Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

SKRINING RIWAYAT KESEHATAN DALAM RANGKA MENINGKATKAN PATIENT SAFETY PADA KEGIATAN VAKSINASI COVID-19 Yoanita Widjaja; Alexander Santoso; Enny Irawaty; Zita Atzmardina; Evi -
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 4, No 3 (2021): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v4i3.13479

Abstract

COVID-19 is an infectious disease caused by corona virus which recently found in 2019 and never been identified in human. Indonesia reported the first COVID-19 case on 2nd March 2020 and the numbers keep increasing until now. There’s no medication proven to be effective for the cure of the disease up till now. Therefore, scientists all over the world tried to make vaccine. After vaccinated, once exposed to germs or virus, the body will be ready to exterminate them and prevent the disease from reoccurring. Vulnerable population is the top priority to get vaccine. Started in January 2021, the first group to get COVID-19 vaccination in Indonesia is healthcare workers.The second phase of the program is intended for elderly, comorbid population, and public servants. Vaccine used has been through a series of clinical test, but patient safety is the most important thing. Hence, this community service activity was done. This activity indicates our effort to improve patient safety in vaccination program. We did medical history screening through anamnesis to identify comorbid factors and other chronic diseases to determine one’s eligibility for vaccine. For patients, this information was used as educational material to improve their health. The doctors who were doing interview, were trained collectively by the ministry of health Republic of Indonesia. From 160 people came for vaccinated in 24th-27th March 2021 period, 156 (97,5%) of them met the criteria and can be vaccinated, 88 (55%) people have comorbid or other chronic diseases and hypertension turns out to be the most common chronic disease.ABSTRAK:Penyakit COVID-19 adalah suatu penyakit infeksius yang disebabkan oleh virus corona yang baru ditemukan pada tahun 2019 dan belum pernah diidentifikasi pada manusia. Indonesia melaporkan kasus pertama COVID-19 pada tanggal 2 Maret 2020 dan jumlahnya terus bertambah hingga sekarang. Hingga saat ini, masih belum ada obat yang ampuh untuk menyembuhkan virus penyebab penyakit ini. Oleh karena itu, para ilmuwan dunia berupaya membuat vaksin. Setelah vaksinasi, jika nanti tubuh terpapar kuman maupun virus penyebab penyakit tersebut, maka tubuh akan siap memusnahkannya serta mencegah penyakit timbul kembali. Populasi yang rentan di semua negara merupakan prioritas tertinggi untuk vaksinasi. Program vaksinasi COVID-19 di Indonesia sudah dimulai sejak Januari 2021 untuk kelompok prioritas, yaitu tenaga kesehatan. Pada tahap dua, sasaran vaksin yaitu kepada lansia, kelompok komorbid, dan pemberi layanan publik. Vaksin yang digunakan telah melewati uji klinis, namun patient safety tetap diutamakan. Oleh karena itu, dilakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini sebagai salah satu upaya meningkatkan keselamatan pasien pada program vaksinasi. Upaya yang dilakukan yaitu dengan melakukan skrining riwayat kesehatan melalui wawancara (anamnesis) untuk mengetahui faktor-faktor komorbid dan penyakit kronik lainnya untuk menentukan kelayakan penerima vaksin. Bagi penerima vaksin, informasi tersebut dapat digunakan untuk materi edukasi agar meningkatkan taraf kesehatan individu. Sebelum terjun ke lapangan, dokter pewawancara dibekali pelatihan terlebih dahulu secara kolektif dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Saat kegiatan, 160 orang datang untuk divaksin pada periode 24-27 Maret 2021, 156 orang (97,5%) lolos skrining dan boleh divaksin. Sebagian peserta vaksinasi, yaitu 88 orang (55%) memilliki komorbid atau penyakit kronik lain, dengan penderita penyakit hipertensi yang tertinggi
PENAPISAN KELAYAKAN PEMBERIAN BOOSTER VAKSINASI COVID-19 PADA INDIVIDU LANSIA DI SENTRA VAKSINASI COVID-19 UNIVERSITAS TARUMANAGARA Marcella E. Rumawas; Noer Saelan Tadjudin; Shirly Gunawan; Zita Atzmardina
PROSIDING SERINA Vol. 2 No. 1 (2022): PROSIDING SERINA IV 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.758 KB) | DOI: 10.24912/pserina.v2i1.19911

Abstract

Lansia adalah kelompok masyarakat yang rentan terserang infeksi COVID-19 dengan gejala parah hingga kematian.. Pemberian booster vaksinasi COVID-19 diyakini dapat memberikan perlindungan lebih besar dari gejala berat dan kematian akibat COVID-19 dibandingkan pemberian vaksinasi dosis primer saja atau tidak divaksinasi sama sekali. Masalahnya cakupan booster vaksinasi COVID-19 pada lansia masih tergolong rendah. Solusi dari permasalahan tersebut adalah dengan melakukan penapisan untuk menentukan kelayakan lansia menerima booster vaksinasi COVID-19. Universitas Tarumanagara menyelenggarakan kegiatan Sentra Vaksinasi COVID-19 dosis lanjutan (booster) dengan mitra Puskesmas Kecamatan Grogol Petamburan Jakarta Barat pada tanggal 2-4 Februari 2022. Penapisan kelayakan lansia menerima booster vaksinasi COVID-19 dilakukan di meja 1 pada alur layanan vaksinasi, oleh tenaga medis dari Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara. Luaran utama kegiatan ini adalah publikasi di jurnal, sedangkan luaran tambahan adalah HaKI untuk materi edukasi masyarakat mengenai persyaratan dan penapisan kelayakan lansia menerima booster vaksinasi COVID-19. Sebanyak 45 peserta lansia dinyatakan layak menerima booster vaksinasi COVID-19 setelah mereka lolos kriteria skrining yang terdiri dari suhu tubuh, tekanan darah, dan riwayat penyakit. Penapisan kelayakan pemberian vaksinasi COVID-19 dapat meningkatkan cakupan booster vaksinasi pada lansia, mencapai manfaat vaksin secara optimal dan mencegah terjadinya dampak yang tidak diinginkan paska vaksinasi.
SKRINING DAN PENYULUHAN SEBAGAI UPAYA PENURUNAN KASUS ANEMIA PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS CIKUPA Zita Atzmardina; Thurain Leo; Sheryn Pujiono; Alicia Alicia
PROSIDING SERINA Vol. 2 No. 1 (2022): PROSIDING SERINA IV 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (669.31 KB) | DOI: 10.24912/pserina.v2i1.19936

Abstract

Kematian Ibu menjadi salah satu masalah utama yang ada di Indonesia. Salah satu penyebab langsung Angka Kematian Ibu (AKI) adalah anemia pada ibu hamil. Menurut WHO, pada tahun 2020 sebanyak 36,5% ibu hamil di dunia menderita anemia. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) di tahun 2018 terdapat 48,9 % ibu hamil yang menderita anemia di Indonesia.Puskesmas Cikupa mencatat peningkatan kunjungan kasus anemia pada Ibu hamil pada bulan Oktober, November, dan Desember 2021 berturut-turut sebesar 55 kasus, 59 kasus, dan 74 kasus. Metode dilakukan dengan Kepala Puskesmas, dokter, perawat, dan bidan Puskesmas Cikupa. Dari hasil diskusi disimpulkan bahwa faktor lifestyle menjadi prioritas penyebab masalah yang harus segera dicari solusi bersama. Setelah dilakukan diskusi, maka dilakukan identifikasi akar penyebab masalah menggunakan fishbone lalu dicari alternatif pemecahannya. Alternatif pemecahan masalah dilakukan dengan melakukan skrining pada ibu hamil serta pembagian leaflet dan memasang banner di Puskesmas Cikupa. Dari 26 responden, didapatkan rata-rata usia responden sebesar 29,5 tahun dengan tingkat pendidikan paling banyak adalah SMA atau sederajat sebanyak 57,7 % (15 responden). Rata-rata kadar Hemoglobin adalah sebesar, 10,23 g/dL.Dari hasil analisis menggunakan uji T didapatkan nilai mean difference sebesar 19,23 dengan p<0,0001. Kegiatan ini dikatan berhasil karena didapatkan peningkatan bermakna secara statistik. Terdapat peningkatan nilai pre-test dan post test pada kegiatan ini membuktikan meningkatkan pengetahuan dengan ibu hamil setelah dilakukan intervensi, sehingga diharapkan dapat meningkatkan sikap dan perilaku ibu hamil ke arah yang cukup baik. Ibu hamil yang mendapatkan informasi juga diharapkan bisa bisa membagikan informasinya kepada orang-orang di sekitarnya yang akhirnya dapat menurunkan penderita anemia pada ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Cikupa.
Hubungan penggunaan kontrasepsi suntik DMPA dengan peningkatan berat badan pada akseptor di Puskesmas Tapus Sumatera Barat tahun 2017 Elvia Roza; Zita Atzmardina
Tarumanagara Medical Journal Vol. 1 No. 3 (2019): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v2i1.5845

Abstract

Kontrasepsi suntik merupakan kontrasepsi hormonal, yang berisi hormon progesteron atau kombinasi hormon esterogen progesteron. Salah satu jenis dari kontrasepsi suntik hormonal adalah kontrasepsi suntik DMPA. Di Indonesia pada tahun 2015 penggunaan kontrasepsi suntik mencapai 32,6%. Di Provinsi Sumatera Barat sekitar 50,76%, di Padang pada tahun 2014 mencapai 53,2% dan di Kabupaten Pasaman sebesar 34,6%. Pada penggunaan kontrasepsi suntik depo medroxy rogesteron acetate (DMPA) memiliki efektifitas yang tinggi tetapi memiliki beberapa efek samping. Salah satunya efek sampingnya adalah peningkatan berat badan. Umum nya peningkatan berat badan tidak terlalu besar, bervariasi antara kurang dari 1 kg-5 kg dalam setahun pertama. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui hubungan penggunaan kontrasepsi suntik DMPA dengan peningkatan berat badan. Responden pada penelitian ini berjumlah 166 dilakukan pada bulan januari 2017 di Puskesmas Tapus. Metode penelitian yang digunakan adalah cross sectionallalu di analisa dengan uji chi-square. Dari hasil analisis menunjukkan adanya hubungan bermakna antara penggunaan kontrasepsi suntik DMPA dengan peningkatan berat badan dengan P value =0,000 dan RP 1,52.
Gambaran pengetahuan dan sikap terhadap perilaku pencegahan penyakit demam berdarah pada masyarakat Cikole tahun 2019 Juan Yosvara; Zita Atzmardina
Tarumanagara Medical Journal Vol. 2 No. 1 (2020): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v2i2.7843

Abstract

Indonesia menduduki posisi keempat se-Asia Tenggara dengan angka kematian terbanyak akibat demam berdarah dengue (DBD) pada tahun 2016. Di kota Sukabumi, angka kejadian DBD mencapai 105,4 per 100.000 penduduk, sedangkan di Kecamatan Cikole didapatkan 90 kasus yang mendapat perawatan di Puskesmas pada tahun 2017. Angka kejadian DBD dapat diturunkan dengan pengetahuan, sikap, dan perilaku masyarakat yang baik dalam mencegah penyakit DBD. Tujuan studi ini untuk mengetahui gambaran pengetahuan, sikap, dan perilaku masyarakat Cikole tentang DBD dan cara mencegahnya. Studi ini merupakan studi observasional dengan desain cross sectional. Pemilihan 96 sampel menggunakan metode consecutive sampling dengan responden adalah warga masyarakat Kecamatan Cikole. Pengukuran variabel menggunakan kuesioner yang hasilnya dikategorikan menjadi sangat baik, baik, sedang, cukup, dan buruk. Hasil studi didapatkan 41.7% responden yang berpengetahuan baik tentang DBD, 94.8% responden yang memiliki sikap sangat baik terhadap DBD dan 41.7% responden yang memiliki perilaku baik terhadap pencegahan DBD. Peran masyarakat sangat diperlukan dalam menjaga kebersihan dan pemakaian abate serta peran puskesmas untuk mengadakan program edukasi terhadap masyarakat dan mengawasi pertumbuhan jentik nyamuk di wilayahnya.
Perbedaan rerata volume ekspirasi paksa satu detik pada perokok dan bukan perokok mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Tarumanagara Cathlin Soeyanto; Zita Atzmardina
Tarumanagara Medical Journal Vol. 2 No. 2 (2020): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v3i1.9721

Abstract

Rokok merupakan salah satu produk tembakau ataupun sintetisnya yang dimaksudkan untuk dibakar, dihisap ataupun dihirup asapnya. Tembakau membunuh lebih dari 7 juta manusia setiap tahunnya. Menurut World Health Organization (WHO) pada tahun 2015, prevalensi penduduk perokok dewasa setiap hari di Indonesia sebesar 34% yang menempati urutan pertama se-Asia Tenggara. Menurut RISKESDAS, proporsi penduduk umur ?15 tahun yang merokok dari tahun 2007 – 2013 meningkat sebesar 2,1%. Volume ekspirasi paksa dalam 1 detik (VEP1) merupakan tolak ukur yang dapat digunakan untuk menilai beratnya PPOK dan memantau perjalanan PPOK, dimana salah satu faktor penyebab yang paling utama untuk terjadinya PPOK adalah merokok. Oleh karena itu, studi ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan rerata VEP1 pada perokok dan bukan perokok. Penelitian ini bersifat analitik observasional dengan desain cross-sectional, pengambilan sampel dilakukan secara consecutive sampling. Subyek studi masing – masing 42 responden perokok dan bukan perokok. Pengumpulan data menggunakan kuisioner dan untuk menilai VEP1 digunakan spirometer. Hasil studi didapatkan VEP1 pada perokok rata – rata sebesar 82,11% dan VEP1 pada bukan perokok rata – rata sebesar 85,11%. Hasil analisis uji-t independen menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan antara VEP1 pada perokok dan bukan perokok (p=0,394) dan mean difference -3. Kesimpulan dari penelitian ini adalah VEP1 pada perokok lebih rendah daripada yang bukan perokok, namun secara statistik tidak didapatkan hubungan antara merokok dengan menurunnya VEP1.
Hubungan pengetahuan dan sikap terhadap perilaku pemberian ASI eksklusif oleh ibu bekerja di Desa Cadas Puskesmas Telagasari Karawang Rika Sukma Pratiwi; Zita Atzmardina
Tarumanagara Medical Journal Vol. 2 No. 2 (2020): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v3i1.9748

Abstract

ASI (air susu ibu) eksklusif adalah ASI yang diberikan kepada bayi sejak dilahirkan selama 6 bulan tanpa menambahkan dan atau mengganti dengan makanan atau minuman lain (kecuali obat, vitamin, dan mineral). ASI dapat mengurangi resiko kematian pada bayi. Di kabupaten Karawang capaian ASI eksklusif masih rendah termasuk di Puskesmas Telagasari 72,31% dari target 80%. Banyaknya ibu bekerja di Kabupaten Karawang menjadi kendala terhadap kelangsungan pemberian ASI eksklusif. Studi ini dilakukan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap terhadap perilaku pemberian ASI eksklusif oleh ibu bekerja di Desa Cadas Puskesmas Telagasari Karawang. Studi menggunakan metode analitik cross-sectional dengan jumlah responden sebanyak 130 responden yang diambil dengan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Hasil studi menunjukan bahwa dari 130 responden didapatkan sebanyak 67(51,5%) responden memberikan ASI eksklusif, 87 (66,9%) responden berpengetahuan baik dan 67 (51,5%) responden bersikap baik. Pada analisis Chi-Squre didapatkan nilai p <0,004 yang menunjukkan adanya hubungan bermakna antara pengetahuan dengan perilaku pemberian ASI eksklusif dengan nilai PR 1,87. Sedangkan pada sikap diperoleh nilai p <0,036 yang menunjukkan adanya hubungan bermakna antara sikap dengan perilaku pemberian ASI eksklusif oleh ibu yang bekerja dengan nilai PR 1,48. Pada uji tersebut didapatkan pula hubungan yang bermakna antara pengetahuan dengan sikap pemberian ASI eksklusif, dengan nilai p <0,035 dan PR 1,59.
Pengetahuan, sikap dan perilaku pelajar SMAN 4 Sukabumi terkait pencegahan penyakit akibat Tinea versikolor Zita Atzmardina; Cindy Paramitha Sunardi
Tarumanagara Medical Journal Vol. 4 No. 2 (2022): TARUMANAGARA MEDICAL JOURNAL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/tmj.v4i2.20819

Abstract

Tinea versikolor atau yang lazim dikenal dengan penyakit panu merupakan penyakit yang diakibatkan oleh infeksi jamur. Infeksi jamur merupakan penyebab utama ke empat dari penyakit kulit di seluruh dunia. Pengetahuan yang baik mengenai kebersihan diri diperlukan untuk mengurangi terjadinya Tinea versikolor. Studi ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan, sikap dan perilaku pelajar di SMAN 4 Sukabumi. Metode yang digunakan ialah analitik observasional dengan desain cross sectional. Alat ukur yang digunakan dengan menggunakan kuesioner yang sudah divalidasi. Uji statistik menggunakan uji Fisher exact. Hasil yang didapatkan pada 194 responden menunjukkan ada hubungan bermakna (P<0,05) antara pengetahuan, sikap dan perilaku responden. Tingkat pengetahuan dan sikap terhadap perilaku pencegahan Tinea versikolor masing-masing menunjukkan p-value 0,002 dan 0,008 secara berurutan; hubungan tingkat pengetahuan terhadap sikap pencegahan Tinea versikolor menunjukan p-value 0,001.Tingkat pengetahuan, sikap, dan perilaku responden juga tergolong baik (90,7%; 86,1%; 96.4%). Hasil studi ini dapat disimpulkan adanya hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan, sikap dan perilaku pencegahan Tinea versikolor pada pelajar di SMAN 4 Kota Sukabumi.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DIARE PADA BALITA Nida Maulida; Zita Atzmardina
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 6 No. 3 (2022): DESEMBER 2022
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v6i3.6479

Abstract

Diare merupakan keadaan dimana seseorang memiliki frekuensi buang air besar > 3 kali dengan bentuk kotoran cair dan bisa terdapat lendir dan darah. Diare menjadi penyebab umum kematian di negara berkembang dan penyebab kedua kematian diseluruh dunia. Penelitian ini menggunakan penelitian analitik dengan desain cross-sectional dimana tempat penelitiannya di Wilayah Kerja UPT. Puskesmas Sungai Karias tahun 2022. Sampel diambil secara non probability consecutive sampling. Data dianalisis dengan uji chi square. Hasil Penelitian dari 192 responden sebanyak 57,8% balita yang tidak terkena diare dan 42,2% terkena diare. Hasil penelitian didapatkan hubungan yang bermakna antara ASI Eksklusif dengan kejadian diare pada balita (p-value < 0,001 ; RR = 2,85), perilaku CTPS ibu dengan kejadian diare pada balita (p-value < 0,001; RR = 2,70 ), dan pengetahuan ibu dengan kejadian diare pada balita (p-value < 0,001 ; RR = 1,15 ; RR = 4,12). Kesimpulan hasil dalam penelitian faktor yang berhubungan dengan kejadian diare pada balita didapatkan hubungan secara statistik antara pengetahuan ibu, penerapan CTPS ibu, dan riwayat pemberian ASI Eksklusif berpengaruh terhadap kejadian diare pada balita. Diperlukan peningkatan pengetahuan ibu di masyarakat, penerapan CTPS, dan riwayat ASI Eksklusif. Dan diharapkan penelitian selanjutnya agar meneliti faktor lain yang terkait diare dan menghubungkan antar faktor yang terkait lebih banyak lagi.
The implementation of family medicine approach of patients with hypertension, neurodermatitis, and obesity Reagan Darmawan; Natasya; William Gilbert Satyanegara; Zita Atzmardina
Science Midwifery Vol 10 No 6 (2023): February: Midwifery and Health Sciences
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/midwifery.v10i6.1129

Abstract

Diagnosis and management are carried out using a family medicine approach. Primary data were obtained through history, physical examination, supporting examinations and home visits. Secondary data from patient medical records from the Legok Health Center. Mrs. I, 44 years old with complaints of headache and itching in the left lower leg, blood pressure examination found 224/130 mmHg and BMI 31.16 kg/m2. The patient's internal factors are genetic factors, lack of knowledge about the disease, as well as behavior and daily habits. External factors include lack of family support and knowledge about the disease, economic factors, transportation limitation, and beliefs and culture. By using the family medicine approach, it was found that blood pressure decreased by 170/90 mmHg, complaints of headaches, itching and skin lesions on the left lower leg improved and losing weight about 2 kg in 4 weeks. Complex clinical problems require holistic and comprehensive management through a family medicine approach. Individual management is not only an intervention on clinical aspects but also solutions to problems in environmental aspects that affect an individual's health.