Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Senam Sebagai Langkah awal Peningkatan Kualitas Hidup di Desa Talaga Zita Atzmardina; Yesan Suci Paramitha; Ilham Wicaksono San Murdoko; Sindytia Fahri; Nathania Immanuel
Jurnal Pengabdian West Science Vol 5 No 05 (2026): Jurnal Pengabdian West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpmws.v5i05.3297

Abstract

Hipertensi yang juga menjadi faktor risiko utama penyakit kardiovaskular merupakan salahsatu masalah kesehatan global dengan prevalensi yang terus meningkat. Upaya pengendalianhipertensi tidak hanya melalui terapi farmakologis, tetapi juga intervensi non-farmakologisseperti aktivitas fisik. Senam hipertensi adalah salah satu bentuk latihan yang efektifmenurunkan tekanan darah dan meningkatkan kebugaran. Kegiatan pelatihan senam hipertensiini dilaksanakan di Desa Talaga dengan pendekatan edukasi dan demonstrasi berbasiskomunitas, melibatkan 34 peserta. Rangkaian kegiatan meliputi registrasi, pemaparan materi,penayangan video, demonstrasi gerakan, dan praktik langsung oleh peserta. Keberhasilandiukur melalui kemampuan peserta memperagakan gerakan senam hipertensi dengan benar.Hasil menunjukkan seluruh peserta mampu melakukan gerakan sesuai arahan, dan tiga pesertadapat memperagakan ulang tanpa arahan, menandakan pemahaman yang baik. Kendala yangditemukan adalah kurangnya keterlibatan peserta laki-laki, sehingga partisipasi belummencerminkan keterwakilan seluruh masyarakat. Secara keseluruhan, metode edukasi dandemonstrasi terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan masyarakat terkait senamhipertensi. Pelatihan ini diharapkan menjadi langkah awal pembentukan kebiasaan hidup sehatdan mendukung program pengendalian hipertensi di tingkat komunitas.
Pendekatan Farmakoterapi Dan Psikososial Pada Pasien Skizofrenia Hebefrenik Dengan Disorganisasi Berat: Laporan Kasus Sindytia Fahri; Ryan Aditya; Anastasia Ratnawati Biromo
KOLONI Vol. 5 No. 3 (2026): SEPTEMBER 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/koloni.v5i3.1195

Abstract

Hebephrenic schizophrenia is characterized by disorganized thinking, flat or inappropriate affect, and disorganized behavior. This condition typically appears in late adolescence to young adulthood and is associated with a poor prognosis due to early onset and social functioning. Severe disorganization can lead to persistent decline in social and occupational functioning, especially if treatment is inadequate or not sustained. A 20-year-old man came to the Emergency Department in Hospital accompanied by his family, complaining of unusual behavior. The complaints began in 2019, including disorganized behavior such as talking and laughing to himself without any apparent stimulus, irrelevant responses when spoken to, climbing roof tiles, jumping from the second floor, picking up cigarette butts along the street, taking money without permission, and leaving the house naked. The patient had undergone several months of psychiatric treatment in 2021, but therapy was discontinued. A mental status examination revealed severe disorganized thinking and behavior, flat affect, impaired attention and cognitive function, and auditory hallucinations characterized by talking and laughing to oneself. The patient was diagnosed with hebephrenic schizophrenia and received pharmacological therapy consisting of the atypical antipsychotics Clozapine 1 x 100 mg and Quetiapine 2 x 200 mg combined with Valproic Acid 2 x 500 mg, Lorazepam 2 x 1 mg, and Trihexylphenidyl 2 x 2 mg. Additionally, psychosocial interventions were provided, including psychoeducation. Severe disorganization in hebephrenic schizophrenia is a clinical challenge that requires a sustained multimodal approach encompassing pharmacological therapy and psychosocial interventions. Continuity of pharmacological therapy and psychosocial interventions is crucial for improving social functioning and preventing relapse.