Hekshala Purwanto Nasya Firdaushaumy Nazwa Ansalna Rahmania Nisfatun Choiriyah Nova Adelia Nuh Krama Hadianto Nur Intan Agustriani Ginting Nurhayati Pertiwi, Vidya Imanuari Rachmad Raffi Satria Rahma Fitriyani Rangga Naim Ansori Revalia Cantika Sari Setiawan Risma Dwiyana Arianty Rizky Maya Wulandari Ryno Dwi Bachtiar Salma Shadiyah Salwa Apsyarini Nabilah Siti Nur Fahreza Irena Taniya Sahisnu Sufisyar Vannisha Rafa Naura Harina Vella Elfanny Meisyacharis Verysa Virgie Rahmadhani Vike Agestian Frastami Yemima Chrisnanda Prasetyo Yunita Eka Dia Safitri Yusrotul Widad Sugiyanto Zahra Auryn Cintany Anaka Puspita Cahyono Zahra Salsa Billa