Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peningkatan Nilai Tambah Mangga Off Grade melalui Pelatihan Pengolahan Sirup pada Kelompok Wanita Tani Grand Sulawesi Kota Parepare Ardi Manggala Putra; Andriyana Gustam; Nur Hardina; Hariyati Hariyati; Prihatin Prihatin
Abdimas Toddopuli: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026): Volume 7, No 2, Juni 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/6q4fpb17

Abstract

Mangga off grade di Kecamatan Bacukiki Kota Parepare masih belum dimanfaatkan secara optimal, padahal komoditas ini berpotensi diolah menjadi produk pangan bernilai tambah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota Kelompok Wanita Tani Grand Sulawesi dalam mengolah mangga off grade menjadi sirup mangga. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi observasi, perencanaan, pelaksanaan melalui pemaparan materi dan praktik pengolahan, serta evaluasi. Kegiatan ini diikuti oleh 12 orang anggota Kelompok Wanita Tani Grand Sulawesi. Hasil observasi menunjukkan bahwa mangga off grade umumnya belum diolah dan hanya dimanfaatkan secara terbatas. Pada tahap pelaksanaan, peserta memperoleh materi tentang potensi gizi mangga, pemanfaatan puree mangga, serta praktik pembuatan sirup melalui tahapan sortasi, pencucian, pengupasan, pembuatan puree, pemasakan, penambahan gula dan asam sitrat, serta pengemasan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta dari 46,6% pada tes awal menjadi 60,2% pada tes akhir. Evaluasi sensori menunjukkan bahwa produk olahan mangga off grade dapat diterima oleh panelis, dengan nilai tertinggi pada atribut warna sebesar 3,55, diikuti tekstur 3,45 dan aroma 3,36. Kegiatan ini menunjukkan bahwa pelibatan aktif masyarakat dalam pelatihan pengolahan pangan lokal dapat meningkatkan keterampilan produktif dan membuka peluang usaha rumah tangga berbasis mangga off grade.
PELATIHAN PENGOLAHAN MANGGA OFF GRADE MENJADI PRODUK OLAHAN SIRUP SEBAGAI SOLUSI DIVERSIFIKASI PANGAN BAGI KWT KEMBANG MEKAR KOTA PAREPARE Prihatin Prihatin; Nur Hardina; Suryansyah Surahman; Fitrawaty Orista Evar
BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 5 No. 1 (2025): BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Juni 2025
Publisher : LPPM UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/bhakti_nagori.v5i1.4364

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara penghasil mangga tropis terbesar di Asia Tenggara, namun kontribusinya terhadap ekspor nasional masih rendah akibat rendahnya mutu buah, khususnya buah off grade yang tidak memenuhi standar pasar segar. Buah mangga off grade kerap dibuang dan menjadi limbah organik, padahal masih memiliki kandungan gizi tinggi serta potensi ekonomis jika diolah. Di Kota Parepare, Sulawesi Selatan, kondisi serupa terjadi, di mana pemanfaatan buah mangga off grade masih terbatas. Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat, dilakukan pelatihan kepada Kelompok Wanita Tani (KWT) Kembang Mekar sebagai mitra strategis dalam meningkatkan keterampilan pengolahan pascapanen. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif melalui observasi, analisis kebutuhan, perencanaan pelatihan, serta pelaksanaan pelatihan teknis pembuatan sirup mangga. Materi pelatihan mencakup seleksi bahan, proses pemasakan, penggunaan bahan tambahan seperti gula dan asam sitrat, hingga teknik pengemasan sesuai prinsip sanitasi pangan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan anggota KWT dalam memanfaatkan buah mangga off grade menjadi sirup yang layak konsumsi dan bernilai jual. Selain itu, kegiatan ini mendorong kesadaran akan pentingnya pengurangan limbah pangan dan diversifikasi pangan berbasis potensi lokal. Kegiatan ini juga memicu munculnya ide usaha mikro berbasis produk olahan mangga. Kesimpulannya, pelatihan ini berhasil meningkatkan kapasitas mitra dalam pengolahan pangan, memperkuat ekonomi keluarga, dan mendukung praktik pertanian berkelanjutan di tingkat rumah tangga.