Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengembangan Model Pembelajaran Berbasis Proyek Berbantuan Aplikasi Tiktok untuk Meningkatkan Keterampilan Menulis Teks Pidato Persuasif dan Kemandirian Belajar Emi Kulsum; R. Ika Mustika; Euis Eti Rohaeti
JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) Vol 11, No 1 (2026): VOLUME 11 NUMBER 1 MARCH 2026
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jp-bsi.v11i1.8763

Abstract

Rendahnya kualitas pembelajaran menulis teks pidato persuasif  ditandai skor observasi kelas rata-rata 1,71/4 (42,9%), ketergantungan siswa pada arahan guru, dan belum optimalnya pemanfaatan teknologi digital, menjadi urgensi penelitian ini. Penelitian bertujuan mengembangkan Model Project Based Learning (PjBL) Berbantuan TikTok yang valid, praktis, dan efektif untuk meningkatkan keterampilan menulis pidato persuasif sekaligus mendorong kemandirian belajar. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) model ADDIE melalui tahap analisis kebutuhan, perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Penelitian ini dilaksanakan di salah satu sekolah, Kabupaten Bandung Barat, melibatkan 86 siswa (44 eksperimen, 42 kontrol) melalui purposive sampling. Data dikumpulkan melalui pretest-posttest, angket kemandirian, observasi keterlaksanaan, dan validasi ahli, lalu dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif menggunakan Uji Mann-Whitney, Effect Size, dan N-Gain. Hasil  validasi ahli menunjukkan skor rata-rata dari keseluruhan jenis instrument produk 3,45 (Sangat Layak) dengan keterlaksanaan sintaks 100%; kelas eksperimen meningkat 14,52 poin (64,34→78,86) dibanding kelas  kontrol hanya 5,24 poin; Uji Mann-Whitney signifikan (p=0,000) dengan effect size besar (r=0,55) dan N-Gain 0,41; kemandirian belajar meningkat konsisten, didukung 94% siswa merasa model sesuai kebiasaan teknologi mereka dan 96% termotivasi. Penelitian menyimpulkan bahwa Model PjBL Berbantuan TikTok efektif mengintegrasikan literasi bahasa, literasi digital, dan kemandirian belajar dalam satu ekosistem pembelajaran terpadu. Penelitian lanjutan disarankan mencakup konteks sekolah yang lebih beragam.