Pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif merupakan pilar fundamental dalam pembangunan sumber daya manusia yang unggul karena menyediakan nutrisi lengkap dan zat imunologis bagi bayi selama enam bulan pertama kehidupan. Meskipun sangat krusial untuk menekan angka kematian bayi, cakupan ASI eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Kaleke, Kabupaten Sigi, masih fluktuatif dan berada di bawah target nasional. Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional ini dilakukan untuk menganalisis determinan yang memengaruhi kepatuhan ibu, dengan melibatkan 77 responden yang dipilih melalui teknik proportionate random sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner digunakan untuk mengukur variabel pengetahuan, dukungan keluarga, dan dukungan tenaga kesehatan terhadap kepatuhan ibu.Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat kepatuhan ibu di wilayah tersebut mencapai 77,9%. Secara statistik, pengetahuan ibu (p=0,020) dan dukungan tenaga kesehatan (p=0,001) terbukti berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan pemberian ASI eksklusif. Temuan menarik menunjukkan bahwa dukungan tenaga kesehatan menjadi faktor yang paling dominan dengan nilai Odds Ratio sebesar 9,187, yang berarti ibu yang didampingi secara aktif oleh petugas kesehatan memiliki peluang 9 kali lipat lebih besar untuk patuh. Sebaliknya, dukungan keluarga (p=0,263) tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan dalam model penelitian ini.Simpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa peran tenaga kesehatan sebagai edukator dan pendamping teknis adalah penggerak utama dalam keberhasilan laktasi. Meskipun pengetahuan ibu berkontribusi, kehadiran petugas kesehatan mampu memberikan keyakinan klinis yang mengubah niat ibu menjadi tindakan nyata. Oleh karena itu, penguatan program konseling laktasi yang intensif sangat diperlukan untuk mengoptimalkan cakupan ASI eksklusif di wilayah tersebut.